Schenk so tired

Setelah mengantongi kemenangan atas tunggal putri peringkat 1 Dunia, Wang Yihan di babak Perempat Final kemarin, Juliane Schenk terlalu lelah untuk menghadapi young star asal Thailand, Ratchanok Intanon di babak Semifinal malam tadi. Schenk kalah 21-18, 10-21, 14-21 dalam 58 menit.

Schenk sebenarnya punya kans untuk memenangkan pertandingan, cuma faktor stamina lah yang membuat wanita yang akan berusia 30 tahun pada 26 November mendatang akhirnya ditaklukkan oleh Intanon. Di gim pertama, Schenk menerapkan permainan yang pantang menyerah, meskipun beberapa kali ia terpontang panting oleh tembakan net shoot Intanon yang efektif membuahkan poin bagi pemain berusia 17 tahun itu.

Tapi juga tak jarang Intanon tersungkur di lapangan (gambar) akibat pukulan keras dan cepat dari Schenk, hingga ia harus mengakui keunggulan wanita Jerman itu dengan 18-21. Di gim kedua, entah karena ingin menghemat tenaga, Schenk akhirnya membiarkan Intanon mencuri gim kedua dengan skor 21-10 untuk memaksakan gim ketiga.

Di gim ketiga, Schenk memimpin paruh awal jalannya pertandingan hingga skor 11-9. Menginjak interval dan perpindahan tempat, entah apa yang terjadi, pendamping Schenk memberikan instruksi kepada sang anak didik, padahal ini tak biasa terjadi pada Schenk yang lebih menikmati kesendirian di lapangan.

Usai interval, Intanon tancap gas dan berhasil membalikkan keadaan untuk menang 21-14 dan menginjakkan kaki di Final Superseries pertamanya. Lawan yang akan dihadapi oleh tiga kali Juara Dunia Junior ini di partai puncak adalah Juara Olimpiade, Li Xuerui yang menundukkan Mitani Minatsu dengan skor 21-8, 23-21.

Dari rekor pertemuan, tentu saja Li Xuerui lebih unggul. Pertemuan terakhir merkea terjadi di Denmark Open lalu, dimana Li menang 21-19, 21-14.

No clean sweep for China in Shanghai

Dari 5 partai babak Final pada siang hari mendatang, China dipastikan tidak akan menyapu bersih gelar, karena pada tahun ini, China tidak memiliki wakil di nomor ganda putra. Di Final ganda putra hari ini, Unggulan teratas, Mathias Boe-Carsten Mogensen akan berjumpa dengan duet Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae dari Korea.

Di partai Semifinal sesi pagi, Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae (gambar) yang menyingkirkan andalan tuan rumah, Cai Yun-Fu Haifeng di Perempat Final kali ini dengan mudah berhasil menundukkan pasangan Jepang unggulan keempat, Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa dengan skor 21-16, 21-15.

Di partai puncak Hari Minggu ini, Ko Sung Hyun-Lee Yong Dae akan berhadapan dengan juara bertahan tahun lalu, Mathias Boe-Carsten Mogensen yang menundukkan seterunya asal Malaysia, Koo Kean Keat-Tan Boon Heong dengan 21-16, 21-16 dalam 38 menit.

Di China Open tahun lalu, Boe-Mogensen mengalahkan Lee Yong Dae yang masih berpasangan dengan Chung Jae Sung di babak Semifinal dengan skor yang ketat 19-21, 23-21, 22-20. Lewat account fanpage Facebook mereka, Boe dan Mogensen mengaku akan sulit mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu itu.

“Yess, kami sampai di Final. Mengalahkan Koo/Tan dalam dua gim langsung. Kami mengira pertandingan akan sulit dan lama seperti di Denmark Open, tetapi hari ini Malaysia tampaknya tidak memberikan tantangan. Kami sangat senang dan menantikan final melawan Ko/Lee dari Korea. Kami berharap untuk mempertahankan gelar kami tahun lalu, tetapi itu rasanya akan sangat sulit,” begitu ujar mereka.

Meskipun tidak dapat menyapu bersih gelar didepan publiknya sendiri, tapi kemungkinan untuk meraih 4 gelar sisa sangat terbuka lebar. Sebut saja di nomor ganda campuran, dimana pasangan unggulan pertama, Xu Chen-Ma Jin sukses menekuk pasangan Korea, Yoo Yeon Seong-Jang Ye Na yang mengalahkan Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen di Perempat Final kemarin. Xu-Ma menang 21-19, 21-13.

Di partai Final hari ini, Xu Chen-Ma Jin akan berjumpa dengan pasangan Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying yang mengalahkan pasangan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir dengan dua gim langsung 21-19, 21-14. Tahun lalu, pasangan Malaysia ini lah yang menghentikan langkah Xu Chen-Ma Jin di babak 16 besar China Open 2011 dengan 21-14, 11-21, 21-16.

Seusai kekalahan itu, pasangan China selalu membukukan kemenangan beruntun ketika berjumpa Chan-Goh. Sebut saja kemenangan terakhir mereka di Semifinal Denmark Open lalu, dimana saat itu Xu-Ma membantai Chan-Goh dengan skor telak 21-7, 21-16.

Wang-Yu tatap gelar Pasca Olimpiade

Selain di nomor ganda campuran, harapan kemenangan lain bagi China juga datang dari unggulan kedua di nomor ganda putri, dimana pasangan China, Wang Xiaoli-Yu Yang berkesempatan meraih gelar pertama mereka pasca Olimpiade.

Wang Xiaoli-Yu Yang berhasil mencapai babak Final usai mengalahkan pasangan ganda putri asal Thailand, Lam Narissapat-Saralee Thongthoungkam dengan skor sangat telak, 21-9, 21-4. Lawan yang akan dihadapi oleh pasangan China ini di babak Final adalah unggulan keenam, Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna yang mengalahkan pasangan Korea, Eom Hye Won-Jang Ye Na dengan 21-17, 19-21, 21-13.

Dari rekor pertemuan, Maeda-Suetsuna belum pernah menang dalam 3 kali bertemu dengan Wang-Yu. Terakhir, mereka berjumpa di Semifinal Kejuaraan Dunia tahun lalu di London. Dimana saat itu, Maeda-Suetsuna kalah 8-21, 15-21.

Di nomor tunggal putra, China sudah memastikan gelar usai Chen Long berhasil mengalahkan pebulutangkis Malaysia, Chong Wei Feng lewat pertarungan dua gim langsung yang berakhir dengan skor telak 21-6, 21-7.

Lawan yang dihadapi oleh Chen Long di babak Final hari ini adalah kompatriotnya, Wang Zhengming yang menerima kemenangan cuma-cuma atas mundurnya Chen Jin yang mengaku menderita cedera di kakinya.

Iklan