Razif Sidek terkesan dengan Ahsan-Hendra

SP0609MD006

Peraih medali perunggu Olimpiade Barcelona 1992, Razif Sidek akhir bulan lalu menyatakan bahwa pasangan ganda putra Indonesia, Muhammad Ahsan dan Hendra Setiawan menjadi pasangan yang harus diperhitungkan kedepannya. Pernyataan salah satu pelatih Malaysia ini tentu sangat berbanding terbalik dengan pernyataan Tan Kim her, pelatih Malaysia lainnya akhir tahun lalu.

Tahun lalu, pelatih Malaysia ini melihat bahwa pasangan ganda baru, Hendra Setiawan dan Muhammad Ahsan, tidak akan memiliki banyak pengaruh terhadap persaingan bulutangkis di nomor ganda putra. Yang ia perhatikan adalah penampilan ganda Korea, Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae.

Nyatanya, pasangan ganda putra Indonesia berhasil membungkam bibir Kim Her di depan publik Malaysia sendiri dengan menjuarai turnamen Malaysia Open Superseries 2013 mengalahkan pasangan yang diidolakan Kim Her, Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae dalam dua gim yang cukup jauh, 21-15, 21-13.

Berbanding terbalik dengan pernyataan Kim Her, kali ini pelatih Malaysia lain, Razif Sidek mengungkapkan bahwa pasangan Indonesia ini perlu diperhitungkan di kancah perbulutangkisan ganda putra. “Juara Malaysia Terbuka, Hendra dan partner barunya yang lebih muda, Muhammad Ahsan menunjukkan bahwa mereka adalah pasangan yang perlu diperhitungkan,” tutur Razif dikutip dari thestar.com.

hendraahsan

Dalam wawancara itu pula, ia menyayangkan absennya Lin Dan pasca Olimpiade, karena merasa kompetisi serasa dikuasai oleh Lee Chong Wei yang awal tahun ini sudah menjuarai dua titel Superseries, di Korea (mengalahkan Du Pengyu) dan Malaysia (mengalahkan Sony Dwi Kuncoro). Ia melihat dalam dua turnamen itu, Lee merasa tidak diuji.

“Saya berharap bahwa Lin Dan akan segera kembali beraksi. nomor tunggal putra dalam dua turnamen terakhir (di Korea Selatan dan Malaysia) terlihat membosankan. Tidak ada pertandingan yang menarik dan Lee Chong Wei hampir tidak diuji oleh lawan di kedua final,” tutur Razif dengan pede.

Lin Dan masih akan terus absen dari turnamen internasional, termasuk di All England, Maret mendatang. Kemungkinan saat ini ia sedang mengejar momongan bersama Xie Xingfang, karena sang rival, Lee Chong Wei, rencananya Mei mendatang akan memiliki bayi baru (persis nih waktu Sudirman Cup).

Dari dua turnamen terakhir, ia justru menikmati pertandingan di nomor tunggal putri. Beberapa bintang baru mulai muncul, dan salah satu negara yang menurutnya sukses memunculkan bintang baru di nomor ini adalah Indonesia. “Saya menikmati pertandingan tunggal putri di Korea dan Malaysia Terbuka. India, Taiwan dan Indonesia telah memiliki bintang muda baru yang mampu memberikan performa yang berkualitas melawan pemain China,” tambahnya.