Final Ideal di Hongkong Coliseum

Dari arena Hongkong Coliseum, China berhasil meloloskan 8 wakil ke babak Final turnamen Hongkong Open Superseries 2012 dan hanya menyisakan dua tempat untuk kedua unggulan teratas asal Malaysia, Lee Chong Wei (gambar) di nomor tunggal putra dan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong di nomor ganda putra. 8 Wakil China itu telah memastikan tiga gelar buat Negeri Tirai Bambu di nomor tunggal putri, ganda putri dan ganda campuran, setelah terjadi Final sesama China.

Dominasi China telah dimulai sejak partai pertama, dimana pasangan ganda putri Wang Xiaoli-Yu Yang tidak memberi celah buat lawannya, Shizuka Matsuo-Mami Naito untuk mengembangkan permainannya. Wang-Yu yang pekan lalu meraih gelar Juara di China Terbuka, kali ini berkesempatan meraih gelar kedua mereka pasca menang 21-15, 21-6 atas pasangan Jepang.

Lawan yang akan dihadapi oleh Wang-Yu hari ini di babak Final adalah Juara Olimpiade London, Tian Qing-Zhao Yunlei. Pertemuan ini yang sebenarnya diidam-idamkan sebagai Final Ideal Ganda Putri Olimpiade 2012, akan tetapi terdiskualifikasinya Wang-Yu membuat impian mereka meraih gelar akhirnya sirna.

Tian Qing-Zhao Yunlei menginjakkan kaki di babak Final usai mengalahkan kompatriotnya, Bao Yixin-Tang Jinhua lewat adu rubber game 21-18, 11-21, 21-18 dalam 63 menit. Dengan hasil ini, terjadi Final ideal antara unggulan pertama dan unggulan kedua.

Zhao Yunlei juga meloloskan dirinya ke babak Final nomor ganda campuran bersama Zhang Nan. Pasangan unggulan kedua ini menginjakkan kaki di Final usai mengalahkan pasangan perunggu Olimpiade London, Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen (gambar) dalam tiga gim yang sangat ketat 13-21, 21-15, 23-21.

Pedersen mengaku kecewa dengan penampilannya, apalagi di gim ketiga saat mereka tertinggal jauh 9-17, mereka berhasil meraih 10 poin beruntun untuk balik unggul 19-17, namun di poin-poin akhir, China melakukan hal yang lebih baik.

“Kami sangat senang bermain di Semifinal hari ini meskipun kalah.. Sangat ketat di gim ketiga, tapi kami ingin lebih dari hari ini, kami ingin tampil di Final. Secara keseluruhan, kami puas. Mereka memang bermain lebih baik dan setiap kami bermain melawan mereka, selalu berakhir ketat di gim ketiga. Kami tahu kami harus siap 100%. Jika tidak, kami tidak punya kesempatan,” begitu ujar Pedersen.

Partai ini adalah ulangan dari Semifinal Olimpiade lalu, dimana di gim ketiga juga berakhir sangat ketat, pasangan China menang 21-19.

Usai meraih medali emas di Olimpiade, pasangan Zhang Nan-Zhao Yunlei belum sekalipun meraih gelar Juara. Penurunan prestasi mereka itu yang sempat membuat kabar tidak sedap menghinggapi pasangan China ini, dimana pasangan ini kabarnya bakal dipecah oleh Li Yongbo. Dilansir dari situs berita Xinhua, Li Yongbo mengaku rencana pemecahan duet ini karena alasan menghindari adanya cedera pemain.

Seperti kita tahu Zhang Nan maupun Zhao Yunlei tampil di dua nomor pada tiap turnamen yang mereka ikuti. Zhang bermain dengan Chai Biao, sedangkan Zhao Yunlei bermain dengan Tian Qing. Tapi penampilan mereka di dua nomor itu tak jarang membuat Zhang maupun Zhao terlihat keletihan, alhasil penampilan mereka saat berduet di ganda campuran terkadang berakhir tidak memuaskan. Tapi hingga saat ini, rumor pecahnya duet ini tidak berlanjut.

Di Final, Zhang Nan-Zhao Yunlei akan berjumpa dengan pasangan unggulan teratas, Xu Chen-Ma Jin yang berhasil menundukkan Chan Peng Soon-Goh Liu Ying dalam dua gim langsung 21-16, 21-18.

Wang Lin terhenti di Semifinal

Dari nomor tunggal putri, sosok bidadari cantik yang meraih gelar Juara Dunia 2010, Wang Lin harus terhenti di babak Semifinal oleh Juara Olimpiade, Li Xuerui sabtu malam. Li menang dua gim langsung 21-12, 21-13 dalam 29 menit.

“Sangat senang melihat banyak dukungan untuknya usai kembali dari cedera,” ujar Li pasca pertandingan. Sementara itu, Wang Lin mengaku titel Juara Olimpiade memang pantas diraih Li. “Sebagai juara Olimpiade, dia menunjukkan kekuatan hebatnya, tapi saya senang dengan penampilan saya di turnamen ini, ini modal untuk ke depannya,” ujar Wang.

Kenaikkan performa positif dari Wang Lin berbanding terbalik dengan apa yang menimpa Wang Shixian. Sosok Bidadari cantik lain itu tersingkir di babak 16 besar oleh Porntip Buranaprasertsuk dari Thailand dalam pertarungan tiga gim ketat yang berakhir dengan skor 21-23 di gim penentuan. Kekalahan demi kekalahan yang dialami Wang Shixian di beberapa turnamen belakang ini bisa berpengaruh terhadap persaingan dirinya dengan pebulutangkis muda lainnya di China yang tiap hari bermunculan. Pertanyaannya, akankah ia bermigrasi ke negara lain seperti layaknya Jie Yao atau Pi Hongyan, karena gagal bersaing? Kita nantikan saja…

Di babak Final, Li Xuerui yang menempati unggulan kedua akan berjumpa dengan unggulan teratas sekaligus World No #1, Wang Yihan yang berhasil membalaskan dendamnya atas Juliane Schenk yang pekan lalu mengalahkannya di Perempat Final China Terbuka. Melawan Schenk, balutan di lutut kanan Wang terlihat sangat memprihatinkan.

Meskipun dibalut dengan pengaman lutut yang bisa dibilang sangat tebal itu, Wang tetap bermain cemerlang untuk mengalahkan Schenk dalam pertarungan tiga gim 21-8, 19-21, 21-15 dalam 63 menit. Meskipun kalah, tetapi Schenk sangat senang dengan penampilannya di enam pekan belakangan, dimana turnamen yang ia ikuti selalu membuahkan hasil positif.

“Ini sangat menakjubkan bisa menang di gim kedua setelah kalah di gim pertama,” ujar Schenk. “Aku mencoba yang terbaik yang saya bisa (untuk para penonton yang hadir). Saya tidak menyesal. Saya sudah bermain enam minggu berturut-turut, sehingga tidak ada yang mengeluh tentang hasil saya di sini,” tambah pemain berperingkat 4 dunia itu.

Schenk memang bermain selama 6 pekan di 5 turnamen berbeda yang ke semuanya membuahkan hasil positif, setidaknya sampai di babak Empat besar. Di Denmark, ia sampai di babak Final, dan sempat mengalahkan Li Xuerui di Perempat Final dan Jiang Yanjiao di Semifinal meskipun harus kalah dari Saina Nehwal di partai Puncak.

Di Perancis, ia sampai di 4 besar sebelum dikalahkan sang pemuncak, Saina Nehwal. Di Bitburger Open, ia meraih gelar Juara di depan publiknya sendiri. Di China Open, ia kembali menginjakkan kaki di Semifinal, dan sempat mengalahkan Wang Yihan di babak 8 besar meskipun harus gugur di tangan Ratchanok Intanon. Kali ini di Hongkong, ia hanya sampai di babak 4 Besar lagi, dikalahkan oleh Wang Yihan.

Di Final hari ini, Perjumpaan Li dengan Wang merupakan ulangan Final Olimpiade lalu, dimana kala itu Li mengalahkan Wang dengan skor 21-15, 21-23, 21-17. Kekalahan Wang saat itu sempat membuatnya kecewa, sampai ia menitihkan air mata di podium peraih medali di Olimpiade London.

Tommy sedikit mempersulit

Satu-satunya wakil Indonesia yang tampil di babak Semifinal Hongkong Open 2012, Tommy Sugiarto harus gagal di tangan pebulutangkis asal China yang meraih medali perunggu di Olimpiade London, Chen Long. Unggulan kedua itu menundukkan Tommy dalam dua gim langsung 21-18, 21-10.

Di gim pertama, Tommy sempat mempersulit permainan Chen Long, meskipun dari ranking, keduanya sangat jauh. Kejar mengejar angka selalu terjadi diantara kedua pemain ini, bahkan Tommy bahkan sempat memimpin pada kedudukan 15-14. Namun sayang di kedudukan 18-18, ia melakukan beberapa kali kesalahan yang dimanfaatkan dengan baik oleh Chen hingga menutup gim pertama 21-18.

“Saat kedudukan 18-18, saya melakukan kesalahan dengan memberikan bola yang memang ‘makanannya’ dia. Pada poin-poin kritis, Long mematikan pengembalian saya dengan overhead silangnya” ungkap Tommy dikutip dari situs PB PBSI.

Penampilan cemerlangnya di gim pertama tidak dilanjutkan di gim kedua. Ia langsung tertinggal jauh 6-16 hingga Chen berhasil menutup pertandingan dengan 21-10. “Saya kesulitan mengontrol angin di lapangan pada gim kedua. Maksudnya ingin memberikan bola netral, tapi tiap saya angkat bola malah selalu out. Saya tidak puas dengan penampilan di gim kedua, padahal pada gim pertama saya bisa mengimbangi permainan lawan dengan menetralkan serangan-serangannya” tambah putra Icuk Sugiarto itu.

Tommy menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak 4 besar setelah wakil Indonesia lain yang berasal dari Pelatnas bertumbangan di babak Perempat Final, Jumat lalu. Kekalahannya ini membuat Tim Indonesia tidak memiliki wakil di Final. Berbeda dengan negara tetangga kita, Malaysia yang memiliki 2 wakil di Final yang berhasil Minggu sore, yakni Lee Chong Wei dan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong.

Lee Chong Wei kini telah berstatus suami Wong Mew Choo. Wong juga diboyong ke Hongkong. Mungkin untuk bulan madu kali ya.. Di babak Semifinal kemarin, Lee berhasil mengalahkan Kenichi Tago dari Jepang dengan pertarungan dua gim langsung 21-19, 21-15. Lee sempat dibuat trouble ketika ia tertinggal 16-18, namun berhasil membalikkan keadaan di poin-poin akhir.

“Saya tidak akan berpikir terlalu banyak untuk Final besok atau hadiah uang. Keinginan terbesar saya adalah menikmati waktu bersama istri saya setelah pertandingan di Hongkong,” begitu ujar Lee pasca bertanding.

Kenichi Tago yang ditemui pasca pertandingan mengaku berpeluang untuk menang, hanya ia merasa ada sedikit perbedaan antara dirinya dan Lee. “Saya seharusnya menang tapi ada kesenjangan besar antara kami. Saya tahu Lee tidak 100 persen,” begitu kata pemain asal Jepang itu.

Wakil Malaysia lainnya, Koo Kean Keat-Tan Boon Heong juga melaju ke babak Final usai menundukkan pasangan Taipei, Tsai Hsia Chin-Lee Sheng Mu dengan skor 22-2, 21-13. Di babak Final, Koo-Tan akan berjumpa dengan Juara Olimpiade, Cai Yun-Fu Haifeng yang mengalahkan Liu Xiaolong-Qiu Zihan dari China dengan pertarungan tiga gim 18-21, 21-17, 21-16.

“Saya merasa tekanan pada Olimpiade telah usai dan kami lebih bisa berlatih dengan tepat setelahnya,” ujar Koo. Melawan Cai-Fu merupakan partai ulangan Semifinal Olimpiade, dimana Cai-Fu berhasil mengalahkan Koo-Tan dalam dua gim langsung

Menurut Koo, hasilnya nanti rasanya tidak penting, karena ia sudah merasa senang untuk pertama kalinya tampil di Final Hongkong Open Superseries. “Kami hanya senang berada di final untuk pertama kalinya di sini,” tambah Koo.

Iklan