Indonesia Kalah Berjamaah

Entah karena hari ini adalah Hari Raya Idul Adha, para pebulutangkis Indonesia yang tampil di babak 16 besar kemarin nyaris rontok semua. Dari 14 wakil, dimana satu wakil merupakan pasangan beda bendera, hanya tersisa 2 wakil yang tampil di Babak Perempat Final turnamen Superseries French Open di Stade Pierre de Coubertin, Paris.

Dua wakil Indonesia yang tersisa di Paris adalah pasangan ganda campuran Finalis Denmark Terbuka pekan lalu, Tontowi Ahmad Liliyana Natsir dan pasangan ganda putri non pelatnas, Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta.

Pasangan Owi-Butet awalnya juga kesulitan saat menghadapi pasangan Pathipat Chalardchaleam-Savitree Amitapai dari Thailand, saat tertinggal cukup jauh 10-16, namun mereka mampu menyamakan kedudukan di poin 17-17 hingga mampu menutup gim pertama dengan skor 21-19.

Di gim kedua, pasangan Indonesia menunjukkan permainan kelas dunia. Owi-Butet menang mudah 21-13 untuk memegang tiket Perempat Final. Lawan yang mereka hadapi di babak 8 besar itu adalah pasangan unggulan ketujuh, Chris Adcock-Imogen Bankier. Rekor pertemuan kedua pasangan adalah 1-1, dimana pertemuan terakhir terjadi di Swiss Open lalu yang dimenangkan oleh pasangan Indonesia lewat rubber game 21-15, 16-21, 21-13.

Adcock dan Bankier berhasil menginjakkan kaki di Perempatfinal usai mengalahkan pasangan beda bendera, Vita Marissa yang kali ini menggandeng Robert Blair dengan rubber game 20-22, 21-15, 21-13 dalam durasi 47 menit. Vita Marissa beberapa waktu lalu mengindikasikan akan gantung raket, lalu berencana untuk menjadi pelatih, namun ia sendiri mengharapkan bisa melatih di negeri sendiri, tidak di negeri orang lain. “Saya siap jika memang klub-klub di Indonesia membutuhkan saya, bahkan PBSI. Sudah ada beberapa negara yang menawarkan, namun Indonesia adalah prioritas pertama,” begitu ujar Vita dikutip dari situs PB PBSI.

Bukan hanya Vita yang mengalami kekalahan, 11 wakil lain juga tersingkir dengan cara yang berbeda. Misalkan ada Sony Dwi Kuncoro dan pasangan Anneke Feinya-Nitya Krishinda yang mundur WO karena alasan cedera. Sony mengalami cedera pinggang sementara Nitya Krishinda mengalami cedera di tulang ekornya.

Di babak 32 besar kemarin, Simon Santoso juga WO karena mengaku tidak enak badan/pusing sementara Hayom kalah rubber game dari Boonsak, ternyata karena ia mengalami cedera di pergelangan kaki kiri yang kambuh.

Cara kalah yang lain dari para pemain Indonesia adalah syndrome deuce, dimana pasangan Yonathan Suryatama Dasuki (gambar dengan tato) dan Hendra Aprida Gunawan harus lengser dari pasangan Jerman, Ingo Kindervater-Johannes Schoettler dalam pertarungan ketat yang berakhir dengan kemenangan Ingo-Johannes 18-21, 21-19, 22-20. Pasangan Indonesia sebenarnya telah match point 20-18, namun pasangan Jerman meraih 4 poin beruntun untuk meraih tiket Perempatfinal.

Trik kekalahan yang lain adalah Up to Down, dimana pasangan Hendra Setiawan-Muhammad Ahsan yang mengandaskan peraih medali perak Olimpiade London, Mathias Boe-Cartsen Mogensen di babak 32 besar lalu (Up) dengan 21-16, 21-15, justru harus tersingkir dari pasangan non unggulan asal Malaysia, Hoon Tien How-Tan Wee Kiong (Down) dengan straight game 16-21, 17-21.

Entah mereka menginginkan untuk jalan-jalan akhir pekan ini di Paris atau bagaimana, rasanya kekalahan berjamaah itu tidak pantas buat para pebulutangkis Indonesia, apalagi hanya Owi-Butet dari Pelatnas yang lolos. Padahal di beberapa nomor, para unggulan memutuskan untuk tidak tampil di turnamen ini…

Denmark dominasi Perempatfinal Tunggal Putra

Tiga dari empat tunggal putra Denmark yang tampil di babak 16 besar kemarin berhasil lolos ke babak Perempatfinal. Mereka adalah Peter Gade, Jan O Jorgensen dan Viktor Axelsen.

Peter Gade melangkahkan kaki di Perempat final usai menundukkan pebulutangkis India, Ajay Jayaram dengan pertarungan rubber game 18-21, 21-17, 21-14 dalam pertarungan panjang 61 menit. Kemenangan panjang itu tentu akan menguras tenaga dari legenda Eropa yang pada akhir pekan ini, tepatnya hari Minggu, akan diberikan penghargaan oleh Bulutangkis Perancis, FFBad.

Di babak Perempat inal hari ini, Peter Gade yang menjadi unggulan ketiga akan berjumpa dengan kompatriotnya, Jan O Jorgensen yang menjadi unggulan ketujuh dalam turnamen berhadiah USD 200.000 ini.

Jorgensen memastikan tiket Perempat final usai mengalahkan Boonsak Ponsana dalam dua gim langsung, 21-10, 21-15 dalam 34 menit. Rasanya kini Jorgensen sudah siap untuk menjadi pengganti Peter Gade, karena pemain sekelas Lee Chong Wei pun sudah dipaksa bermain deuce (ketat) di Denmark Open lalu, dan kini veteran Thailand yang juga Semifinalis Olimpiade Athena, Boonsak Ponsana dikalahkan dalam straight game.

Pertemuan Jorgensen dan Gade ini akan disiarkan di MNC Sport 1 pada partai pertama, kalo tak salah jam 10 malam ini. Rekor pertemuan menunjukkan Gade masih lebih unggul 3-2 dari 5 kali pertemuan. Namun karena mereka sudah saling mengenal di lapangan, jadi hasil rekor pertemuan itu belum bisa menunjukkan hasil pertandingan malam nanti.

Denmark juga berkesempatan mengirimkan tunggal putra lain di Semifinal ketika pebulutangkis junior, Viktor Axelsen yang memilih absen di Kejuaraan Dunia Junior mantap di poll atas usai mengalahkan Chun Seang Tan dari Malaysia dengan 21-10, 21-19 di babak 16 besar kemarin. Lawan yang akan dihadapi oleh Viktor adalah unggulan kedelapan, Wang Zhengming. Perjumpaan duo kece ini tentunya akan menarik, dimana Axelsen belum pernah sekalipun memetik kemenangan dari Wang Zhengming di dua pertemuan yang telah dilakoni.

Kemenangan tiga pebulutangkis tunggal putra Denmark ini tidak diikuti oleh duet ganda campuran satu-satunya, Mads Pieler Kolding-Kamilla Rytter Juhl yang tumbang di tangan unggulan teratas, Xu Chen-Ma Jin. Namun perjumpaan pertama mereka usai duet ini terbentuk cukup mengundang perhatian.

Di gim pertama, pasangan Denmark mencoba menggebrak dengan agresifitas Kamilla dan serangan mematikan dari Pieler Kolding sehingga membuat mereka sempat memimpin 11-8 di interval gim. pasca interval game, pasangan Xu-Ma menaikkan tempo permainan mereka sehingga sempat game point 20-17. Denmark sempat meraih tiga angka untuk memaksakan deuce 20-20, sebelum akhirnya Xu-Ma menutup game pertama dengan skor 22-20.

Di gim kedua, Xu-Ma sempat berada di atas angin dengan unggul 11-7 di interval game kedua. Namun pasca interval game, pasangan Denmark membalikkan keadaan untuk memaksakan rubber usai menang 21-18.

Di awal gim penentuan, pasangan Denmark unggul cukup jauh 7-2 saat berkali-kali smash diarahkan ke pasangan China. Ini juga didukung oleh tinggi 205 cm dari Mads Pieler Kolding yang turut membantu ia untuk mengcover lapangan serta menurunkan bola (smash maupun dropshot).

Di poin kritis, pasangan China menyamakan kedudukan di poin 17-17. Dari poin itu, China berhasil meraih beberapa poin beruntun dan mengamankan tiket Perempat Final setelah menang 21-18.

Kalah di ganda campuran, kini Kamilla Rytter Juhl fokus di nomor ganda putri. Bersama Christinna Pedersen, Juhl mengalahkan pasangan Indonesia, Imawan Gebby Ristiyani-Nuraidah Tiara Rosalia.

Juhl dan Pedersen memulai start dengan baik. Mereka sudah unggul jauh 11-2 di interval game pertama. Pasca interval, mereka masih terus mendominasi lewat pukulan-pukulan cepat dan keras yang membuahkan kemenangan 21-13. Di gim kedua, hal yang sama diulang oleh pasangan Denmark untuk meraih tiket perempat Final dengan skor 21-9.

Lawan yang dihadapi oleh Juhl dan Pedersen di babak 8 besar hari ini adalah pasangan Indonesia, Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta. Pasangan Pia-Rizky menginjakkan kaki di Perempat Final usai mengalahkan Liu Ying Goh-Lim Yin loo dengan 21-7, 21-18. Meski cukup berat, namun mereka pernah mengalahkan Pedersen-Juhl di Indonesia Open lalu dengan skor 21-17, 21-18.

Di tunggal putri, Tine Baun menginjakkan kaki di Perempat Final usai membalas dendam atas Porntip Buranaprasertsuk yang sempat mengalahkan Tine di Perempat Final Jepang Terbuka lalu. Kali ini Tine menang mudah 21-14, 21-16 dalam 33 menit saja. Di babak Perempat Final, lawan yang akan dihadapi oleh Tine yang menjadi unggulan ketiga ini adalah Minatsu Mitani yang menumbangkan Maria Febe Kusumastuti dari Indonesia dengan skor sangat telak 21-14, 21-9.

Iklan