Kashyap : Saya ingin Menjuarai Superseries

61010_10151391307451614_753729491_n

Pemain peringkat 14 dunia, Kashyap Parupalli yang baru saja menjuarai turnamen India Open GP Gold pekan lalu, berharap akan menjuarai turnamen Superseries di tahun depan, terutama titel All England. Selain itu, ia juga ingin mendapatkan medali dari Kejuaran Dunia.

Diinterview situs olahraga India usai menjuarai titel pertamanya, pemain berusia 26 tahun itu sangat senang dengan penampilannya yang konsisten sepanjang 2012 ini, dimana ia menjadi pemain India pertama yang mencapai Perempat Final Olimpiade.

“Musim ini menjadi musim terbaik saya karena saya belum pernah bermain begitu konsisten (seperti tahun ini). Saya beberapa kali mencapai Semifinal dan Perempat Final di turnamen Superseries, mengalahkan tiga-empat pemain top 10, dan itu sangat bagus,” ujar Kashyap.

Melihat performa yang baik itu, ia kini menargetkan bisa naik ke 10 besar BWF Ranking. “Selanjutnya aku ingin diriku berada di 10 besar, kita lihat seberapa cepat aku sampai disana,” tambah anak didik Gopichand itu.

Di tahun 2013, Kashyap berencana akan mengikuti semua turnamen Superseries, dan ingin memenangkan salah satunya. Lebih khusus ia ingin menjuarai All England dan meraih medali di Kejuaraan Dunia.

“Saya bermain di semua Super Series tahun depan. Khususnya saya ingin memenangkan All England dan meraih medali di Kejuaraan Dunia. Selain itu, Saya ingin memenangkan Super Series,” tutup pemain yang memulai menekuni bulutangkis sejak usia 11 tahun itu.

_61923122_kashyap_parupalli_bad_getty

Bagi Kashyap, Raihan gelar di India Open lalu juga menjadi bekal kepercayadirian yang besar untuk memasuki musim 2013. “Saya senang telah memenangkan turnamen ini. Ini memberi saya banyak kepercayaan diri masuk ke musim depan. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada pelatih saya (Pullela) Gopichand. Itu tidak akan mungkin terjadi tanpa beliau. Ini Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi saya,” kata peraih medali perunggu Commonwealth Games 2010 itu.

Dalam wawancara singkat itu, Kashyap juga menyinggung mengenai beberapa cedera yang menimpanya, namun ia berhasil mengelola cederanya dengan baik sehingga sukses meraih gelar di India pekan lalu.

“Saya telah belajar bagaimana mengelola cedera saya. Juara seperti Taufik Hidayat, apapun kondisi mereka, akan memcapai final dan memenangkan sebuah turnamen. Itu sesuatu yang ingin saya lakukan secara konsisten. Penyebab cedera tidak akan pergi, kuncinya kita harus bisa mengelolanya.”

Di Perempat Final Hongkong Open bulan lalu, Kashyap mundur di Perempat Final karena mengalami cedera perut dan punggungnya mengalami bermasalah. Mundurnya Kashyap membuat sang lawan, Tommy lolos dengan mudah ke Semifinal.

Semua karena Gopichand

Bulutangkis India rasanya perlu berterima kasih kepada Mantan Juara All England, Pullela Gopichand yang berhasil mengubah India menjadi salah satu kekuatan bulutangkis baru, terutama di nomor tunggal putra dan tunggal putri.

Sebagai salah seorang anak didik, Kashyap juga sangat berterima kasih atas dedikasi Gopichand yang telah mengubah India dalam 10 tahun terakhir ini. “Bulutangkis telah berubah di India karena Gopichand. Gopichand telah menggunakan pengalamannya untuk membawa perubahan,” katanya dikutip dari IANS.

london-olympics-2012_13442350115

“Sebelum ia mengambil alih, tidak ada perencanaan yang tepat, tidak ada psikolog atau pemijat,” ujar Kashyap. Namun ia sangat kecewa ketika beberapa pemain yang dibesarkan Pelatih Nasional India itu menuntut orang yang bisa dibilang bapak bulutangkis India itu. “Saya sangat marah dan muak. Gopichand sangat berjasa di belakang para pemain,” tergasnya.

Beberapa waktu lalu, pemain peraih Juara Nasional India tahun 2010, Prajakta Sawant ditolak masuk ke Timnas India. Ia menduga Gopichand yang memiliki klub Bulutangkis Gopichand Academy, terlihat lebih mementingkan anak didiknya di Akademi Bulutangkisnya, terutama saat seleksi pemain Nasional.

Tuduhan Prajakta ini didukung oleh Olympian lain asal India, Jwala Gutta juga sependapat dengan pernyataan wanita berusia 20 tahun (Prajakta – red) itu. Akhirnya permohonan dari Prajakta ke Pengadilan itu dikabulkan, sehingga saat ini Akademi Kepelatihan Gopichand telah berhenti.