Titel Pertama untuk 4 Pemain Lama

Picture1

Dari ajang India Open GP Gold 2012 yang bernama resmi “Shaheed Dr. K.L. Garg – Syed Modi International India GPG 2012”, empat pebulutangkis berhasil meraih titel Grand Prix Gold pertama dalam perjalanan karir mereka sebagai atlet, mereka adalah Kashyap Parupalli (foto atas), Lindaweni Fanetri dan pasangan Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati.

Kashyap yang tampil di partai Final terakhir di Hari Minggu itu harus bertarung dalam durasi 71 menit melawan pebulutangkis Thailand, Tanongsak Saensomboonsuk.

Pemain berperingkat 20 dunia yang menjadi andalan tuan rumah itu sempat tertinggal jauh 9-13 namun ia berhasil menyamakan kedudukan di poin 17-17. Dari kedudukan itu, Kashyap berhasil menutup gim pertama dengan skor ketat 21-19.

Di gim kedua, Kashyap sangat kelimpungan menghadapi permainan dari Tanongsak yang sangat mematikan di depan net, sehingga Kashyap kalah 14-21. “Dia sangat baik di depan net,” katanya dikutip dari Times of India.

2

Di gim penentuan, dari kedudukan 6-6, Kashyap terus memimpin jalannya pertandingan hingga berhasil menutup set penentuan dengan skor 21-17. Titel Juara India Open GP Gold ini menjadi gelar pertama dalam perjalanan panjangnya sebagai pebulutangkis.

“Kemenangan ini memegang peranan penting bagi saya karena meskipun saya telah bermain baik di beberapa turnamen internasional tapi saya belum pernah mendapatkan gelar Juara. Saya telah menunggu untuk itu sangat lama,” kata Perempatfinalis Olimpiade itu.

Kashyap mengaku sangat senang, sehingga sempat melemparkan raket ke arah tribun. Pasalnya kemenangan ini didapatkannya meskipun ia saat ini sedang mengalami cedera. “Ini adalah turnamen yang sulit bagi saya karena saya sedang bermain dengan cedera perut dan punggung saya keseleo di perempat final, tapi saya senang bisa menang,” tutup Kashyap.

Linda juga raih titel Pertama

Di Lucknow, titel pertama juga diraih oleh tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri yang mengalahkan wakil tuan rumah, Sindhu PV dalam pertandingan maraton 1 jam 12 menit.

A-EOKLACIAEGN0t

Linda berhasil mengalahkan unggulan kedua itu dalam rubber game 21-15, 18-21, 21-18. Shindu mengaku sangat gugup, terutama di gim penentuan. “Pertandingan didominasi banyak permainan reli dan Fanetri juga memperagakan permainan bertahan yang apik. Saya juga agak gugup pada saat dia berhasil menyamakan kedudukan 17 sama di set penentuan,” begitu kata pemain yang bertubuh jangkung itu.

Lewat permainan reli dan pertahanan yang apik itulah, justru Sindhu sering melakukan kesalahan sendiri. Itulah yang diakui sendiri oleh Sindhu. “Dia bermain dengan baik dan tidak banyak memberi kesempatan bagi saya untuk menyerang. Saya juga melakukan terlalu banyak kesalahan,” tambahnya.

Sang Pelatih, Pelatih Gopichand mengaku perasaannya campur aduk karena hasil kedua anak didiknya. “Perasaan saya campur aduk – Kashyap menang tapi Shindu kalah,” ujarnya.

Mengenai cedera yang sempat menimpa Sindhu, Gopichand senang penampilan cewek keling sudah membaik. “Sindhu menunjukkan penampilan yang baik dan saya senang bahwa dia mencapai final di sini,” tutup pelatih yang juga mantan Juara All England itu.

3

Ekspresi kegembiraan dan kebanggaan tentu tidak bisa disembunyikan dari raut wajah tunggal putri Indonesia itu. Bagaimana tidak, sejak sirkuit BWF Grand Prix Gold ini dimulai pada 2007 lalu, baru kali ini tunggal putri Indonesia bisa meraih gelar.

Usai bertanding, Linda mengaku masih banyak kesempatan bagi Sindhu (foto atas) untuk meraih gelar di masa depan. “Sindhu bermain dengan sangat baik, dan mengingat dia baru berumur 17 tahun, masih terbuka kesempatan bagi dia untuk meraih banyak gelar juara di masa depan,” katanya dikutip dari Times of India.

Ucapan terima kasih juga dituturkan oleh Linda lewat account twitter pribadinya @Lindaweny seusai bertanding. Ia bertarima kasih kepada Tuhan, Keluarga, Sahabat dan Pelatih yang selalu mendukungnya. ”Alhamdulillah ya ALLAH,Big Thanx for my Big GOD ALLAH SWT,My famiLy,my coach,my Friends,and all of u for always supporting me.Luv u all”

India jadi tempat Hoki

425664_451688691546538_1175261131_n

Pasangan Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati yang tahun lalu hanya menjadi Runner Up di India Open GP Gold, kali ini sukses naik ke podium Juara di level GP Gold untuk pertama kali. Fran-Shendy berhasil meraih gelar usai mengalahkan pasangan Thailand, Nipitphon Puangpuapech-Savitree Amitrapai dalam dua gim langsung 21-12, 24-22.

Pertarungan gim kedua berlangsung seru, dimana pasangan Indonesia yang telah unggul jauh 18-12, dikejar hingga kedudukan 19-19. Pasangan Thailand sempat memiliki peluang untuk memaksakan gim ketiga saat game point 22-21, namun pasangan Indonesia meraih 3 angka beruntun untuk memastikan podium Juara.

Di Podium Tertinggi, Bendera Indonesia berkibar dan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di BBD Stadium, Lucknow, India pada Final pertama siang hari itu.

Di India ini, Fran dan Shendy juga meraih titel pertama mereka, yakni di TATA Open India International Challenge 2011. Jadi tak salah jika India menjadi tempat hoki bagi keduanya. Usai meraih gelar Juara di India Open, Pekan depan pasangan Fran-Shendy akan kembali mengayunkan raket di Copenhagen Masters, 27 dan 28 Desember mendatang.

Berikut adalah hasil lengkap Final India Open GP Gold 2012

  • MS : Kashyap Parupalli (IND) bt Tanongsak Saensomboonsuk (THA) : 21-19, 14-21, 21-17
  • WS : Lindaweni Fanetri (INA) bt Sindhu PV (IND) : 21-15, 18-21, 21-18
  • MD : Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae (KOR) bt Kang Ji Wook-Lee Sang Joon (KOR) : 21-13, 21-19
  • WD : Savitree Amitrapai-Sapsiree Taerattanachai (THA) bt Komala Dewi-Jenna Gozali (INA) : 21-12, 21-6
  • 😄 : Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati (INA) bt Nipitphon Puangpuapech-Savitree Amitrapai (THA) : 21-12, 24-22