Double Broken heart for Chen

Setelah Senin kemarin menerima hadiah di perayaan Ulang Tahun ke-50 dari Macau BA yang bersamaan dengan Welcome Dinner Macau Open, hari ini Chen Hung Ling (kanan dengan hadiah iPad nya) harus menerima dua kali kekalahan di nomor ganda putra dan ganda putri, keduanya digagalkan langkahnya oleh pebulutangkis berbendera Indonesia.

Di partai pertama, ia melakoni nomor ganda campuran, kali ini mantan pasangan Cheng Wen Hsing ini berjumpa dengan ganda andalan Indonesia, Muhammad Rijal-Debby Susanto yang diunggulkan di tempat ketiga dalam turnamen ini. Meskipun lebih unggul, Rijal dan Debby tidak serta merta menang mudah dari lawannya ini, pasalnya Chen Hung Ling ini adalah salah satu pemain ganda campuran yang hebat, karena pernah meraih gelar Juara di Jepang Terbuka 2011 dan Singapore Super Series 2012 lalu. Usai pensiunnya Cheng, ia dipasangkan dengan Ti Jung Wu.

Chen-Wu sempat memberi perlawanan yang cukup ketat terhadap pasangan Indonesia. Namun pasangan Indonesia berhasil menutup kemenangan di gim pertama dengan skor tipis 23-21.

Di gim kedua, sebenarnya Indonesia sempat memimpin jalannya pertandingan dari posisi 16-13. Namun pasangan Taipei mampu menyamakan dan kedudukan hingga berhasil menutup kemenangan di gim kedua 21-19 sekaligus memaksakan gim ketiga.

Di gim ketiga, pasangan Rijal dan Debby makin agresif melakukan penyerangan hingga unggul cukup jauh 11-5 hingga berhasil menutup kemenangan dengan skor 21-15 untuk melangkah ke babak kedua. Di babak kedua hari ini, mereka akan kembali menghadapi pasangan Taipei, Lin Chia Yu-Wang Pei Rong yang di babak pertama mengalahkan pasangan Korea, Kim dae Eun-Choi Hye In dengan skor 23-21, 22-20.

Di partai kedua, Chen Hung Ling turun di partai ganda putra, kali ini ia berpasangan dengan Lu Chia Bin. Lawan yang dihadapi kembali pasangan Indonesia. Kali ini bukan unggulan, yakni pasangan baru Berry Angriawan-Yohanes Rendy Sugiarto (gambar atas). Meskipun pasangan baru, secara individual pasangan Indonesia memang lebih muda dan lebih agresif. Terbukti 2o hujaman smash menghasilkan point bagi Indonesia selama pertandingan itu.

Sayang di gim kedua, pasangan Indonesia harus banyak menyimpan smash-smash keras itu karena permainan taktis dari Taipei. Taipei memaksakan rubber gim usai mengamankan gim kedua 21-19.

Di gim penentuan, pasangan Indonesia sebenarnya sudah diatas angin saat unggul 17-12, namun sempat dipertipis oleh Taipei menjadi 16-17. Untung saja, poin bagi Taipei terhenti hingga pasangan Indonesia berhasil memastikan tiket babak 16 besar usai menang 21-16. Di babak kedua hari ini, Berry-Rendy akan menghadapi unggulan teratas asal Rusia, Vladimir Ivanov-Ivan Sozonov.

Dari 25 partai yang diikuti pemain Indonesia Rabu kemarin, Indonesia kehilangan 8 wakil, yakni Wisnu Yuli Prasetyo (dikalahkan Hayom), Andre Kurniawan Tedjono, Mazziyah Nadhir, Maria Febe Kusumastuti, ganda putra Andre Adistia-Christoper Rusdianto, ganda putri Meiliana Jauhari-Greysia Polii (dikalahkan Wang Rong-Zhang Zhibo – gambar)  dan ganda campuran Alfian Eko Prasetya-Gloria Emanuelle Widjaja dan Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet.

Kekalahan yang menyayangkan terjadi pada partai antara Mazziyah Nadhir dan Cheng Chi Ya. Sudah menang 21-18 di gim pertama, ia kalah 12-21. Di gim penentuan, padahal ia sudah unggul jauh 14-7, justru harus kalah 19-21. “Pola permainan saya sudah terbaca lawan. Ditambah lagi saya sempat bingung karena menang angin, dorong bola sedikit out, kalau ditahan malah tanggung, jadi serba salah. Memang sangat disesali padahal saya sudah unggul jauh sekali,” kata Maziyyah dikutip dari situs PB PBSI.

Greysia-Polii dan Meiliana Jauhari juga harus menerima kekalahan saat melawan andalan tuan rumah, Wang Rong-Zhang Zhibo di partai babak pertama itu. Pasangan Indonesia kalah dengan skor tipis 19-21, 22-24.

Bertanding di lapangan empat Macau Forum (gambar atas), Meiliana dan Greysia yang diunggulkan di tempat ketiga ini sempat unggul jauh 8-1 di awal gim kedua setelah kalah 19-21 di gim pertama. Namun keunggulan mereka itu makin tipis pasca interval hingga akhirnya di finishing touch, Indonesia kalah 22-24.

“Zhang bukan pemain baru, pengalamannya sudah banyak, sementara Wang mantan pemain tunggal, jadi cover lapangannya bagus. Sebetulnya lawan tidak terlalu berbahaya, asalkan tadi kami pukulan-pukulannya stabil” kata Meiliana dikutip dari situs PB PBSI. Dari dua turnamen yang diikuti, tentu hasil ini sangat tidak memuaskan bagi mereka. Menurut Mel, hasil itu karena mereka masih terlalu panik di lapangan. “Kami belum puas dengan hasil ini, kami belum bisa kembali ke penampilan terbaik kami, masih panik di lapangan.”

Di nomor ganda putri, Indonesia masih menyisakan tiga wakil, yakni Pia Zebadiah-Rizky Amelia, Komala Dewi-Jenna Gozali dan Anneke Feinya Agustin-Nita Krishinda Maheswari yang akan memperebutkan tiket Perempat Final hari ini.

Iklan