Happy Birthday Macau BA !!

Senin malam di Ballroom Hotel Hyatt Macau, digelarlah acara Welcome Dinner dalam rangka turnamen Macau Open Grand Prix Gold 2012. alam itu, semua delegasi menyaksikan atraksi-atraksi menarik yang disuguhkan oleh pihak Panitia, sambil menguyah makanan yang disediakan di meja yang sudah disediakan.

Jika Welcome Dinner di Indonesia Open disuguhkan dengan penampilan para pebulutangkis yang memakai pakaian adat Indonesia, serta mereka diperkenalkan dengan budaya Indonesia seperti membatik atau Angklung, di Macau hal yang paling mencolok dalam acara Welcome Dinner nya malam tadi adalah atraksi Laser Dancing yang menghipnotis mata kita.

Para penari menari dengan iringan musik namun dalam ruangan yang gelap (kayak Dugem gitu dah). Hanya efek laser pada pakaian para penari yang membuat mereka terlihat (gambar atas dan bawah ini).

Selain untuk memeriahkan gelaran Macau Open GP Gold yang digelar 27 November – 2 Desember pekan ini, acara ini juga turut memperingati 50 tahun berdirinya organisasi bulutangkis Macau (Macau BA). Dalam acara itu, 50 meja yang disediakan sudah full terisi oleh para pebulutangkis dari delegasi masing-masing negara.

Berkaitan dengan ulang tahun ke-50 Organisasi Bulutangkis Macau, maka pihak Panitia memberikan berbagai hadiah yang bisa dibilang tidak sedikit, ada sekitar 10 iPad Mini (edisi baru kan), beberapa tipe telepon genggam lain (kayak iPhone ampe tipe Galaxy) hingga uang tunai mencapai $500. Dari hasil undian, wakil dari Chinese Taipei ternyata menjadi penerima hadiah terbanyak dengan 1 iPad dan 3 red pocket cash money, dimana penerima iPad nya adalah Chen Hung Ling, si Harry Potter.

Selain nama Chen, ada juga nama Pemain Singapura, Yeo Terry yang menjadi salah satu pemain yang berhasil mendapatkan iPhone. Di hari yang sama, sementara para pebulutangkis menghadiri Welcome Dinner, pihak Panitia sibuk mempercantik venue pertandingan, yakni Macau Forum, sebuah stadium berkapasitas sekitar 4000 tempat duduk yang terletak di Kota Macau.

Berkaitan dengan venue, ternyata sejak penyelenggaraan pertama kali turnamen Macau Open di tahun 2006, setiap tahun pihak Panitia hampir selalu memindahkan venue gelaran berlevel Grand Prix Gold ini. Di tahun 2006, Tap Seac Multi-sports Pavilion menjadi sanksi dimana Lin Dan sukses menekuk Lee Chong Wei di partai Final.

Tahun 2007, giliran Macao Polytechnic Institute Multisport Pavilion menjadi tempat penyelenggaraan edisi kedua dari Macau Open yang sudah dipilih sebagai salah satu dari rangkaian BWF Grand Prix dan Grand Prix Gold. Tahun 2008, giliran Venetian arena menjadi tempat dimana Taufik Hidayat sukses mengalahkan Lee Chong Wei dengan 21-19, 21-15 di partai Final.

Menginjak edisi 2009, Tap Seac Multi-sports Pavilion yang merupakan venue pertama kali turnamen ini kembali dipilih sebagai host. Di tempat ini, akhirnya Lee Chong Wei berhasil meraih gelar Macau Open pertamanya, setelah dikalahkan Taufik dan Lin Dan di dua Final Macau Open sebelumnya.

Cotai Arena menjadi tempat hoki buat para pebulutangkis Indonesia di tahun 2010, dimana Indonesia berhasil mengirimkan 5 wakilnya ke Final, meskipun hanya pulang dengan 1 emas dari Tontowi-Liliyana saja. Tahun lalu, The Venetian menjadi venue arena Macau Terbuka. Tempat ini sebenarnya juga campur ama Casino (jangan-jangan duit beli iPad itu dari bisnis Casino? o.o), tapi tak masalah karena Indonesia sukses meraih gelar di nomor ganda campuran kembali.

Tapi ada yang istimewa di Final tahun lalu, pasalnya The Venetian berhasil memikat mata kita ketika para pemain yang tampil di Final dibawa ke lapangan dengan kendaraan yang mirip Becak di Indonesia, tapi kalo di Macau, si penumpang ada di belakang. Lihat tuh betapa senangnya Wang Shixian yang menaiki kendaraan itu ke lapangan. (atas) Senyum itu tidak pernah terlihat akhir-akhir ini.

Tahun ini Macau Open digelar di Macau Forum, sebuah arena yang sempat dipergunakan sebagai venue dalam ajang multievent East Asian games 2005.

Selain masalah persiapan venue itu, di hari Senin itu pula beberapa pebulutangkis juga melakukan latihan dan pemanasan di venue yang baru pertama kali dipergunakan untuk Macau Terbuka itu. Dan diantara mereka hadir pula pasangan baru, Zhang Nan-Li Gen (bawah) yang turut mempersiapkan di lapangan.

Di Macau ini, Tim China mengirimkan para pemain lapis keduanya, namun ada sosok Zhang Nan, Juara Hongkong Terbuka pekan lalu yang pekan ini harus kembali disibukkan dengan turnamen Macau Terbuka. Di Macau, ia bermain di nomor ganda putra berpasangan dengan anak Li Yongbo, Li Gen. Keduanya ditempatkan sebagai unggulan kedelapan.

Preview

Setelah ulasan berbagai hal-hal menarik seputar hari Senin kemarin, kita akan bahas preview para pebulutangkis Indonesia yang akan bertanding di Macau Open pekan ini.

Di nomor tunggal putra, entah ada apa yang terjadi, sampai artikel ini turun, dua unggulan asal Indonesia, Alamsyah Yunus maupun Tommy Sugiarto harus gagal melangkah ke babak kedua setelah ditaklukkan oleh lawannya masing-masing, padahal sebenarnya Yunus maupun Tommy yang berada di pot atas memiliki kesempatan untuk berjumpa di Semifinal, karena Lee Chong Wei tidak jadi tampil di Macau. Meski dua Harapan Indonesia sudah gugur, Indonesia masih menyisakan beberapa pemain, seperti pemain muda yang baru naik ke tingkat senior, yakni Riyanto Subagja.

“Sebagai pemain muda, Riyanto sebetulnya memiliki skill yang bagus dan cukup komplet. Dari segi fisik, stamina dan postur tubuh juga mendukung. Jika dia berlatih lebih giat lagi dan memperbanyak pengalaman tanding, Riyanto akan menjadi pemain yang menjanjikan kedepanya” kata Ronny Agustinus, pelatih tunggal putra dikutip dari situs PB PBSI mengenai persiapan Riyanto.

Di nomor tunggal putri, Minatsu Mitani yang menjadi unggulan kedua dalam turnamen ini memutuskan untuk mundur. Mundurnya Jawara Perancis Terbuka ini membuat langkah tunggal putri Indonesia, Lindaweni Fanetri menjadi lebih mudah uyntuk menginjakkan kaki di Perempat Final. Berdasarkan perkiraan, Linda kemungkinan akan berjumpa dengan Hsiao Ma Pai, yang sudah pernah dikalahkannya di Chinese Taipei Open beberapa bulan lalu.

Salah satu punggawa heroik tunggal putri, Hera Desi (atas) yang tahun lalu mampu memaksakan rubber game atas Porntip Buranaprasertsuk (yang notabene baru menjuarai India Open) padahal dirinya baru melewati dua partai kualifikasi, di tahun ini memutuskan untuk absen dikarenakan masih mengalami cedera. Pemain yang terkenal ulet meskipun posturnya tidak terlalu tinggi ini digantikan posisinya oleh Mazziyah Nadhir.

Di nomor ganda putra, meskipun Indonesia menguasai daftar unggulan, rasanya kita tetap harus waswas pasalnya ada ganda putra duet baru asal Korea, Shin Baek Cheol-Yoo Yeon Seong yang diperkirakan akan berjumpa dengan unggulan keenam, Andre Adistia-Christopher Rusdianto di babak kedua hari Kamis mendatang. Ganda lain yang perlu diwaspadai adalah duet Semifinalis Hongkong Open, Lee Sheng Mu-Tsai Chia Hsin dan Li Gen-Zhang Nan.

Duet baru juga akan memulai debut di Macau, yakni pasangan Berry Angriawan-Yohanes Rendy Sugiarto. Sayang draw berat sudah di depan mata mereka, dimana Chen Hung Ling-Lu Chia Bin akan menjadi lawan mereka di babak pertama.

Di nomor ganda putri, Indonesia juga menempatkan tiga unggulan, yakni Meiliana Jauhari-Greysia Polii [3] (atas), Pia Zebadiah Bernadet-Rizky Amelia Pradipta [4] dan Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda Maheswari [5]. Ketiga pasangan unggulan itu akan ditemani oleh Komala Dewi-Jenna Gozali yang harus berjumpa Lam Narissapat-Saralee Thongthoungkam [7] di babak pertama.

Pia dan Nitya beberapa waktu lalu mengalami cedera, sedangkan Meiliana-Greysia mungkin masih trauma dan gugup dengan situasi pertandingan. Sehingga saya kurang optimis buat nomor ganda putri ini.

Di nomor ganda campuran adalah nomor andalan Indonesia. Selain Indonesia menguasai daftar unggulan, sang juara bertahan, yakni Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir berkesempatan untuk mempertahankan gelar di Macau untuk kali ketiga. Jika mereka berhasil menang, Owi dan Butet akan menyamai rekor yang diraih oleh Koo Kean Keat-Tan Boon Heong. Koo-Tan berhasil meraih gelar ganda putra di Macau sebanyak 3 kali beruntun, dari tahun 2007 hingga 2009.

Hotel Hyatt, tempat dilaksanakannya Welcome Dinner Macau Open 2012

Selamat ulang tahun Macau BA!!!

Iklan