Ganda Harus Saling Serius

Christinna+Pedersen+Olympics+Day+7+Badminton+Da9ZGUoVKlvl

Peraih medali perunggu Olimpiade London, Christinna Pedersen beberapa waktu lalu diwawancara usai meraih gelar juara di Malaysia Open 2012. Dalam wawancara itu, Pedersen mengaku kunci keberhasilan duetnya bersama Joachim Ficher Nielsen maupun Kamilla Rytter Juhl adalah keseriusan kedua pemain yang berduet.

Masih ingat berita heboh Kalista Natsir yang mengolok-olok Owi lewat akun pribadinya di Facebook? Dalam status yang dikeluarkan oleh kakak Butet itu, ia menganggap Owi tidak serius bermain bersama adiknya. Sebut saja salah satu status Kalista ini, “udah cukup bersabar dengan sifat dan kelakuan (Owi) yang tidak disiplin, sabar ada batasnya,” begitu salah satu status yang dikeluarkan Dokter itu.

Status itu dikeluarkan akibat kekalahan telak pasangan Indonesia atas Pasangan China di babak Grup Superseries Final 2012, dimana saat itu pasangan China dan pelatih yang mendampinginya dengan santai menertawai pasangan Indonesia. Status yang dikeluarkan oleh Kalista itu adalah contoh kecil dimana tanpa keseriusan dari satu pemain saja, duet ganda tidak akan berhasil.

Keberhasilan duet ganda bisa dilihat dari performa luar biasa Christinna Pedersen bersama Joachim Fischer Nielsen dan Kamilla Rytter Juhl di turnamen BWF Superseries Final lalu, dimana ketiga pemain Denmark itu sukses mengalahkan dua Juara Olimpiade, Zhang Nan-Zhao Yunlei dan Tian Qing-Zhao Yunlei, masing-masing di Final ganda campuran dan Semifinal ganda putri. Menurut Pedersen, salah satu kunci sukses bermain di ganda adalah keseriusan kedua pemain. “Kami harus saling serius,” tegas Pedersen.

Christinna+Pedersen+Jin+Ma+Olympics+Day+7+sYCB0s8Lsd2l

Selain performa hebat di Superseries Final, Christinna Pedersen juga menunjukkan penampilan yang luar biasa di Olimpiade London dengan meraih medali perunggu. “Saya sangat senang dan bangga dengan medali itu. Dengan medali, sekarang saya bisa katakan kepada diri saya sendiri:  Saya melakukannya, saya memenangkan medali yang sangat berharga bagi saya dan negara saya,” begitu kata Pedersen.

Dalam wawancara dengan Dev Sukumar itu pula, Pedersen mengaku kecewa dengan kekalahan tipisnya di Semifinal atas Zhang Nan-Zhao Yunlei, dimana pasangan China itu menang 21-19. “Tentu hal itu sangat menyakitkan. Saya benar-benar kecewa tetapi saya memutuskan bersama Joachim dan pelatih kami Lars Uhre bahwa kami harus memenangkan medali perunggu dan kami berhasil. Ini adalah kemenangan besar bagi kami. Beberapa pemain Denmark banyak yang kehilangan pertandingan itu dan hanya finish di tempat keempat,” tambah pemain ganda putri berperingkat 3 dunia itu.

Dalam sejarah Olimpiade, Pebulutangkis Denmark memang mencatatkan sejarah yang tidak mengenakan di partai perebutan tempat ketiga ini. Contohnya adalah pemain ganda fenomenal dari Denmark, Rikke Olsen yang kalah tiga kali berturut-turut di bronze medal match dari Olimpiade 1996 hingga 2004. Yang pertama bersama Helene Kirkegaard (WD) di Olimpiade 1996 (kalah dari Qin Yiyuan & Tang Yongshu), kedua bersama Michael Sogaard (XD) di Olimpiade 2000 (kalah dari Simon Archer-Joanne Goode) dan yang ketiga di Olimpiade 2004 bersama Jonas Rassmusen (XD), kalah dari kompatriotnya Jens Eriksen-Mette Schjoldager.

Olympics+Day+8+Badminton+VyTpnYjUUQll

Padahal duetnya bersama Jonas Rassmusen di Olimpiade 2004 itu sempat fenomenal karena keduanya sukses mengalahkan pasangan Kim Dong Moon-Ra Kyung Min dari Korea, yang mencatatkan 70 pertandingan yang berakhir dengan kemenangan. Selain Rieke Olsen, beberapa pemain Denmark lain juga seringkali gagal di partai perebutan tempat ketiga. Peter Gade kalah dari Xia Xuanze di bronze medal match Olimpiade Sydney, disusul Jens Eriksen-Martin Lundgaard Hansen (MD) di Olimpiade 2004 oleh Eng Hian dan Flandy Limpele, dan yang terakhir Lars Paaske-Jonas Rassmusen (foto atas) yang kalah dari Lee Jae Jin-Hwang Ji Man di bronze medal match MD Olimpiade 2008.

Kedepannya, Pedersen mengaku bahwa untuk menjadi atlet hebat sepertinya, yang diperlukan oleh pemain Denmark adalah profesionalisme. Tidak banyak pemain Denmark yang memutuskan untuk serius menekuni dunia bulutangkis. “Saya pikir pemain masa depan Denmark perlu lebih profesional menekuni olahraga mereka,” tutup Pedersen.