Cai dan Fu belum tergantikan

131763034_101n

Semenjak duet Cai Yun dan Fu Haifeng bermain di turnamen internasional, duet ini sukses menaikkan pamor Bulutangkis China, khusus nomor ganda putra, dimana nomor ini selalu dikuasai oleh Indonesia dan Korea. Duet inilah yang turut merebut Piala Thomas dari tangan Indonesia di tahun 2004 di Jakarta.

Siapa sangka, duet Cai Yun dan Fu yang menelurkan medali emas di Olimpiade London dan perak di Beijing 2008 ini memiliki kepribadian berbeda. Cai Yun memiliki alasan yang unik untuk memutuskan berlatih bulutangkis. Dirinya bermain bulutangkis untuk menghindari bermain instrumen akordion yang sangat ia benci.

Pada saat itu, Cai Yun yang berusia 6 tahun menjadi anak yang sangat aktif, tidak tahan untuk duduk tenang dan berlatih instrumen. Selain itu, di sekolah, ia selalu luar biasa dalam berlari. Jadi gurunya, memperhatikan bakat jelas nya, memperkenalkannya kepada guru bulu tangkis di sekolah dan membantu orang tua membujuk Cai untuk membiarkan dia berlatih bulutangkis sebagai gantinya.

Ia memulai bermain bulutangkis di nomor tunggal putra, sebelum akhirnya pindah ke nomor ganda karena memiliki masalah pada hatinya (kesehatan, bukan sakit hati). Masalah itu ia ketahui ketika ia bermain tunggal, ia sempat jatuh dan mengalami sesak nafas. Jantungnya juga berdetak tidak normal, lebih dari 200 denyut per menit.

Ternyata saat dilakukan medical check up, Cai Yun memiliki masalah pada hatinya dan harus dilakukan operasi. Saat itu (2001), sebenarnya ia sudah mau memutuskan untuk melanjutkan studi dan berhenti dari bulutangkis. Tapi dokter tetap menyarankan ia untuk bermain bulutangkis, tetapi bermain di nomor ganda.

China

Cai Yun berbeda dengan Fu Haifeng. Fu dijuluki sebagai seorang pria tercepat di dunia lewat smash nya yang keras di penyelenggaraan Piala Sudirman 2005. Karir bulutangkisnya diawali di tahun 1994 dimana saat itu Fu yang berusia 7 tahun dimasukkan ke sekolah olahraga Guangzhou.

Fu juga mengawali karir sebagai pemain tunggal putra, hingga pada 2002 beralih profesi ke nomor ganda. Prestasinya di ganda lebih diakui, dimana saat Kejuaraan Nasional tahun 2002, Fu dan pasangannya saat itu (bukan Cai) meraih medali perak. Kemenangan itu membuatnya dilirik masuk ke Pelatnas China.

Diluar lapangan, Fu Haifeng adalah orang yang pemalu dan pendiam, dia sangat beruntung mendapatkan Cai Yun yang ekstrovert dan suka bergaul.

Di Tim China, Dia juga dikenal sebagai salah satu pemain yang paling tampan di tim Cina, dan semua orang memberinya julukan “Ah Bao” yang berarti “Treasure” (harta). Fu mengakui bahwa ia benci menulis buku harian pelatihan sampai ia akhirnya menyadari bagaimana berguna mereka setelah World Championships 2003. Dia mengatakan bahwa karena jurnal, ia mampu membuat keputusan sepersekian detik selama pertandingan.

Fu juga memiliki hasrat besar untuk bermain game di laptop. Dia mengatakan bahwa ketakutan terbesarnya adalah kehilangan laptopnya. Pada turnamen All England 2005, ia tertangkap bermain game di tengah malam oleh pelatihnya, yang kemudian menyita laptop-nya. (Kasihan…)

Dimulai dari China Open 2002

U47P5029T2D493280F26DT20120806073105

Turnamen China Open 2002 adalah awal kebersamaan duet peraih medali emas Olimpiade London ini.  Pada bulan Desember 2002, hanya satu minggu sebelum China Terbuka, pelatih Tang Xin Fu memutuskan untuk memasangkan Cai Yun dengan Fu Haifeng. Cai Yun masih berganti-ganti pasangan pada saat itu ketika Fu Haifeng masih berusaha untuk menemukan jalan dalam tim nasional.

Keputusan ini sangat tepat karena Cai Yun memiliki refleks yang luar biasa di depan net sementara Fu Haifeng hebat dalam menyerang dan menghancurkan. Di turnamen itu, Fu dan Cai sampai ke perempat final, sesuatu yang belum pernah dicapai ganda putra China untuk waktu yang lama.

Cai dan Fu mulai menarik perhatian dunia ketika mereka mencapai Semifinal di Kejuaraan Dunia 2003 sebelum dihentikan oleh pasangan Candra Wijaya dan Sigit Budiarto setelah pertarungan yang cukup sengit. Pada tahun 2004, Keduanya memenangkan gelar pertama mereka, yakni di turnamen Swiss Terbuka.

Hingga saat ini, Mereka masih menjadi salah satu ganda top andalan China yang belum tergantikan. Mereka telah mengembalikkan reputasi ganda putra China yang tidur selama lebih dari 15 tahun. Tapi, hingga saat ini belum ada ganda-ganda putra Junior yang mampu menggantikan keduanya.. Saya rasa China bangga punya mereka..

Iklan