Sistem Reli Poin dimata Pemain

378974

Tak lengkap membicarakan bulutangkis bila tak membahas sistem reli 3 x 21 poin ini. Sistem yang ditetapkan mulai tahun 2006 untuk alasan promosi olahraga ini sangat berbeda dengan sistem pindah bola 3 x 15 poin di masa kejayaan bulutangkis Indonesia dulu. Mungkinkah ini penyebab menurunnya bulutangkis Indonesia?

Di turnamen Thomas dan Uber Cup 2006 (foto atas) adalah titik balik dari sejarah bulutangkis, dimana di turnamen itulah, untuk pertama kalinya sistem reli poin 3 x 21 diberlakukan hingga saat ini.

Banyak sekali pro dan kontra. Sebagian besar masyarakat pecinta bulutangkis Indonesia saat itu menentang adanya sistem baru itu pada awal kemunculannya, karena tipe permainan para pemain Indonesia memang lambat panas, yang cocok dengan sistem pindah bola 3 x 15, dimana pemain yang unggul terlebih dahulu belum tentu menang.

Berbeda dengan reli poin, dimana mencuri start adalah hal utama, selain tuntutan kesempurnaan tanpa satupun kesalahan dari pemain itu sendiri (ada istilah : Pemain dilarang error >> Owi perlu baca nih).

Memang keunggulan dari sistem ini adalah lamanya durasi yang tidak sepanjang sistem lama, dan sistem baru ini lebih cocok dengan para pemain yang berusia tua, seperti yang diungkapkan Flandy Limpele yang menjawab pertanyaan duaribuan lewat akun twitternya @Flectra. “Kalo fisik lagi kuat sistem pindah bola 15 gak ada masalah, tapi kalo sudah tuwir diatas 30, gempoor lah. Bola 21 lbh pas,” begitu ujarnya.

66755_10151205641349562_120173222_n

Pada sistem skoring yang terdahulu, game berakhir pada angka 15, kecuali angka 11 untuk tunggal putri. Leading di awal tidak menjamin kemenangan, karena hanya pemain yang menerima servis lah yang bisa mendapatkan poin. Di sistem ini pula, pemain bisa lepas bermain tanpa rasa takut untuk melakukan error. Permainan akan seru apabila kedua pemain seimbang kekuatannya, kejadian bergantian pindah bola akan menjadikan sesuatu yang sangat menegangkan namun menghibur.

Sesudah sistem berubah

Pertandingan terasa tidak asyik karena ketika kita melihat lawan sudah unggul jauh 19-7 misalnya, saya sudah nutup televisi. Berbeda dengan sistem dahulu, di Piala Sudirman 1989, Susi dari ketinggalan 0-10 berhasil balik menang 12-10. Fantastis..

Sistem 21 bagi saya tidak cocok bagi pemain yang punya mental jelek. Sistem ini mempengaruhi jiwa pebulutangkis, karena mereka dituntut untuk tidak membuat kesalahan sedikitpun, sehingga mainnya terkesan mikir-mikir (ntar nyangkut, ntar gak nyampe.. atau gimana lah), alhasil pemain yang sebenarnya punya skill tinggi pun harus kalah karena tidak bisa bermain lepas.

Inilah yang saya rasa menjadi inti dari mundurnya bulutangkis Indonesia. Indonesia punya skill hebat, dunia masih mengakuinya, tapi mental mereka belum matang. Aku lebih berharap ada penggemblengan mental di Pelatnas.. Gak mungkin kan minta perubahan sistem lagi..

Menurut saya cara yang paling tepat untuk menggembleng mental adalah kekerasan, karena jika mereka tidak mau berlatih keras, maka harus ada aturan untuk memperkeras latihan mereka.. mirip-mirip di China lah.. Tapi itu buat kepentingan mereka juga, karena pasti setiap atlet tidak mau berakhir tragis jadi pengangguran kan..

Atlet Bicara

Lee-Chong-Wei

Para atlet juga sering mengomentari sistem ini, kebanyakan dari mereka lebih menyukai sistem poin lama 15. Brikut adalah komentar beberapa atlet yang sudah duaribuan rangkum dari situs badminton-information.com :

Lee Chong Wei

Saya pikir untuk menang dalam sistem baru, kita harus bermain dengan kecepatan. Anda harus menyerang ketika kesempatan muncul. Ada juga sedikit waktu untuk recovery diantara tiap poin (mid game interval). Berbeda dengan sistem poin lama dimana untuk meraih angka kita harus memiliki stamina dan daya tahan yang lebih di lapangan.

Hendrawan

Di sistem reli poin 21, harus punya kecepatan, kekuatan dan serangan yang lebih. Setelah sistem ini diterapkan, saya belum pernah melihat pemain defensif keluar sebagai juara. Saya bukan mengatakan pemain defensif tidak dapat menjadi juara dalam sistem baru, tapi itu sulit terjadi. Sekarang, pemain bertipe defensif makin sedikit. Saya sendiri lebih suka sistem 15 poin, karena pemain defensif seperti Ardy Wiranata, Joko Suprianto dengan keahliannya bisa menjadi Juara.

Muhammad Hafiz Hashim

Sistem poin 21 lebih cepat dan tidak mudah untuk menang. Tekanan akan ada sepanjang pertandingan. Anda harus terus siap sepanjang waktu. Jika anda sedikit kehilangan fokus, anda bisa kehilangan pertandingan juga. Dalam pandangan saya, saya lebih suka sistem lama 15 poin, karena anda akan mendapatkan kepuasan yang lebih banyak.

Daren Liew

Ini lebih cepat, orang-orang bermain di kecepatan yang tinggi. Tidak banyak reli, lebih cepat mendapatkan poin. Dalam sistem ini, dibutuhkan gaya bermain menyerang.

Rexy Mainaky

Saya rasa sistem poin lama lebih baik karena menguji skill dan fitness. Untuk sistem 21 poin, itu lebih dimenangkan oleh siapapun yang lebih cepat dan lebih kuat. Berbeda dengan sistem lama, sistem 21 poin tidak memiliki seni.

Wong Mew Choo

Selama sistem 11 poin berlangsung, pertandingan berlangsung dengan level yang tinggi. Sekarang kamu tidak hanya bisa melihat pemain China tetapi juga pemain dari Jepang, India dan Rusia. Dengan sistem 21 poin ini juga, saya rasa pemain Eropa bisa menyaingi pemain Asia. Tidak banyak pemain Eropa, tetapi setidaknya anda bisa melihat beberapa pemain selain China. Dari awal orang mungkin berpikir sistem ini berakhir sangat cepat tapi sekarang seiring berjalannya waktu, pemain mulai terbiasa untuk itu. Mereka tahu cara bermain dan berlatih untuk sistem ini. Sekarang permainan pada tingkat yang tinggi akan bertahan hingga satu jam atau lebih. Durasi permainan semakin lama seiring berjalannya waktu.

Zulfadli Zulkifli

Saya akan lebih memilih sistem 15 poin karena anda bisa menampilkan skill dan seni dalam bulutangkis. Sementara sistem 21 poin membutuhkan kecepatan dan kekuatan. Anda harus sangat fokus, konsisten dan tidak melakukan banyak kesalahan.

Chong Wei Feng

Sistem ini bagus untuk pemain muda atau pemain yang tidak diunggulkan untuk bisa mengalahkan pemain yang lebih terkenal (Like this banget)

Tony Gunawan

Sistem 21 poin membantu para pemain seperti saya yang dianggap tua karena durasi permainan tidak selama seperti sebelumnya. Dengan sistem baru, setiap orang mengubah gaya mereka. Sekarang yang menang adalah mereka yang fokus, cepat dan kuat.

Howard Bach

Saya pikir sistem itu lebih baik untuk TV. Di masa lalu, servis untuk poin, kamu bisa melihat reli-reli hebat tetapi skor tetap 2-1. Saya pikir semua orang harus mendapatkan imbalan untuk satu poin. Tidak masalah (sistem 21), asalkan setiap orang mendapatkan imbalan atas sebuah poin. Jadi saya pikir itu baik.