Chou Tien Chen masih ‘single’

BCulWigCMAAfAc2

“Saya merasa senang bisa membela tim Musica Champion dan bisa membawa tim ini menjadi juara,” begitu kata Chou Tien Chen, pemain muda berusia 23 tahun yang memastikan gelar Juara bagi klub Musica Champions usai mengalahkan Mohd Arif Abdul Latif dua gim langsung, 21-18, 21-19.

Atas kemenangan yang mengesankan itu, Chou Tien Chen pun menjadi idola baru para pecinta bulutangkis Indonesia. Selain parasnya yang boyish-looking, permainan Chou tidak bisa dianggap ecek-ecek.

Tahun lalu, tercatat ia sudah naik podium sebanyak 5 kali, yakni di Canada Open GP, Bitburger Open GPG, Iceland International, Norwegian International dan Welsh International. Beberapa nama besar seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Marc Zwiebler, Rajiv Ouseph dan Muhammad Hafiz Hashim sudah pernah ia kalahkan dalam karir bulutangkisnya. Tak salah bila para pecinta bulutangkis, khususnya kaum hawa ngefans dengan pria kelahiran 8 Januari 1990 itu.

222686_447046375365508_560881448_n

Selain persyaratan yang cukup untuk diidolakan sebagai atlet bulutangkis, ada tambahan keistimewaan Finalis Taiwan Terbuka itu, saat ini Chou sedang tidak memiliki hubungan alias berstatus jomblo.

Status Chou ini diceritakan oleh Rendra Wijaya dalam Konferensi Pers kemenangan Musica Champions, Sabtu kemarin. “Dia (Chou – red) single tuh,” celetuk Rendra diikuti tawa para wartawan yang hadir.

Melihat para wartawan tertawa, Chou bingung karena tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Ketika diberi pertanyaan lain pun, ia hanya bisa menggunakan bahasa tubuh untuk menjawab hingga pada akhirnya datang Fung Permadi, manajer PB Djarum yang bisa berbahasa mandarin. Jadilah ia translator dadakan saat itu.

BCt06rECMAApfHU

Di dunia maya, muncul beragam tanggapan menarik tentang pemain berperingkat 27 dunia ini. Di Twitter, Ia bahkan sudah menjadi salah satu Trending Topic Indonesia. Ada yang memuji parasnya, seperti twit yang dikeluarkan @eryckatafa yang mengatakan, “mana tahan ih liat wajahnya chou tien chen :(“ atau @Novia_Shawol yang mengatakan, “Chou tien chen ganteng sumpahhh.. Uwoo uwo.”

Dan banyak juga yang memuji semangat profesionalismenya dalam membela klub yang menyewanya. @serviserror mengatakan, “habishabisan, matimatian, darahdarahan bela klub yg menyewanya. Ini yang disebut profesionalisme.. ga sprti no nohh.. Haha.”

Bahkan yang berlebihan, ada fans justru terus teringat Chou Tien Chen, seperti kata @ValenGelleng yang mengeluarkan twit, “Jadi keterusan mikirin chou tien chen.. Gaswattt nih.. wkwkwk..” atau @gustriretno yang mengatakan, “kesemsem sama Chou Tien Chen.”

BCt0DP5CEAAUVEd

Fenomena Chou Tien Chen ini memang bukan yang pertama. Sebut saja di tahun 2008 lalu kala digelar Piala Thomas dan Uber di Jakarta. Lee Yong Dae saat itu menjadi bintang idola baru para kaum hawa pecinta bulutangkis. Yang perlu diingat, ngefans sah-sah saja, tapi nasionalisme itu yang terpenting…

Iklan