Taufik berhubungan baik dengan Li Yongbo

3864_514211981945952_279190775_n

Dari salah satu situs berita China, Taufik membuat sebuah pernyataan yang tentu akan menarik perhatian kita semua. Legenda Bulutangkis Indonesia yang berencana untuk pensiun usai Indonesia Open 2013 mendatang, ternyata mengakui memiliki hubungan yang baik dengan pelatih kepala China, Li Yongbo.

“Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Li Yongbo, salah satu pelatih tim Cina,” ungkap Taufik. Saat itu ia berbicara soal rencana Taufik Hidayat Arena (THA) untuk bekerjasama dengan Bulutangkis China. “Dia tahu bahwa saya memiliki fasilitas ini (THA – red) dan dia tahu bahwa saya akan berada di sini setelah saya pensiun,” lanjutnya.

Kerjasama ini dimaksudkan ketika para pemain muda yang berlatih di THA, bisa merasakan atmosfer Bulutangkis di China. Bukan tanpa alasan Juara Olimpiade Athena ini memilih negeri panda itu, ia memang merasa dekat dengan publik China karena ia memiliki banyak fans.

“Saya mengambil bagian dalam liga bulutangkis China beberapa waktu lalu. Saya merasa begitu dekat dengan negara itu. Kerja sama nanti dapat berupa pertukaran pelatih atau pemain. Atau mungkin, mereka dapat melakukan pelatihan di sini atau sebaliknya,” tutur Suami Ami Gumelar itu.

Ini tentu berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Badminton Lovers sekalian. Alasannya sih Li Yongbo diduga sering membuat ajaran main sabun kepada para anak didiknya. Padahal itu adalah strategi yang wajar diinstruksikan oleh pelatih kepada anak didiknya.

163379_10151395256136614_1054289038_n

Taufik sendiri mengemukakan secara lebih diplomatis. “Olahraga dimaksudkan untuk membuat hubungan yang lebih erat diantara orang-orang,” ujar Juara Dunia 2005 itu.

Taufik Hidayat Arena sendiri menurut Taufik adalah bentuk dedikasinya sebagai salah satu warga negara kepada bangsanya, selain itu ia sudah menganggap bahwa Bulutangkis sebagai darah dagingnya.

“Saya ada karena bulu tangkis. Bulutangkis adalah darah daging saya dan saya akan memberikan kembali 16 tahun pengalaman saya untuk bulutangkis, pecinta bulutangkis, dan bangsa negara ini. Membangun Taufik Hidayat Arena adalah salah satu inisiatif saya,” kata Taufik, Rabu lalu.

Gedung Taufik Hidayat Arena dibangun dengan desain yang futuristik. Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Jakarta bermain bulutangkis di THA bersama Sutiyoso. Banyak pemain dari China, Singapura, Jepang, Kanada dan Meksiko telah menjalani sesi pelatihan intensif di aula bulu tangkis di bawah pengawasan Taufik itu.

Taufik akan benar-benar meninggalkan Bulutangkis usai Indonesia Open SSP 2013 mendatang. Ia akan bermain di tiga atau empat turnamen di tahun 2013, sebelum benar-benar memutuskan untuk gantung raket.

“Ada enam atau tujuh turnamen tersisa, termasuk di Malaysia, Korea Selatan dan turnamen All England sebelum saya pensiun. Setelah Indonesia Open, saya benar-benar akan berhenti bermain sebagai pemain profesional,” tutup Taufik.