Sabtu Kelabu buat Dunia Bulutangkis

Pagi Hari tadi, euforia kemenangan ganda campuran andalan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir di arena China Open Superseries Premier 2012 masih hangat terasa. Apalagi kemenangan 21-17, 21-10 atas Tao Jiaming-Tang Jinhua di babak Perempat Final itu membuat pasangan Indonesia ini memastikan spot peringkat 2 di dunia, menggeser Juara Olimpiade, Zhang Nan-Zhao Yunlei pada rilis terbaru Ranking BWF hari Kamis mendatang.

Tapi seketika euforia itu langsung hilang melihat dua kabar buruk yang terjadi hari ini. Dimulai tatkala gue sedang browsing berbagai situs olahraga yang berkaitan dengan Bulutangkis, gue nemu kalimat, “Due to copyright issue, live stream and match videos of BWF tournaments will no longer be available on BadmintonLink.com”. Kalimat itu langsung bikin gue brokenhearth. Alhasil, perasaan gue gak nyaman.

Lewat account facebook dan twitternya, Badminton Link mengumumkan bahwa mereka tidak lagi bisa menyiarkan pertandingan bulutangkis secara langsung (live streaming) ataupun video pertandingan bulutangkis lain dengan alasan hak cipta.

Status yang dibuat Badminton Link itu alhasil menarik puluhan orang mengomentarinya. Nyaris semuanya terkejut dengan apa yang terjadi. Sebut saja Eng-Theng Khoo yang diketahui berdomisili di Australia. Ia mengaku bahwa Badminton Link adalah satu-satunya media dimana ia bisa melihat siaran bulutangkis. “oh noooooooo!!! This is the only way I watch badminton matches in Australia!

Tentu keputusan ini sangat bertolak belakang dengan rencana BWF kedepannya, yakni mempromosikan olahraga yang mulai dipertanyakan keberadaannya di Olimpiade.

Gue emang gak terlalu sering nonton live streaming di Badminton Link ini, tapi gue sering ngambil foto-foto teranyar soal pertandingan di Badminton Link ini. Semisal kemarin malam aja, Juliane Schenk berhasil mengalahkan Wang Yiahn dengan 19-21, 21-16, 21-17. Mereka updet foto langsung loh.. Alhasil gue tahu Juliane Schenk berhasil mengalahkan Wang Yihan dengan pakaian hitam, sedangkan Yihan memakai baju kuning bekas Olimpik kemaren. Walaupun sekedar Informasi pakaian, tapi info itu sangat berarti bagi seorang wartawan loh…

Sayangnya tindakan yang dilakukan oleh BWF hari ini tidak diikuti langkah nyata. Sebut saja situs streaming milik BWF sendiri, yakni badmintonworld.tv, menyiarkan partai Semifinal hanya pada sesi kedua yang dimulai pukul 18.00 WIB, sementara sesi pertama yang dimulai pukul 11.00 WIB tidak ada… Tragis… Sabtu Kelabu buat Dunia Bulutangkis..

Indonesia tanpa wakil di Final

Lagi-lagi Indonesia harus puas tanpa gelar dari ajang China Open Superseries Premier, setelah satu-satunya wakil Indonesia di babak Semifinal, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir harus gagal menghadapi pasangan Malaysia, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying siang tadi. Menang di empat pertemuan sebelumnya dengan skor tipis, kali ini Chan-Goh membalas kekalahannya itu dengan menang dua gim langsung 21-19, 21-14.

Chan-Goh akan menghadapi pemenang antara Xu Chen-Ma Jin dengan Yoo Yeon Seong-Jang Ye Na di babak Final esok.

Di sesi siang tadi, China berhasil mengamankan tiga tiket Final, lewat Li Xuerui yang menundukkan Minatsu Mitani 21-8, 23-21, Wang Xiaoli-Yu Yang yang menang mudah atas Lam Narissapat-Saralee Thongthoungkam dengan 21-9, 21-4 dan Wang Zhengming yang menerima kemenangan cuma-cuma atas kompatriotnya, Chen Jin yang mundur karena mengaku cedera kaki.

Di Semifinal ganda putra, pasangan Korea Lee Yong Dae dan Ko Sung Hyun yang kemarin mengandaskan Juara Olimpiade Cai Yun-Fu Haifeng berhasil mengalahkan pasangan Jepang unggulan keempat, Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa dengan skor 21-16, 21-15.

Semifinal sesi kedua rencananya akan digelar pukul 18.00 WIB hari ini, bisa streaming di badmintonworld.tv atau di televisi berlangganan MNC Sport 1 atau 2.

Iklan