Gangnam style (again) in Badminton

Tarian ‘Gangnam Style‘ yang telah mendunia kembali hadir di lapangan Bulutangkis, tepatnya di Shanghai hari ini. Tapi Bukan pasangan Korea yang menarikannya seperti di Odense, Oktober lalu (Shin-Yoo). Justru pasangan Denmark, Mathias Boe-Carsten Mogensen yang menari tarian Gangnam style Usai usai berhasil mengalahkan pasangan Korea, Lee Yong Dae-Ko Sung Hyun dalam partai Final nomor ganda putra.

Alhasil pasangan Korea, Ko Sung Hyun dan Lee Yong dae hanya bisa diam melihat pasangan Denmark itu asyik menarikan tarian Gangnam style yang berasal dari negeri mereka.

Boe-Mogensen berhasil mengalahkan pasangan Lee-Ko dalam pertandingan 50 menit yang berakhir dengan skor 21-15, 21-14. Dari statistik jalannya pertandingan, pasangan Denmark terus menerus menekan dengan smash-smash keras ala pemain Eropa. Tekanan itu sangat menguntungkan bagi Denmark karena pasangan duet baru Lee Yong Dae, yakni Ko Sung Hyun tidak memiliki defence sehebat Chung, sehingga smash yang diarahkan ke Ko lebih banyak membuahkan poin buat pasangan Denmark.

Kemenangan ini disambut gembira oleh Boe-Mogensen. Lewat account Fanpage mereka di Facebook, mereka mengaku senang bisa mempertahankan gelar yang diraihnya tahun lalu itu.

“Juara China Open untuk kedua kalinya, hanya pasangan Denmark yang bisa melakukannya. Perasaan yang hebat bisa kembali ke puncak, kemenangan hanya sebuah kesenangan. Kami bermain dengan taktik yang sempurna hari ini, tidak membuat kesalahan kecil dan sangat percaya diri di lapangan. Kami tidak akan tampil di Hongkong pekan depan, kami akan kembali ke Denmark untuk mempersiapkan SS Final bulan depan. Terima kasih atas support kalian,” begitu ujar mereka.

Gelar China Open 2012 ini adalah gelar Superseries keempat mereka sebagai pasangan ganda putra. Hal ini diungkapkan Badminton Europe lewat account twitternya (@EuropeBEC). “Dengan kemenangan hari ini di China Open, pasangan Denmark telah menjuarai 4 turnamen Superseries sekarang. KOR 2009, All-England 2011, CHN 2011 dan 2012.

Di Korea Open 2009, Boe-Mogensen berhasil mengalahkan andalan tuan rumah, Chung Jae Sung-Lee Yong Dae dengan 21-12, 24-22. Di All England 2011, mereka mengalahkan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong dengan skor 15-21, 21-18, 21-18. China Open tahun lalu, mereka mengalahkan dua pasangan Korea di Semifinal (Chung-Lee) dan Final (Ko-Yoo), dan kali ini di partai puncak China Open 2012, mereka melibas pasangan Malaysia di Semifinal dan pasangan Korea lagi di partai puncak.

Dan dari keempat turnamen yang mereka menangi itu, tidak pernah sekalipun mereka berjumpa dengan pasangan China, Cai Yun-Fu Haifeng.

Easy for Li, not for Wang-Yu at Opening

Pebulutangkis tunggal putri asal China yang juga Juara Olimpiade London, Li Xuerui berhasil mengalahkan young star asal Thailand, Ratchanok Intanon dalam partai Final nomor tunggal putri China Open 2012 yang berlangsung di Yuan Shen Gymanisum, Shanghai tadi siang. Pertandingan berlangsung singkat, 31 menit, dimana Li menang mudah 21-12, 21-9.

Seperti biasa, pola permainan Li mengandalkan smash-smash ke pojok-pojok yang tentu sangat menyulitkan buat para pemain tunggal, termasuk Ratchanok Intanon yang masih berusia 17 tahun. Di paruh awal gim pertama, Intanon masih bisa mengimbangi permainan Li di poin 8-9. Usai poin itu, Intanon tak dapat mengejar Li hingga Li berhasil melaju 13-8 sampai menutup gim pertama dengan skor 21-12.

Di gim kedua, Li Xuerui langsung tancap gas meninggalkan Intanon 11-1 di interval gim kedua. Pasca interval gim, Intanon mengambil beberapa poin, tapi itu tidak terlalu mempengaruhi Li yang pada akhirnya menang 21-9. Ini adalah gelar pertama Li usai menjuarai Olimpiade. Dua turnamen yang ia ikuti pasca Olimpiade, yakni China Master dan Denmark Open, keduanya gagal di Perempat Final.

Di China Masters, Li dikalahkan oleh rising star asal India, Shindu PV, sedangkan di Denmark Open, giliran Juliane Schenk yang menghentikan lajunya.

Usai Final tunggal putri, dilanjutkan dengan Final nomor ganda putri, dimana pasangan yang terkena skandal Olimpiade, Wang Xiaoli-Yu Yang berhasil mempertahankan gelarnya, setelah menundukkan pasangan Jepang, Miyuki Maeda-Satoko Suetsuna.

Tapi tidak seperti beberapa partai kemarin, dimana Wang Yu berhasil menang dengan cukup mudah, bahkan sering menang telak. Kali ini Wang-Yu harus menguras lebih banyak keringat, terutama di gim pertama karena pasangan Jepang ini punya skill yang bagus, terutama dalam hal pertahanan. Sempat tertinggal jauh 3-9, pasangan Jepang dengan flighting spirit yang tinggi mampu mempertipis perolehan poin menjadi 8-9. Lagi tertinggal 9-13, mereka kembali mampu menyamakan kedudukan di poin 14-14. Di poin puncak 19-19, pasangan China berhasil meraih dua poin beruntun untuk mengamankan gim pertama 21-19.

Di gim kedua, pasangan Jepang mulai kehilangan kepercayadirian hingga langsung tertinggal 0-5. Di kedudukan tertinggal 7-14, akhirnya pasangan Jepang memutuskan untuk mengakhiri pertandingan karena terjadi cedera. Alhasil, pasangan Wang-Yu meraih gelar dengan cuma-cuma.

Malaysia Boleh! tapi tetap China yang Juara

Setiap pendukung pasti punya slogan guna mendukung negara atau Tim olahraga mereka, tak terkecuali negeri jiran Malaysia. Slogan ‘Malaysia Boleh’ menjadi dendangan bagi publik olahraga Malaysia tatkala wakil mereka, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying tampil di partai Final nomor ganda campuran China Open 2012 hari ini.

Ketika anda mendengar kalimat ‘Malaysia Boleh’, sebenarnya artinya nyaris sama dengan slogan yang ada di negeri kita, “Indonesia Bisa!” tapi kalo soal yang duluan, kita harus mengakui bahwa Malaysia lebih dulu menggunakan slogan ‘Malaysia Boleh’, sekitar tahun 1990an. Sedangkan heboh slogan Indonesia Bisa itu baru berdengung hebat kala peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional, tahun 2008 lalu.

Meskipun heboh terdengar slogan Malaysia Boleh, tapi nyatanya melawan pasangan Ganda Campuran andalan tuan rumah, Xu Chen-Ma Jin di partai Final siang tadi, pasangan Malaysia harus menelan kekalahan 15-21, 17-21 atas peraih medali perak Olimpiade London itu, sehingga mereka harus puas di posisi Runner Up.

Usai bertanding, kedua pasangan saling dipertemukan dalam Konferensi Pers yang dihadiri oleh halayak media. Mengomentari kemenangannya, Xu Chen menjawab dengan diplomatis. “Hari ini kami bermain cukup bagus dan lawan bermain kami juga sangat baik. Saya percaya bahwa semua pemain yang tampil di Final semuanya adalah pemain yang terbaik,” begitu ujar suami dari Pan Pan, pebulutangkis China yang karirnya stagnan.

Sementara Ma Jin berkomentar mengenai penampilan Xu Chen yang tidak terlalu bagus, terutama dalam kekuatan pukulan. Hal ini juga yang sempat dirasakan oleh Ma Jin di babak Semifinal kemarin, sehingga kemarin mereka sempat keteteran saat menghadapi pasangan Korea, Yoo Yeon Seong-Jang Ye Na. Perhatian dari Ma Jin itu ditanggapi dengan candaan dari Xu Chen. “Bagaimana tidak hangat itu? Ada dua wanita sekaligus mengurus saya, tentu saja, hangat, sangat hangat,” ujarnya diikuti tawa seluruh media yang meliput mereka.

Berkaitan dengan penampilan lawan, Ma Jin melihat perkembangan luar biasa dari pasangan Malaysia ini. “Tahun lalu, kami tersingkir di babak kedua oleh mereka, jadi mereka adalah saingan lama kami, kami berjumpa kembali di Olimpiade, di Denmark Open dan kami begitu terkesan dengan kemajuan pesat permainan mereka dalam setahun ini. Kami ingin belajar dari mereka dan ingin melawan mereka beberapa kali lagi, tapi rasanya akan sulit,” begitu ujar mantan pasangan Wang Xiaoli di nomor ganda putri itu.

Disamping berbagai masalah itu, Xu Chen dan Ma Jin tetap tampil dalam penampilan luar biasa di empat turnamen Superseries pasca Olimpiade, dimana keempatnya diakhiri dengan gelar juara, yakni di China Masters, Denmark Open, French Open dan China Open.

Gelaran China Open pekan ini ditutup oleh partai Final nomor tunggal putra, dimana terjadi All Chinese Final antara peraih medali perunggu Olimpiade London, Chen Long dengan kompatriotnya, Wang Zheng Ming. Chen berhasil mengalahkan juniornya dalam pertarungan dua gim ketat, 21-19, 21-18 dalam 48 menit. Alasan kenapa partai All Chinese Final ditaruh di akhir, karena beberapa pasangan yang tampil di Final hari ini, banyak yang akan berangkat ke Hongkong untuk mengikuti turnamen Hongkong Open Superseries 2012 yang berlangsung mulai selasa mendatang.

Iklan