Hendra dan Butet tak terkejar

Picture1

Menjelang penutupan polling Miss & Mister Badminton 2012, Liliyana Natsir dan Hendra Setiawan sampai sore hari ini masih memimpin polling yang dilaksanakan duaribuan untuk kali kedua ini. Tapi di Mister Badminton, tidak menutup kemungkinan Hendra terkejar oleh Lee Yong Dae.

duaribuan mengharapkan duet Liliyana Natsir dan Lee Yong Dae untuk menjadi Miss & Mister Badminton 2012, tapi tidak apa juga kalo Hendra Setiawan yang meraih Mister Badminton.

Untuk kali ini, duaribuan secara singkat akan membahas masing-masing nominasi. Alasannya karena keterbatasan duaribuan dalam hal waktu, laptop rusak dan pemiliknya sedang bersiap menghadapi Ujian Nasional (UN), jadi harap dimaklumi para pembaca setia duaribuan.

MISTER BADMINTON

Lin Dan

Di tahun 2012, Lin Dan mengawinkan titel All England dan medali emas Olimpiade. Dengan raihan emas itu, ia juga mencatatkan diri sebagai pemain pria pertama yang sukses mempertahankan medali emas di Olimpiade.

Kabar bahagia dari Lin Dan di tahun adalah pernikahan megahnya bersama Xie Xingfang, setelah dua tahun hanya mengikatkan janji lewat dokumen sipil yang ditanda tangani 2010 lalu. Saat ini, ia memimpikan bisa memiliki seorang anak.

Beberapa berita hot seputar Lin Dan juga mewarnai 2012, diantaranya Juara Dunia 2011 ini memilih untuk absen di Indonesia Open Superseries Premier, tapi ia justru mengikuti turnamen Thailand Open GP Gold, sepekan sebelum Indonesia Open. Alhasil, entah ini karma atau bagaimana, Lin Dan malah Kekalahan atas Sony Dwi Kuncoro di partai Semifinal. Sony pun keluar sebagai juara di turnamen ini.

Peter Gade

London Olympics Badminton Men

Tak ada yang menyayangkan sosok pemain Denmark ini bisa masuk ke daftar nominasi Mister Badminton. Beberapa hari lalu, ia menuntaskan tugasnya membela Denmark di dunia bulutangkis dengan manis, tatkala mengalahkan Lin Dan dalam farewell match 20-22, 21-16, 21-14.

Ia adalah salah satu pemain tunggal putra yang nyaris dua dekake menghiasi dunia bulutangkis Internasional, dan masih bertahan di usia 36 tahun. Ia adalah peraih titel All England dan selama beberapa tahun pernah menduduki peringkat 1 dunia. Yang patut disayangkan adalah, Gade belum mencicipi medali Olimpiade, tidak seperti ketiga legenda lain, Lin Dan, Taufik maupun Lee Chong Wei.

Di 2012, kabar Hot dari Gade adalah saat dirinya terlibat perang dengan Chen Jin untuk memperebutkan Spot peringkat keempat, dimana saat itu Chen Jin berhasil mengalahkan Gade, tapi bukan karena Gade kalah, tapi Gade saat itu didera cedera.

Simon Santoso

2907simon-santoso

Oh My God, betapa bahagianya saya tatkala Indonesia Open kembali dijuarai oleh pemain Indonesia setelah beberapa tahun, Indonesia dijegal para pemain China.

Simon Santoso begitu lambat saat menyadari bahwa ia telah mengalahkan Du Pengyu. Sesaat saat ia menang, ia hanya termenung sambil menutup mukanya. Lalu ia melangkah untuk menyalami sang lawan, service judge lalu wasit. baru kemudian, ia berlari menuju bangku pelatih untuk memeluk Rony Agustinus sang pelatih (ini kalo gak salah), meskipun pelukan itu lebih tepat seperti gendongan.

Berita paling hot mengenai Simon adalah berita mengenai meninggalnya sang ayah, saat ia melakoni turnamen All England bulan Maret. Betapa kado itu serasa pembuktian Simon pada sang ayah, lalu duaribuan pun laris manis lewat artikel kala itu, Senyum Dua Ayah dari Surga.

Petr Koukal

Dia tidak punya prestasi besar di bulutangkis, tapi ia punya apa yang orang lain belum punya, yakni mentalitas untuk tidak terpuruk selamanya. Petr Koukal berhasil mengalahkan Kanker, penyakit yang paling mematikan nomor 2 setelah Penyakit Jantung ini.

Olympic Games 2012

Ia mengalami Kanker prostat, dan baru sembuh awal 2011 lalu, tapi lewat terapi yang baginya sangat menyakitkan, yakni kemoterapi hingga rambutnya rusak. Bagi beberapa orang, ketika sembuh, pasti ia lebih memilih beristirahat, tetapi Petr tidak, ia justru terkualifikasi ke Olimpiade London.

Dia mungkin tidak mengalahkan Lin Dan, Lee Chong Wei, maupun Taufik, Tapi ia mengalahkan Kanker, setahun kemudian terkualifikasi di Olimpiade, dan ia ditunjuk menjadi pembawa bendera bagi Ceko. Sebuah keajaiban yang belum tentu dimiliki semua orang, Gillian Clark pun membahasnya di Pembukaan Olimpiade, “Bulutangkis harus menghormatinya”

Hendra Setiawan

Jawara Bertahan Olimpiade Beijing, Hendra Setiawan tahun ini membuat sebuah kontroversi yang mengejutkan semua pihak. Entah ikut-ikutan gemas dengan pemain Indonesia yang tidak bisa mempertahankan tradisi emas seperti Rexy, Hendra Setiawan akhirnya memutuskan untuk kembali ke Pelatnas Cipayung yang ia tinggalkan dua tahun lalu.

Rumor ketidakcocokan dengan Kido sempat tersebar saat ia memutuskan untuk berpisah dengan Kido, pasangan duetnya yang telah bersama-sama meraih gelar Juara Dunia, Juara Olimpiade, Juara SEA Games dan Juara Asian Games.

Saat itu, diduga Hendra kecewa tidak bisa tampil di Olimpiade, karena Kido sedang fokus pada sang istri yang melahirkan anak pertama mereka, sehingga tidak bisa tampil di satu turnamen. Padahal jika saja Kido-Hendra tampil di satu turnamen, meskipun gugur, mereka sudah terkualifikasi ke London. Sayang, mereka tidak melakukannya.

Ia memulai lagi debutnya dengan Muhammad Ahsan. Duet ini sukses mencapai partai Semifinal Denmark Open, dan di Perancis, mereka berhasil mengalahkan Mathias Boe-Carsten Mogensen, pasangan peringkat satu dunia.

Mathias Boe-Carsten Mogensen

20121227BM-1323

Mathias Boe dan Carsten Mogensen menunjukkan performa luar biasa tahun ini, terutama di saat mereka berhasil mengalahkan Chung Jae Sung-Lee Yong Dae di partai Semifinal Olimpiade, lewat pertarungan yang sangat ketat dengan skor 22-20 di gim penentuan, meskipun di partai Final, ia kalah dari Cai Yun-Fu Haifeng.

Seusai Olimpiade, keduanya kembali meraih peringkat 1 dunia, mempertahankan titel Juara China Open dan untuk kali ketiga menjuarai Superseries Final, meskipun kemenangan itu diraih karena keberuntungan tidak berjumpa dengan Cai Yun-Fu Haifeng.

Berita menghebohkan tahun ini dari Boe dan Mogensen adalah tarian Gangnamnya saat meraih titel China Open, mengalahkan pasangan Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae di partai Final. Tarian Gangnam itu pula yang rasanya menjadi tradisi kemenangan Boe-Mogensen yang kembali diperlihatkannya di Superseries Final di Shenzen, beberapa pekan lalu.

Lee Yong Dae

313265_10151075637437348_936864937_n1

Lee Yong Dae penuh dengan kontroversi tahun ini. Yang paling menghebohkan adalah di awal bulan Oktober, ia mengaku sedang tidak memikirkan pacar, tapi 8 Oktober lalu, tersebar foto-foto nya bersama seorang wanita di kolam renang.

Ia juga terlihat sangat emosional di partai Semifinal Olimpiade London. Ia terlihat sangat menyesal saat gagal ke Final, tersingkir dari Mathias Boe-Carsten Mogensen di Semifinal. Kekalahannya sempat membuat ia down, sehingga sempat tertinggal jauh di perebutan medali perunggu dari Koo Kean Keat-Tan Boon Heong. Tapi, mereka akhirnya bangkit dan memenangkan medali perunggu di Olimpiade London.

MISS BADMINTON

Li Xuerui

Tahun 2012 rasanya menjadi tahun bagi Li Xuerui, pemain putri paling bersinar tahun ini. Li meraih medali emas di Olimpiade London dan All England, menyingkirkan favorit juara Wang Yihan. Ia terkualifikasi di Olimpiade saat detik detik terakhir, tatkala Wang Shixian mengalami penurunan prestasi.

Usai Olimpiade, Li makin bersinar dan berhasil menduduki peringkat 1 dunia, menggeser para kompatriotnya, Trio Wang, yakni Wang Yihan, Wang Xin dan Wang Yihan yang harus mengalami cedera di akhir tahun ini. Dengan cederanya ketiga tunggal putri China itu, Li menjadi tulang punggung Tim Putri China.

Saina Nehwal

 

4

Pemain tunggal putri satu ini paling sering menghancurkan dominasi tunggal putri China. Ia adalah simbol kebangkitan bulutangkis India yang sempat terpuruk sejak terakhir kali Pulela Gopichand meraih gelar All England.

Dibawah didikan Gopichand, Saina berhasil meraih medali perunggu yang menjadi medali pertama India dari bulutangkis, meskipun di London, kemenangannya didapatkan secara cuma-cuma akibat cedera yang menimpa Wang Xin.

Tahun ini, ia menancapkan performa yang luar biasa tatkala meraih dua titel Premier, yakni Indonesia Open dan Denmark Open, padahal kedua turnamen itu diikuti oleh para pemain papan atas China. Meskipun beberapa orang menganggap Saina adalah orang yang sombong ketika diminta untuk berfoto.

Juliane Schenk

Jika anda ingin melihat tubuh kekar pada wanita, lihatkan sosok Juliane Schenk. Wanita Jerman ini digadang-gadang meneruskan kesuksesan Tine Baun yang berhasil pendobrak pebulutangkis China. Sejarah yang ditancapkan Schenk tahun ini adalah meraih gelar Superseries di Singapura Open bulan Juni lalu, membuatnya menjadi wanita Eropa kedua yang meraih titel Superseries.

Performa hebatnya begitu terlihat usai Olimpiade, dimana ia melakoni 5 turnamen yang saling berdekatan. Hanya sedikit latihan, ia berhasil meraih hasil positif, diantaranya Runner Up di Denmark, Semifinalis di Perancis, Juara di Bitburger, Semifinalis di China Open dan Semifinalis di Hongkong Open, meskipun harus mengakhiri trend positif di Shenzen, tatkala ia gugur di penyisihan grup.

Wang Xiaoli-Yu Yang

file.aspx

Duet yang dijuluki ganda putri tak terkalahkan ini akhirnya harus dikalahkan oleh Federasi Bulutangkis Dunia, BWF di Olimpiade London, bulan Agustus lalu. Karena diduga melakukan main sabun saat melawan Jung Kyung Eun-Kim Ha Na, ia bersama ketiga pasangan ganda putri lainnya (Jung-Kim, Ha-Kim dan Greysia-Meiliana), diputuskan didiskualifikasi dari Olimpiade.

Berita heboh lain yang terjadi pada keduanya adalah berita mundurnya Yu Yang dari dunia bulutangkis karena merasa kecewa, serta rumor pindahnya Wang Xiaoli ke Hongkong.

Tetapi berita heboh itu pupus ketika pasangan ganda putri yang saat ini menduduki peringkat 3 dunia ini memutuskan untuk kembali tampil di China Open. Di turnamen itu, mereka berhasil meraih gelar Juara, usai mengalahkan Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna di partai Final.

Zhao Yunlei

Untuk kali pertama, Zhao Yunlei mencatatkan diri sebagai Olympian Bulutangkis yang meraih dua medali emas Olimpiade di satu Olimpiade yang sama. Zhao meraih dua emas di London, bersama Tian Qing (ganda putri) dan Zhang Nan (ganda campuran).

Bersama Tian Qing, mereka berhasil meraih medali emas usai menundukkan Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa, sementara dengan Zhang Nan, mereka mengalahkan kompatriotnya, Xu Chen-Ma Jin.

Tetapi, performa hebat di Olimpiade tidak diteruskannya usai Olimpiade. Zhao Yunlei bersama pasangannya Tian Qing maupun Zhang Nan, hanya meraih titel Hongkong Terbuka, itupun mengalahkan kompatriotnya, Xu-Ma di partai Final. Sisanya, ia sering gagal di Perempat Final maupun Semifinal.

Christinna Pedersen

Christinna Pedersen menunjukkan penampilan yang hebat. Ia adalah salah satu penggebrak dominasi China di nomor ganda. Bersama Kamilla Rytter Juhl dan Joachim Fischer Nielsen, mereka menciptakan sejarah berbeda di kancah Olimpiade.

Bersama Juhl, mereka berhasil mengalahkan unggulan kedua, Tian Qing-Zhao Yunlei di penyisihan grup, meskipun kemenangan itu adalah pangkal dari terjadinya ajang main sabun antara dua pasangan Korea, pasangan China dan Indonesia yang buntutnya membuat keempat pasangan ini terkualifikasi. Meski menang dari Tian-Zhao, keduanya gagal ke Semifinal, usai dikalahkan Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa di Perempat Final.

Sementara di ganda campuran, Pedersen dan Joachim Fischer berhasil meraih medali perunggu, mengalahkan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir di Bronze medal match dengan skor 21-12, 21-12. Fischer Nielsen-Pedersen sebenarnya nyaris saja masuk ke partai Final, tatkala di Semifinal menghadapi Zhang-Zhao, kedudukan imbang 19-19, mungkin bukan luck mereka saat itu.

Liliyana Natsir

643958_469615756409910_1237909351_n

Liliyana Natsir menjadi nominator sebenarnya sedikit terpaksa, karena paling tidak ada wakil Indonesia untuk Miss Badminton. Bukan meragukan kualitasnya sebagai dua kali Juara Dunia dan peraih perak Olimpiade, tetapi tahun ini, Liliyana Natsir menjuarai berbagai turnamen disaat rehatnya pemain China dan Denmark.

Sebut saja di All England, India Open atau turnamen-turnamen kelas GP Gold yang mereka menangi, mereka tidak pernah berjumpa Fischer Nielsen-Pedersen, Zhang-Zhao atau pun Xu-Ma. Jika bertemu, sudah pasti mereka kalah.

Kemenangan di Semifinal Denmark Open atas Zhang-Zhao pun pada waktu itu jelas karena kelelahan yang dialami oleh Zhao Yunlei akibat kalah di Ganda Putri dalam durasi yang cukup lama.

Hari ini, beredar berita menghebohkan mengenai Liliyana Natsir. Sang kakak, Calista Natsir diduga mengeluarkan status yang menyindir jeleknya penampilan Tontowi Ahmad yang membuat sang adik, Butet ditertawai oleh para pemain dan ofisial pemain China di penyisihan Grup A Superseries Final lalu.

Berikut kutipan status yang beredar lewat dunia maya :

“Kalo memang pasangan sekarang jelek mending ganti aja daripada jadi bulan-bulanan China malu-maluin, menang kalah itu biasa tapi karena kesalahan sendiri, itu bukan pemain dunia. Kalo gak disiplin jadi atlet mending gak usah dan cai aja pasangan yang lain.”

“Udah cukup bersabar dengan sifat dan kelakuan yang tidak disiplin, sabar ada batasnya. Iyaa ini untuk owi, kasihan adik saya harus tabah menghadapi sifat dia yang seenak udelnya cuman sibuk pacaran dan latihan seenaknya, jadi bulan2an china diketawain sama Ma Jin, kita sebagai keluarga maluu, udah cukup bersabar, sangat sabar.”

Itulah sedikit ulasan mengenai nominator Miss & Mister Badminton 2012.. Ayo dukung idola anda di Polling Miss & Mister Badminton 2012. Klik Miss & Mister Badminton 2012.