Welcome Back Wang-Yu

Muncul dalam draw, tapi tak pernah muncul di Lapangan. Itulah kisah rumit yang dialami oleh Wang Xiaoli-Yu Yang pasca kontroversi yang mereka buat di Olimpiade London lalu. Pasangan ganda putri Juara Dunia 2011 ini akhirnya tak hanya sebatas penghias drawing. Kemarin, di Shanghai, mereka kembali meramaikan gelaran China Open Superseries Premier, turnamen Premier terakhir tahun ini.

Di Denmark bulan lalu, mereka sempat terdaftar juga dalam draw, namun mereka tidak tampil. Alasannya saat itu Wang Xiaoli sedang mengalami cedera saat perjalanan jauh ke Copenhagen.

“Sebenarnya Kami sudah siap untuk bermain di Denmark Terbuka, tetapi kaki Wang Xiaoli cedera beberapa saat sebelum kompetisi, jadi kami harus mundur. Sekarang, kita kembali ke lapangan. Kami berharap bahwa fans kami akan memberi kita lebih banyak dukungan,” kata Yu dikutip dari Xinhua.

Kamis kemarin, Pasangan unggulan kedua ini mengawali turnamen dengan bermain di babak kedua, setelah di babak pertama mendapatkan bye. Wang dan Yu berhasil menghentikan hegemoni Ma Jin dan Tang Jinhua yang meraih dua titel di tour Eropa bulan lalu dengan skor ketat 21-19, 21-18 untuk menginjakkan kaki di Perempat Final. Lawan yang dihadapinya adalah pasangan Jepang yang menjadi Finalis Denmark Terbuka, Misaki Matsumoto-Ayaka Takahashi, malam ini.

“Lawan kami (Ma dan Tang) benar-benar sulit. Itu benar-benar pertandingan tingkat tinggi,” kata Yu. “Saya berharap kami bisa bermain lebih baik dan lebih baik.”

Yu Yang sendiri memutuskan untuk pensiun usai didiskualifikasi dari Wembley Arena. Ia menuturkannya lewat account microbloggingnya bulan Agustus lalu. Tapi akhirnya ia memutuskan untuk berubah pikiran dan tetap melanjutkan karirnya. “Semua orang memiliki pengalaman yang berbeda dalam hidupnya, ada yang baik, ada yang buruk. Kita semua harus belajar untuk bisa menyesuaikan dengan kedua hal itu,” ujar peraih medali emas dan perunggu di Olimpiade Beijing.

Dari wawancara usai pertandingan yang ketat itu, Yu Yang berkata bahwa Kegagalan besar di Olimpiade menjadi tumpuan besar dari mereka kedepannya. Pasalnya, mereka menjadi lebih dewasa.

“Olimpiade adalah bagian dari pengalaman kami, pengalaman yang paling tak terlupakan dalam hidup kita. Kami masih muda tapi setelah kegagalan besar, itu membuat kami lebih dewasa. Kami percaya bahwa dalam hidup ada banyak pengalaman yang berbeda, kebahagiaan terkadang sangat singkat, tapi kita harus memanfaaatkan saat yang penting itu.”

jika Wang-Yu memulai debut pasca kontroversi di Shanghai, Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii-Meiliana Jauhari yang juga didiskualifikasi dari Olimpiade rencananya akan tampil di Hongkong Terbuka pekan depan. “Sanksi yang kami terima kemarin itu menjadi pembelajaran dan pengalaman berharga. Sekarang kami ingin membuktikan bahwa kami bisa memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Meiliana dikutip dari Kaltim Post.

Di Hongkong, Meiliana Jauhari-Greysia Polii akan berhadapan dengan ganda putri Rusia, Tatjana Bibik-Anastasia Chervaykova dari Rusia. Kita tidak bisa meremehkan ganda-ganda putri asal Rusia. Karena seperti kita tahu, Rusia kini diliputi hegemoni bulutangkis yang luar biasa usai negeri Eropa itu berhasil meraih medali perunggu pertama dari nomor ganda putri lewat pasangan Valeria Sorokina-Nina Vislova, pasangan Rusia yang sempat menduduki peringkat 4 dunia tahun 2010 lalu.

Iklan