Paulus Firman melatih Malaysia

wiwid1

Mantan pelatih ganda putri Pelatnas Cipayung, Paulus Firman yang dikeluarkan dari Pelatnas Cipayung dalam Promosi dan Degradasi PBSI awal bulan ini akan melatih Tim Bulutangkis Malaysia mulai awal bulan depan. Tidak masuknya nama Paulus dalam jajaran pelatih ini kemungkinan karena kiprahnya di Olimpiade lalu.

Paulus Firman diputuskan untuk terbang ke London mendampingi ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Meiliana Jauhari untuk mengikuti ajang Olimpiade London. Keterpilihannya saat itu tentu bukan asal-asalan.

Bulan Juni lalu, Paulus yang terkenal dengan dekat anak didiknya ini sukses menghantarkan ganda putri Indonesia untuk mencapai partai Semifinal Indonesia Open 2012, mengalahkan Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna di perempat Final, pasangan yang tentu saja tidak bisa dianggap remeh. Dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, Polii dan Jauhari tidak pernah sekalipun mengalahkan Maeda-Suetsuna.

Lolos ke Semifinal, pasangan ini nyaris saja lolos ke partai puncak tatkala membuat kocar-kacir pasangan peraih medali emas Olimpiade London, Tian Qing-Zhao Yunlei, meskipun pada akhirnya kalah 19-21 di gim penentuan.

Prestasi menghantarkan pasangan ganda putri Indonesia itu ke Semifinal itu adalah tiket utama Paulus Firman ke London dengan harapan Greysia-Meiliana bisa memecah kebuntuan di nomor yang sejak dipertandingkan di Olimpiade, belum menyumbangkan medali bagi Indonesia.

badminton_003_2295244k

Alih-alih strategi untuk meraih medali, justru pasangan ganda putri Indonesia ini harus terhenti secara tidak hormat karena dituduh mengalah dalam partai penyisihan grup terakhir di Grup C, dimana Greysia-Meiliana berjumpa unggulan ketiga, Ha Jung Eun-Kim Min Jung.

Keduanya sama-sama ingin mengalah karena lawan yang akan dihadapi di Perempat Final sudah bisa diprediksi. Jika saat itu mereka menang, mereka harus berjumpa Wang Xiaoli-Yu Yang yang menjadi Runner Up Grup A, lawan yang tentu paling dihindari selama turnamen itu.

Beberapa kali laga itu dihentikan karena wasit masih menyatakan kedua pasangan tidak fight sehingga referee pun mengeluarkan kartu hitam. Kedua pasangan ini segera bernegosiasi agar kartu ini dibatalkan dan akhirnya diberikan kesempatan kedua.

Pertandingan kembali beberapa kali diberhentikan, kali ini alasannya adalah pelatih Korea Selatan yang komplain dan menganggap pasangan Indonesia tidak serius bertanding. Alhasil Paulus pun memutuskan untuk walkout. “Pelatih Korea Selatan komplain dan menganggap kita tidak bermain serius. Padahal Kim/Ha juga tidak tampil fight apalagi di set pertama banyak bola yang diduga disengaja disangkutkan ke net,” ujar Paulus.

“Lalu mereka komplain lagi kenapa di set ketiga Greysia dan Meiliana bisa tertinggal sangat jauh, tapi saya jelaskan agar laga ini tetap dilanjutkan saja,” tambahnya.

London Olympics Badmi_Bake

Kejadian itu membuat seluruh mata yang memandang Olimpiade, tertuju pada satu cabang olahraga, yakni Bulutangkis. Malam hari setelah partai itu berlangsung, rentetean berita yang menurut Gill Clark sebagai sebuah aib itu dengan cepat menyebar.

Tak mau nama bulutangkis makin jelek, Federasi Bulutangkis Dunia akhirnya memutuskan untuk mendiskualifikasi keempat pasangan ganda putri yang diduga melakukan match fixing, yakni dua pasangan Korea, satu pasangan dari China dan Greysia-Meiliana.

Diduga karena alasan diskualifikasi itulah, kemungkinan Paulus Firman dipecat dari Pelatnas Cipayung. Selain Paulus, nama lain seperti Agus Dwi Santoso, Rony Agustinus dan Verawaty Fajrin juga dipecat dari Cipayung.

Uniknya, kejadian yang menimpa Paulus juga terjadi pada Agus Dwi Santoso dan Rony Agustinus. Agus dan Rony adalah dua pelatih di nomor tunggal putra yang sukses menghantarkan Simon untuk meraih titel Juara di Indonesia Open lalu. Kini posisi mereka digantikan oleh Marleve Mainaky dan Imam Tohari.

AyeiLjLCIAA8PRO

Sementara untuk Paulus, ia digantikan oleh Reony Mainaky yang bersama Namrih Suroto dan Endra Mulyajaya akan menangani nomor ganda putri. Keluar dari Pelatnas, Paulus menerima tawaran emas untuk melatih di negeri jiran, Malaysia.

Dijadwalkan dari situs olahraga Malaysia, Paulus akan tiba di Kuala Lumpur pada 29 Januari. Dari berita yang disebutkan media itu, Paulus rencananya akan melatih nomor ganda putra, khususnya ganda putra andalan mereka, Koo Kean Keat-Tan Boon Heong.

Duet Koo-Tan yang sudah menelurkan titel All England dan emas Asian Games itu dalam setahun pasca Olimpiade akan diuji penampilannya. Jika mereka dinilai bagus, mereka akan dipertahankan. Namun jika penampilan mereka buruk hingga Kejuaraan Dunia nanti, duet ini akan bubar.

image

Adalah Tan Kim Her (foto atas), orang yang mempromosikan nama Paulus Firman untuk melatih Malaysia. Tan Kim Her yang pernah dilatih Paulus di Wira Tangkis, mengungkapkan bahwa Paulus adalah seorang yang punya dedikasi dan kerja keras.

“Paulus melatih Soo Beng Kiang dan saya ketika kami berada di Wira Tangkis. dia sangat berdedikasi dan sosok pekerja keras. Dia dikenal melakukan tugas tanpa banyak ribut dan bekerja baik dengan pelatih lainnya,” ujar Kim Her.

Kim Her mengaku bahwa sebenarnya Paulus diminta untuk melatih di nomor ganda putra, tetapi karena pengalaman melatih di Timnas Indonesia, ia juga diminta untuk memberikan gagasan untuk meningkatkan kualitas ganda putri dan ganda campuran mereka.

“Menghadapi Kejuaraan Dunia, Saat ini kami berharap Paulus bisa meningkatkan kualitas Koo dan Tan serta membantu Tan Wee Kiong-Hoon Tien How untuk menjadi pasangan ganda kelas atas,” tutup Kim Her.

Satu lagi pelatih Indonesia keluar, siapa mau keluar lagi? Ngadu ke Pak Rexy..