Perunggu Olimpiade bikin Rusia makin Pede

url5

Tidak ada yang menyangka Rusia bisa meraih medali di ajang Bulutangkis Olimpiade lalu, tapi kenyataannya 2 Agustus 2012, Bendera Rusia berkibar di Wembley Arena, venue cabor Bulutangkis Olimpiade. Mereka adalah Valeria Sorokina dan Nina Vislova, pasangan ganda putri Rusia, mantan Juara Eropa yang akhirnya meraih medali perunggu di ajang olahraga tertinggi itu.

Meskipun skandal Olimpiade meninggalkan memori hitam bagi Bulutangkis, tetapi dibalik skandal itu kita diingatkan betapa sportifitas dalam olahraga akan selalu menang. Jangan pernah menganggap pasangan Rusia, Valeria Sorokina dan Nina Vislova ini jelek. Lihat apa yang mereka lakukan di Semifinal Olimpiade melawan Tian Qing-Zhao Yunlei (video sudah tersedia di youtube).

Tian-Zhao terkejut dengan permainan pasangan ini di Olimpiade lalu, dimana pasangan Rusia unggul cukup jauh 11-5 di interval gim pertama. Pukulan pasangan Rusia sering membuat Juara Olimpiade itu terkecoh, terutama pukulan Nina Vislova yang bertangan kidal. Saya sempat berpikir bahwa Apakah pemain bertangan kidal punya prospek untuk mengalahkan pasangan China?? Bagaimana menurut anda?

Meskipun akhirnya gagal di Semifinal, pasangan Rusia yang pernah menduduki peringkat 4 dunia ini berhasil meraih medali perunggu usai mengalahkan Alex Bruce-Michelle Li dari Kanada di bronze medal match dengan skor telak 21-9, 21-10. Dalam wawancara usai meraih medali perunggu, Valeria Sorokina mengaku bahwa medali ini punya arti yang besar bagi bulutangkis di Rusia. “Saya sangat senang dan medali ini sangat berarti untuk pemain Rusia.”

url7

Benar saja medali itu berpengaruh besar terhadap para pemain Rusia. Beberapa bulan usai Olimpiade London, pemain tunggal putra Rusia berhasil mencatatkan sejarah untuk pertama kali menginjakkan kaki di Perempat Final Korea Open SS Premier 2013 lalu, yakni Vladimir Ivanov. “Saya sebenarnya tidak berharap untuk mencapai perempat final tunggal putra di Korea Open karena saya lebih fokus pada ganda putra,” ujar pemain yang juga bermain di nomor ganda putra bersama Ivan Sozonov itu.

Sepekan kemudian, ia berlanjut ke Malaysia Open. Kali ini ia tersingkir di babak pertama oleh Wong Wing Ki. Namun di nomor ganda putra, ia berhasil menembus Perempat Final, sebelum kalah dari pasangan China, Chai Biao-Liu Xiaolong dengan skor yang sangat tipis 20-22 di gim penentuan. Ia mengaku bahwa salah satu pelecutnya bisa berprestasi di kancah Superseries seperti hasil di Korea dan Malaysia Terbuka itu adalah medali perunggu Sorokina-Vislova. “Olahraga ini (bulutangkis) meningkat tajam ketika pasangan ganda putri kami memenangkan perunggu di Olimpiade tahun lalu,” tutup Ivanov.

Selain merumput di nomor tunggal dan ganda putra, rencananya mulai turnamen Jerman Terbuka akhir bulan ini, ia akan menggantikan Alexandr Nikolaenko untuk bermain bersama Valeria Sorokina di nomor ganda campuran. Dari Daftar pemain yang sudah dirilis, Ivanov dan Sorokina harus memulai debut mereka dari babak kualifikasi. Tidak banyak pemain yang mampu bermain di tiga nomor sekaligus, perlu diapresiasi..

Ternyata, arti medali di ajang Olimpiade sangat berarti bagi suatu negara.. Khusus untuk Indonesia, kita baru merasakan sakitnya kegagalan dimana cabang olahraga yang tiap empat tahun menyumbangkan medali emas, tahun 2012 lalu harus pulang dengan tangan kosong… Benar kata Susi, Juara cuma ada satu, jadi kita harus bekerja keras lebih dari yang lain untuk meraih tempat itu..