Filipina kalahkan Unggulan

Dari ajang BWF World Junior Championship, kabar mengejutkan datang dari Penyisihan Grup W1 Piala Suhandinata 2012, dimana Turki yang menjadi unggulan 9/16 dikalahkan oleh Filipina di hari Kamis, 25 Oktober hari ini. Filipina berhasil mengalahkan Turki dengan skor tipis 3-2.

Filipina yang tahun lalu gawangnya di dunia bulutangkis tidak kedengaran, kini muncul ketika para juniornya berhasil mengalahkan Turki yang diperkuat oleh seorang Olympian, yakni Neslihan Yigit, pebulutangkis junior yang sudah memasuki 50 besar dunia, padahal usianya baru 18 tahun.

Sementara Filipina tidak pernah terdengar gawangnya memiliki atlet yang lolos dari cabor Bulutangkis di Olimpiade. Baru akhir-akhir ini pihak Bulutangkis Filipina bertekat mengejar ketertinggalan dari para negara tetangga yang sudah ahli di bulutangkis, sehingga mengontrak Rexy Mainaky untuk bisa meloloskan atlet Filipina di Olimpiade Rio. Mungkin ini salah satu gebrakan Rexy di Filipina, meskipun ia sudah direkrut oleh Gita Wirjawan dalam kabinet baru yang diumumkan senin lalu.

Filipina lebih dulu mamstikan kemenangan 3-0 sebelum Turki akhirnya meraih 2 partai sisa. Neslihan Yigit termasuk salah satu pemain yang dikalahkan dalam partai Kamis sore waktu Chiba itu. Sebelumnya di sesi pagi, Filipina dikalahkan Jepang dengan agregat 0-5.

Adalah kakak beradik Malvinne Ann Venice Alcala dan Mark Shelley Alcala (kiri) yang berhasil menuntaskan perlawanan tunggal putri dan tunggal putra Turki. Di partai pertama, Mark Alcala berhadapan dengan Sinan Zorlu. Kedua pemain sama-sama unjuk kebolehan lewat adu smash winner di statistik pertandingan. Meskipun unggul smash winner, Sinan Zorlu tetap kalah 16-21, 15-21.

Partai kedua, Neslihan Yigit dari Turki berhadapan dengan pemain jangkung Malvinne Alcala. Melawan Yigit, Malvinne terus menggempur pertahanan Yigit dengan terus menghujamkan smash hingga menutup gim pertama 21-10. Di gim kedua, Yigit mencoba bangkit dengan sempat memimpin 7-4 sebelum akhirnya takluk 17-21. Andalan Turki ini akhirnya gagal.

Di partai ketiga, turun ganda putra, spesialisasinya Rexy. Pasti sang anak didik sudah dapat ilmu baru dari sang pelatih yang sudah Juara Olimpiade itu. Gerald Sibayan-Carlos Antonie Cayanan mewakili Filipina menang 21-13, 21-16 dari Sinan Zorlu yang kembali tampil bersama Yusuf Ramazan Bay. Kemenangan ini memastikan Filipina tidak akan menjadi juru kunci Grup W1.

Partai keempat dan kelima memang sudah tidak menentukan, tapi Turki tidak mau pulang dengan malu. Neslihan Yigit yang tampil di ganda putri dengan Cemre Fere sukses mengandaskan Marina Caculitan-Joela Geva de Vera dengan skor tipis 21-19, 19-21, 22-20. Sementara partai kelima mempertemukan Enis Sesalan-Ozge Ozer yang menang dari Theodore Matthew-Alyssa Ysabel dengan 18-21, 21-17, 21-19.

Shella fokus dengan Eko

Shella Devi Aulia (kanan), Finalis ganda putri Kejuaraan Dunia Junior tahun lalu dengan Anggia Shita Awanda, pada edisi kali ini akan lebih fokus untuk tampil di ganda campuran saat event beregu bersama Alfian Eko Prasetya. Hari ini saat melawan Kanada, Mereka turun di partai terakhir melawan Nathan Osborne-Adriana Holcek. Eko-Shella sukses menggulung pasangan Kanada itu dengan skor 21-12, 21-16.

Mereka mengaku penampilannya hari ini baik sekali, namun masih perlu banyak latihan untuk kekompakan. “Lawan hari ini belum terlalu berat, jadi penampilan kami belum bisa dibilang baik sekali. Namun kami masih harus banyak latihan agar lebih kompak di lapangan” kata Shela.

Di event beregu, Shella lebih difokuskan di ganda campuran dikarenakan pasangan reguler Melati Daeva di ganda putri, Rosyita Eka Putri Sari menderita cedera engkel, sehingga Melati dipasangkan dengan Anggia Shita Awanda, pasangan reguler Shella di ganda putri.

“Shela akan kami fokuskan dulu di nomor ganda campuran, selain itu Rosyita (Rosyita Eka Putri Sari, pasangan Melati) belum maksimal latihan karena beberapa waktu lalu mengalami cedera engkel, jadi kami istirahatkan dulu,” ujar Bambang Suprianto dikutip dari situs PB PBSI.

Pada pertandingan melawan Kanada, debut Melati-Anggia sukses menggulung Takeisha Wang-Wu Josephine dengan dua gim langsung 21-17, 21-10. Pertandingan menegangkan sempat terjadi di gim pertama, dimana pasangan Indonesia sering ketinggalan dari Wang-Wu, namun bisa membalikkan keadaan di poin-poin akhir.

Hal yang sama juga menimpa Hanna Ramadhini. Hanna sempat kesulitan menghadapi wakil tunggal putri Kanada, Tsai Christine. Ia bahkan kehilangan gim pertama dengan skor yang cukup jauh, 11-21. Di gim kedua, Hanna bangkit hingga meraih game point 20-16. Sayangnya Christin mampu menyamakan kedudukan dengan meraih empat poin berturut-turut hingga keadaan menjadi menegangkan 20-20. Ketegangan itu berakhir kala Hanna mampu memaksakan gim ketiga usai menang 22-20 di gim kedua. Gim ketiga, Hanna berhasil menang 21-13.

Ketika ditanya soal penampilannya ini, pacar Arya Maulana ini mengaku masih menyesuaikan diri. “Saya masih menyesuaikan diri dengan suasana lapangan, karena ini adalah pertandingan pertama dan saya banyak mati-mati sendiri” ujar Hanna dikutip dari situs PB PBSI.

Indonesia vs Kanada 5-0

  • MD : Hafiz Faisal/Putra Eka Rhoma vs Benny Lin/Duncan Yao 21-11, 21-13
  • WS : Hanna Ramadini vs Christin Tsai 11-21, 22-20, 21-13
  • MS : Arief Gifar Ramadhan vs Andrew D’Souza 21-14, 21-14
  • WD : Anggia Shitta Awanda/Melati Daeva Oktavianti vs Takeisha Wang/Josephine Wu 21-17, 21-10
  • XD : Alfian Eko Prasetya/Shela Devi Aulia vs Nathan Osborne/Adriana Holcek 21-12, 21-16

Besok, Indonesia akan menantang tim Irlandia pada pukul 09.00 waktu Chiba, atau sekitar pukul 07.00 WIB. Sore harinya, Indonesia akan berhadapan dengan tim Belanda untuk menentukan juara sub grup Y2.

Dilansir dari situs PB PBSI, melawan Tim Irlandia besok, Indonesia akan menurunkan Panji Akbar Sudrajat di tunggal putra, Setyana Mapasa di tunggal putri, Arya Maulana-Edi Subaktiar di ganda putra, serta pasangan ganda putri dan ganda campuran yang sama seperti format yang diturunkan hari ini (Anggia-Melati dan Alfian-Shella)

Iklan