Lee Hyun Il menutup Karir

501f6911812d3

Peraih medali perak Asian Games 2002, Lee Hyun Il akhirnya benar-benar pensiun dari dunia Bulutangkis usai mengikuti gelaran Olimpiade lalu. Pria berusia 32 tahun ini kembali harus menjadi Semifinalis di Olimpiade, setelah dikalahkan pemain China, Chen Long di perebutan medali perunggu.

Empat tahun yang lalu di Olimpiade Beijing, Lee Hyun Il membuat berita besar tatkala menaklukkan unggulan kelima, Kenneth Jonassen di awal turnamen, lalu menjungkalkan harapan Bao Chunlai untuk berjumpa Lin Dan saat ia tersingkir di Perempat Final.

Di Semifinal, Lee Hyun Il digagalkan langkahnya oleh Lee Chong Wei. Kalah di Semifinal, ia harus bertarung untuk memperebutkan medali perunggu. Lawan yang dijumpainya saat itu adalah Chen Jin. Melawan unggulan keempat itu, Lee Hyun Il kembali kalah dan harus puas finish di posisi keempat.

Usai Olimpiade Beijing, Lee Hyun Il mengumumkan untuk pensiun dari dunia bulutangkis (usianya saat itu 28 tahun). Namanya saat itu sudah hilang dari peredaran, namun kembali muncul ke lapangan pada tahun 2010, alasannya karena pelatih dan rekan satu timnya saat itu mengharapkannya untuk mengisi stok pemain tunggal yang kurang di Tim Nasional Korea.

610x

Setelah ia memutuskan untuk kembali ke pentas internasional, prestasi terbaiknya adalah menjadi Juara di Macau Open 2011 dan Semifinalis di All England 2012.

Di Olimpiade London lalu, Lee kembali mengulang kisahnya di Beijing. Ia berhasil mengalahkan unggulan asal China di Perempat Final, yakni Chen Jin, namun kalah di dua partai selanjutnya, yakni di Semifinal oleh Lin Dan dan di perebutan medali perunggu oleh Chen Long.

Usai Olimpiade, Lee Hyun Il benar-benar memutuskan untuk pensiun dari dunia bulutangkis. Namun, saat ini ia benar-benar kecewa, tidak ada tunggal putra Korea lagi yang bersinar, selayaknya dirinya dan Park Sung Hwan yang memilih lebih dulu pensiun.

Secara terang-terangan

Di sela-sela Kejuaraan Dunia 2011 di London tahun lalu, Lee sudah mengemukakan bahwa dirinya segera pensiun seusai Olimpiade. “Ini adalah Kejuaraan Dunia terakhir saya. Saya akan bertahan sampai Olimpiade London kemudian aku akan pensiun,” ujar Lee.

mo11r210

Menurutnya, alasan berkurangnya para pemain tunggal putra di negerinya adalah karena kurangnya dorongan untuk berprestasi dari para pemain muda (mirip Indonesia banget!!). “Dorongan untuk unggul dalam bulutangkis tidak ada di kalangan generasi muda. Kami tidak memiliki pemain tunggal di masa mendatang. Bahkan jika ada pemain, mereka lebih tertarik bermain di nomor ganda,” begitu ujarnya.

Beberapa pemain muda Korea yang berprestasi di waktu junior pun, mulai eksodus ke nomor ganda. Contohnya adalah peraih medali perunggu tunggal putra Youth Olympic Games 2010, Kang Ji Wook yang makin bersinar ketika berpindah ke nomor ganda. Salah satu prestasinya adalah menjadi Finalis di India GP Gold lalu (ganda putra, dikalahkan Lee-Ko di Final).

Dalam acara itu, ia juga menyinggung kehebatan tunggal putra China, Lin Dan yang menurutnya masih menjadi pemain terbaik hingga saat ini. “Lin Dan (Cina) adalah pemain terbaik saat ini. Saya pikir dia masih akan menjadi yang terbaik untuk beberapa waktu ke depan. Ini tidak akan mudah untuk menang ketika kita berjumpa dengannya. “

Apa yang terjadi di Korea mirip dengan apa yang terjadi di Indonesia. Generasi muda mereka tidak terlalu memiliki passion, sehingga bulutangkisnya kini tidak seperkasa dulu. Kisah Lee Hyun Il pun mengingatkan kita dengan Taufik Hidayat, keduanya memperpanjang karir mereka karena kecemasan tidak adanya generasi penerus di nomor yang ia geluti.