Myanmar perparah posisi Bulutangkis

antarafoto-1321974306-

Bulutangkis mendapat pukulan yang cukup berat setelah Myanmar mengeluarkan surat yang didalamnya tidak mencantumkan Bulutangkis sebagai bagian dari olahraga yang dipertandingkan di SEA Games 2013 di Myanmar, Desember mendatang. Selain Bulutangkis, keempat cabang olahraga lain, yakni Tenis, Tenis Meja, Taekwondo dan Senam juga terancam tidak dipertandingkan di SEA Games ke 27 itu.

Selain dampak jangka pendek apabila Bulutangkis benar-benar tidak dipertandingkan di Olimpiade, dimana perolehan medali negara-negara kuat di cabang ini seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan Singapura akan berkurang, dampak jangka panjangnya akan membuat kita tercengang, Bulutangkis dicoret dari Olimpiade.

Pernyataan ini keluar dari Rita yang sempat mengatakan bahwa pada tahun 2012, IOC sempat mengeluarkan surat tentang penyorotan terhadap tiga cabang olahraga, yakni Bulutangkis, Tenis Meja dan Taekwondo. Tidak diketahui kepastian mengenai penyorotan itu, tetapi apabila cabang-cabang olahraga Olimpiade tidak dipertandingkan di tingkat regional (semisal SEA Games ini), maka IOC makin yakin bahwa cabang olahraga tersebut akan dicoret dalam keikutsertannya di Olimpiade. (jika di regional saja tidak dipertandingkan, mana mungkin di tingkat Internasional dipertandingkan.. Mulailah dengan yang kecil untuk membuat hal yang besar)

Kelima cabang olahraga yang dicoret itu kemungkinan akan digantikan oleh beberapa cabang olahraga baru yang diusulkan, seperti Fencing, Fin Swimming, Hoki, Petanque, Soft Tennis, Tarung Drajat dan Vovinam. Kepastian cabang olahraga yang tampil di Myanmar akhir tahun ini baru akan dibahas oleh utusan negara-negara ASEAN pekan depan.

url3

Bulutangkis memang setiap tahunnya diwacanakan untuk dicoret dari Olimpiade, namun hingga tahun 2016 mendatang, posisi Bulutangkis masih aman. Tetapi belum pasti untuk tahun 2020, pasalnya bulan September mendatang, akan dilakukan bidding untuk penentuan cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade 2020.

Bulutangkis mungkin punya Li Lingwei, mantan Juara Dunia yang menjadi salah satu anggota IOC, tetapi keputusan penetapan cabang olahraga Olimpiade tetap ada pada pemegang hak suara dari negara-negara anggota IOC. Tahun 2005 lalu, kita mengingat bagaimana Softball dan Baseball dicoret dari cabang olahraga Olimpiade. Mereka mendapat kerugian besar akibat peristiwa itu.

Juara Dunia 2005, Taufik Hidayat pun sudah pesimis bahwa Bulutangkis tidak akan berlanjut di Olimpiade. “Sudah ada pembicaraan bahwa bulu tangkis tidak dapat lagi dimainkan di Olimpiade 2020. Kita harus ingat itu. Sedangkan olahraga lain memiliki kekuatan dalam melobi untuk bisa masuk,” ungkap peraih medali Emas Olimpiade Athena itu.