Musica mengganyang Malaysia

BCq6E_FCEAE1J_N

Klub Indonesia masih menjadi yang terbaik di turnamen Djarum Superliga Badminton Indonesia 2013 yang tahun ini dimeriahkan oleh 5 klub asing dari Malaysia, Jepang dan Korea. Dan di nomor putra, klub yang tidak diunggulkan menang, Musica Champion berhasil menyabet gelar Juara mengalahkan Malaysia Tiger dengan agregat 3-2.

Musica memastikan titel Juara setelah Chou Tien Chen (foto atas) sukses mengalahkan pebulutangkis Malaysia, Mohd Arif Abdul Latif lewat pertarungan dua gim ketat 21-18, 21-19 sekaligus membuat Musica Champion unggul agregat 3-2 dari Malaysia Tigers.

Kemenangan Musica Champion diawali dari Tommy Sugiarto (Musica) yang sukses menundukkan Daren Liew (Tiger) dengan pertarungan tiga gim 11-21, 21-14, 21-16 yang memakan waktu lebih dari satu jam itu. Pertarungan berlangsung menegangkan saat gim ketiga, dimana Tommy yang sudah unggul 13-7 berhasil disamakan oleh Daren. Saat itu, Tommy mengaku sudah merasa sangat lelah.

“Di set ketiga sebenarnya saya mulai lelah. Tapi saya berusaha maksimal untuk mendapatkan poin dan membuka peluang juara,” ujar Tommy saat Konferensi Pers.

535776_385754958188184_1121274801_n

Poin kedua Musica disumbangkan oleh pasangan ganda putra senior Rian Sukmawan-Rendra Wijaya (foto atas) yang membalas dendam atas kekalahannya dari pasangan muda Malaysia, Hoon Tien How-Tan Wee Kiong dalam fase grup yang lalu. Di Final, Rian-Rendra menang dalam duel tiga gim 16-21, 21-19, 21-11. Pasangan ini terlihat sangat ekpresif atas kemenangan yang diraihnya ini.

“Kita memang mainnya seperti ini, bukan maksudnya meremehkan lawan atau gimana. Tapi main ekspresif bikin kita lebih rileks,” ujar Rendra usai memenangkan pertandingan itu. “Kami melakukan selebrasi tiap angka yang mungkin dianggap berlebihan sebetulnya tidak bermaksud untuk memprovokasi lawan. Tetapi lebih kepada kami menyemangati diri kami sendiri,” tambahnya.

Sementara Rian lebih bijak menanggapi kemenangannya di Final itu. Ia mengaku kemenangan ini untuk membuktikan bahwa ganda Musica juga bisa menyumbang angka. “Musica memang lebih mengandalkan nomor tunggal. Tetapi kami pun termotivasi untuk bisa menyumbang angka kemenangan, dan tidak hanya diangap sebagai pelengkap saja, tadi pun akhirnya kami menyumbang angka,” ujar Rian.

Musica Champion harusnya bisa memenangkan partai ketiga ketika Semifinalis Olimpiade London, Lee Hyun Il berjumpa dengan sesama pemain kidal, Chong Wei Feng. Secara pengalaman, seharusnya Lee bisa menang dengan mudah. Namun harapan itu gagal, Wei Feng justru mengalahkan Lee Hyun Il dua gim langsung 21-15, 21-19 untuk memperpanjang nafas Malaysia Tigers.

BCq56abCcAAiVET

Malaysia makin percaya diri ketika ganda kedua mereka, Lim Khim Wah-Goh V Shem mengalahkan ganda kedua Musica, Fran Kurniawan-Hadi Saputra dua gim langsung 22-20, 21-19. Kedudukan seimbang 2-2 dan pertandingan dilanjutkan di partai kelima untuk menentukan sang pemenang.

Pada akhirnya, Chou Tien Chen berhasil membawa Musica memenangkan pertandingan itu setelah pukulan Arif melebar di sisi kiri lapangan Chou. Chou pun meluapkan kegembiraanya dengan melempar raket yang diikuti serbuan rekan satu klubnya (foto atas).

Usai memenangkan pertandingan, Chou yang diwawancara oleh pihak Trans7 mengaku sangat bersemangat karena dukungan penonton yang membahana di DBL Arena Surabaya. “Di Indonesia dukungan penontonnya luar biasa, saya tidak menemukan ini di Taiwan. Saya begitu bersemangat, sampai-sampai saya merasa jadi orang Indonesia,” begitu katanya.

Wawancara itu menarik karena sosok translater saat Chou diwawancara adalah mantan pebulutangkis yang pernah membela Taiwan, yakni Fung Permadi yang bertindak sebagai Manajer PB Djarum dalam turnamen itu. PB Djarum tidak menampilkan hasil terbaik di Djarum Superliga Badminton 2013, dimana tim putra mereka gagal lolos ke putaran Semifinal, karena hanya mengantongi satu kemenangan di fase grup.

Heryanto Arby : Surprise sekali jadi Juara

BCq1p0MCEAEoNT9

Dalam Konferensi pers terkait kemenangan mereka di Djarum Superliga Badminton 2013 ini, Manajer Klub Musica Champion yang juga salah satu pemilik Flypower, Heryanto Arby mengaku sangat surprise atas kemenangan timnya ini. “Kami surprise sekali jadi juara, padahal target awalnya semifinal. Awalnya lolos ke semifinal saja susah,” katanya.

Sementara salah satu ofisial Musica Champions, Effendy Widjadja mengaku berterima kasih atas dukungan penonton Surabaya yang turut membuat Tim Musica menjuarai Djarum Superliga Badminton Indonesia ini.  “Pertandingan hari ini sangat luar biasa, kami mengucapkan terima kasih untuk penonton Surabaya” ujar Effendy dikutip dari situs badmintnonindonesia.org.

Kemenangan PB Musica Champions ini memang diluar dugaan, karena klub ini sebenarnya baru di dunia Bulutangkis Indonesia. Klub ini awalnya dibentuk oleh mantan pemain yang sering berkumpul bersama setelah latihan di GOR PB Djarum di Petamburan, Jakarta. Mereka adalah Eddy Hartono, Hariyanto Arbi, Ade Lukas, Sigit Budiarto, dll yang kemudian menamakan komunitasnya Musica Flypower.

Pada ajang Djarum Superliga Badminton 2007, Musica Flypower memberanikan diri untuk berpartisipasi. Namun Karena belum terdaftar sebagai klub resmi di PBSI, Musica Flypower kemudian menggandeng sebuah klub kecil di kota Kudus yaitu Champions. Akhirnya dengan nama resmi Musica Champions, tim ini tampil di liga untuk pertama kalinya.

601308_471865406195533_652802398_n

Di awal keikutsertaannya di Superliga tahun 2007, Musica Champions berhasil menembus babak final dengan menyingkirkan klub-klub lain seperti Indocafe Medan, Aufa Jakarta, BPKD Kukar, dan sebagainya. Di Superliga tahun 2011, penampilan Musica Champions kian gemilang. Mereka bahkan sempat mengalahkan PB Djarum di babak penyisihan.

Pada tahun ini, Musica Champions akhirnya berhasil menjadi Juara dengan mengalahkan Malaysia Tigers dengan agregat 3-2. Klub ini juga menjadi daya tarik tatkala berhasil menggandeng Lee Chong Wei, pebulutangkis nomor 1 Dunia meskipun hanya bisa bermain dua kali dalam turnamen ini.

PB Musica Champions berhasil menggandeng Lee Chong Wei karena kedekatan salah satu ofisialnya, Effendy Widjadja yang juga pengusaha rekaman itu dengan Lee. Tahun 2011 lalu, Lee Chong Wei juga ikut bertanding dalam turnamen ini, namun ia memperkuat PB SGS PLN Bandung lewat pertemanan dekatnya dengan Taufik Hidayat.