‘Saudara’ Bulutangkis dicoret dari SEA Games

url

Saudara dekat cabor Bulutangkis, yakni Tenis dipastikan tidak akan dimainkan di SEA Games 2013 Myanmar. Kepastian ini didapat dari rapat Dewan dan Komite Eksekutif Federasi SEA Games di Myanmar beberapa hari yang lalu. Dalam rapat itu, Tenis bersama dengan senam, dua cabor yang dipertandingkan di Olimpiade, resmi dicoret dari daftar cabor SEA Games 2013.

Keputusan ini mengejutkan semua pihak. Federasi olahraga tenis Indonesia, Pelti yang diketuai oleh kakak Gita Wirjawan mengaku keputusan itu sangat aneh dan tidak masuk akal, karena alasan tidak dipertandingkannya Tenis di SEA Games mendatang karena Myanmar mengaku tidak punya lapangan tenis.

Namun setelah diselidik lebih dalam, ternyata alasan nyata dicoretnya Tenis karena tuan rumah memang tidak mau mempertandingkan olahraga yang tidak mungkin mereka menangi. “Kami memang tidak ingin mempertandingkan cabang olah raga yang tidak mungkin kami menangi,” ujar Htay Aung, anggota Panitia SEA Games 2013.

Menurut Kabid Pembinaan dan Prestasi PELTI, Wailan Walalangi, tindakan Myanmar tentu wajar sebagai tuan rumah, karena menginginkan untuk menjadi Juara Umum, tapi apa yang dilakukan Myanmar ini nyata sangat melukai semangat olahraga. “Semangat berolahraga (seperti) di Olimpiade sudah tidak ada. Yang dikejar juara umum. Myanmar wajar saja seperti itu, tidak bisa disalahkan juga,” ungkap Mantan atlet nasional itu.Ketika dinyatakan dicoret, Pelti mengaku sangat kecewa, padahal di SEA Games Palembang 2011, Tenis menyumbang 4 medali emas buat Kontingen Indonesia, dan tahun ini menargetkan 7 medali emas. “Kalau tenis dicoret pastinya sangat kecewa. Dulu tenis menyumbang empat medali emas saat SEA Games 2011.”

Dalam rapat yang berlangsung di Myanmar itu pula, Bulutangkis akhirnya kembali masuk ke daftar cabang olahraga yang dipertandingkan di SEA Games ke 27, bersama 32 cabang olahraga lain. Menurut Sekjen Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Timbul Thomas Lubis, daftar itu tidak bisa ditambah lagi. “Keputusan meeting kemarin sudah final. Bulutangkis, tenis meja, dan hoki masuk. Semuanya ada 33 cabor,” ungkap Timbul dikutip dari detiksport.

url

Ditanya mengenai kabar tidak jadi dicoretnya bulutangkis dari SEA Games ini, Ricky Subagja mengaku senang mendengar kabar tersebut, karena Bulutangkis adalah salah satu cabang yang diharapkan memberi banyak medali bagi Kontingen Indonesia.

“Saya sudah dengar kabarnya sejak tadi malam. Saya senang mendengar kabar tersebut. Dengan begitu, Indonesia berpeluang untuk mendapatkan emas di SEA Games,” ungkap Ricky. Di tahun 2011, Indonesia sukses meraih juara umum dengan raihan 5 emas, lewat beregu putra, tunggal putra, ganda putra, ganda putri dan ganda campuran. Tahun ini, Ricky berharap Indonesia kembali meraih juara umum. “Saya harap di SEA Games tahun ini, bulutangkis bisa menjadi juara umum lagi,” harapnya.

Seperti kita tahu, SEA Games adalah salah satu turnamen yang diperhitungkan PBSI tahun 2012 ini, selain All England (bulan Maret), World Championship (Agustus di Guangzhou) dan Piala Sudirman (Mei di Kuala Lumpur). Meskipun kita senang Bulutangkis tidak jadi dicoret, kita harus bersimpati kepada saudara dekat kita, Tenis yang tidak dipertandingkan di SEA Games mendatang.