Episode Hitam yang Terlupakan

Pekan ini, Hongkong akan dihibur oleh penampilan atraktif dari para pebulutangkis yang mengincar spot terakhir di Final Superseries yang rencananya digelar di Shenzen, bulan depan. Berkaitan dengan Hongkong pula, gue kembali teringat kisah para pebulutangkis China yang memutuskan untuk berpindah ke Bendera ke Hongkong, lantaran kalah saing di China.

Salah satunya adalah Zhou Mi, sosok hebat yang telah jatuh bangun dalam Dunia Bulutangkis. Merasakan ketidakadilan di China, ia memutuskan untuk berpindah ke Hongkong pasca ritual ‘menyepi’ yang dilakukannya nyaris satu tahun lebih pasca raihan perunggu. Ia mengaku disuruh untuk mengalah dari Zhang Ning di Semifinal Olimpiade Athena itu, untuk memuluskan rencana Li Yongbo meraih emas sebanyak-banyaknya.

Pasca menyepi, namanya muncul dengan luar biasa. Hanya dalam satu tahun, namanya sudah ada di puncak Papan Ranking BWF. Meskipun niatan untuk meraih emas di Olimpiade Beijing 2008 harus terhalang masalah kewarganegaraan. Mungkin masih ada Olimpiade London, begitu batinnya.

Tapi rencananya untuk melenggang ke Olimpiade London luruh sudah ketika 4 September 2010, BWF menjatuhkan sanksi kepada Zhou Mi yang diduga menggunakan doping. Ini diketahui saat BWF melakukan uji sampling doping pada beberapa atlet bulan Juni 2010. Saat itu, Zhou mengaku badannya merasa tidak enak. Lalu, dia membeli obat di apotek. Ketika berlatih di Singapura pada 13 Juni, kesehatannya drop, dan dia demam. Dengan rekomendasi dari staf toko obat, dia membeli obat tradisional Tiongkok. Zhou Mi tidak tahu mana di antara obat tradisional atau modern itu yang mengandung zat terlarang. Ketidaktahuannya itu yang akhirnya menjerumuskannya untuk meminum obat yang ternyata mengandung Doping.

Alhasil, buyar sudah. BWF menjatuhkan sanksi 2 tahun. Bayangkan saja 2 tahun lalu ia sangat dikenal, pebulutangkis nomor 1 dunia, tapi saat ini? Masih dengarkah anda nama Zhou Mi?

Ini yang saya kaitkan dengan Episode Hitam yang baru beberapa bulan berlalu, Kontroversi Bulutangkis Olimpiade. Saat itu, Bulutangkis Korea menjatuhkan sanksi 2 tahun kepada empat atletnya, namun dipotong menjadi hanya 6 bulan. Jika 2 tahun tidak bermain lagi, masihkah nama mereka terdengar?

Zhou Mi sungguh malang. Ditengah banyak pebulutangkis pensiun dengan penghormatan yang berlebih di depan publiknya sendiri. Namanya justru tenggelam begitu saja dimakan waktu. Dalam konferensi pers terakhir yang dilakukannya Oktober 2011, ia mengemukakan bahwa ia hanya ingin membersihkan nama baik dirinya, utamanya buat Bulutangkis Hongkong.

Kita ingat, 4 September 2012 lalu, Tepat 2 tahun hukumannya berakhir, Zhou tak kunjung berbicara. Mungkin di ajang Hongkong Open Superseries kali ini, akan ada kejutan dari Zhou Mi.. Kita harapkan saja…

 

Iklan