Saina tak pernah lupakan Maria Kristin

15437636.cms

Pebulutangkis peringkat dua dunia, Saina Nehwal menjadi makin populer usai meraih medali perunggu di ajang Olimpiade London, tahun lalu. Setiap media India berebutan mewawancarai pebulutangkis berusia 22 tahun itu, termasuk media online Hindustan Times yang mengangkat Kekalahan yang tidak seharusnya menimpanya di Olimpiade Beijing tahun 2008.

Dalam artikel yang dimuat dalam situs Hindustantimes.com itu, Saina mengungkapkan bahwa ia tidak pernah melupakan kekalahannya dari Maria Kristin Yulianti di Perempat Final Olimpiade 2008, dimana saat itu ia unggul jauh 11-3 di interval gim ketiga, namun harus menyerah 15-21 di akhir pertandingan. “Saya sangat senang meraih medali, tetapi aku tidak akan pernah melupakan pertandingan itu (Olimpiade Beijing),” ujar Saina.

“Sangat sulit untuk melupakannya karena seharusnya saya bisa menginjakkan kaki di Semifinal Olimpiade pertama saya namun saya gagal. Kekalahan di Beijing sangat menyakitkan hati, itu adalah pertandingan yang mudah tapi saya membuatnya sulit,” tambah Juara Indonesia Open 2009, 2010 dan 2012 itu.

SN_Vs_MY_part7 - YouTube.flv_000004333

Kekalahan menyakitkan itu dibalas dengan raihan perunggu di Olimpiade London. Saina sudah memimpikan untuk meraih medali di ajang tertinggi itu sejak usia 9 tahun. “Saya sangat ingin meraih medali Olimpiade sejak usia 9 tahun. Saya ingin merasakan berada di podium dan dikalungkan medali, hingga akhirnya saya berada di podium dan semua yang saya inginkan terkabul (di London),” ujar Saina bahagia.

Saina mengaku saat-saat itu adalah saat paling emosional dalam hidupnya, karena ia mulai membayangkan bagaimana perjuangannya selama 13 tahun berlatih bulutangkis. “Itu sangat emosional. Aku membayangkan perjalanan 13 tahun terakhir dari kerja keras saya dan saya mulai menangis,” katanya.

Untuk Olimpiade Rio, Saina mengaku tidak akan muluk-muluk menargetkan raihan emas untuk Olimpiade Rio karena ia berkaca dengan kisah Maria Kristin Yulianti, dimana tidak selamanya setiap pemain akan selalu berada di puncak karirnya. “Bermain di Olimpiade berikutnya jelas merupakan impian. Namun itu tidaklah mudah, apalagi untuk tetap berada di atas. Saya berharap saya tetap berada dalam kondisi yang baik beberapa tahun ke depan,” komentar Saina.