KOI jadi Tim Sukses Justian

124785

Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pimpinan Rita Subowo beberapa waktu lalu menyatakan kesediaannya untuk mendukung pencalonan Justian Suhandinata untuk bertarung menjadi Presiden BWF pada bulan Mei mendatang.

Pemilihan Presiden BWF yang rencananya digelar di sela-sela turnamen Piala Sudirman itu kemungkinan akan diikuti 3 calon kuat, yakni Justian, Nadzmi Mohd Salleh (Malaysia) dan Poul Erik Hoyer Larsen (Denmark). Sementara sang pertahana, Presiden BWF asal Korea, tidak mencalonkan diri.

Tahun ini, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Pesta Olahraga Negara-negara Islam. Menjelang pesta olahraga itu, KOI akan mengadakan pertemuan dengan 59 federasi olahraga negara-negara peserta (ISSF). Rencananya dalam pertemuan itu, Rita Subowo sebagai Ketua KOI akan turut mempromosikan pencalonan Justian.

“KOI siap membantu Justian dalam melaksanakan pencalonannya sebagai presiden dan mendukung beliau sesuai kebutuhan untuk menjadi pemimpin dunia di bulutangkis,” ujar Rita.

Selain dengan ISSF (gabungan Federasi olahraga negara-negara Islam) itu, Rita yang dikenal luwes dalam diplomasi itu juga lebih dulu menghubungi pihak Dewan Olimpiade Asia (OCA) dan Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Dengan IOC, KOI akan berkirim surat untuk merekomendasikan Justian. “Kami akan tonjolkan prestasi dan pengalaman Justian di bulutangkis Indonesia. Selain itu, kami akan merekomendasikan Justian kepada key person NOC untuk maju dalam pemilihan Presiden BWF nanti,” ujar Rita.

chn-team

Selain oleh KOI, Justian sendiri juga gencar melakukan promosi pencalonannya. Dua hari yang lalu, Justian memutuskan untuk terbang ke Nairobi untuk bertemu dengan 20 negara Afrika. “Tanggal 22 Januari mendatang, saya akan ke Nairobi bertemu dengan 20 negara Afrika,” ujarnya satu pekan yang lalu.

Setelah itu, ia akan melanjutkan di Iran dan beberapa negara di kawasan Eropa. “17 Februari di Iran, dan rencana ke negara di wilayah Balkan, Eropa Timur,” kata pemilik klub PB Tangkas itu.

Jika Justian terpilih, Sejumlah program pun telah disiapkan Justian. Di antaranya menjadikan bulutangkis sebagai olahraga industri. “Saya akan 
menjadikan bulutangkis sebagai olahraga industri dengan memperkenalkan bulutangkis sejak usia dini. Ini untuk memaksimalkan potensi bulutangkis di setiap negara,” tambah Justian.

Sementara itu, Kepala Pelatih Timnas China, Li Yongbo menyatakan dukungannya kepada Presiden BAM, Nadzmi Mohd Salleh untuk mencalonkan diri sebagai Presiden BWF. “Dia (Nadzmi) punya jiwa kepemimpinan dan pengaruh yang besar untuk menambah popularitas dan memperkenalkan olahraga ini ke seluruh dunia,” kata Li Yongbo dikutip dari The Star.

Lawan lain Justian adalah Presiden BE (Badminton Europe), Poul Erik Hoyer Larsen, peraih medali emas Olimpiade Atlanta. Menghadapi kedua lawannya itu, Justian mengaku akan menonjolkan kemampuannya membawa kemajuan bulutangkis. “Bukan menyombongkan diri, saya merasa punya potensi membuat bulutangkis semakin maju. Terutama melihat keberhasilan saya memimpin klub.”