30 Negara rebutan Piala Suhandinata

Ajang Piala Suhandinata tahun 2012 akan diperebutkan mulai esok hari, 25 Oktober di Chiba, Jepang tepatnya di venue Chiba Port Arena, dimana 30 Negara berpartisipasi untuk memperebutkan Piala yang diraih oleh Malaysia tahun lalu itu.

Dilansir dari situs PB PBSI, Indoenesia akan berjumpa dengan Kanada pada partai perdana penyisihan Grup Y2 Piala Suhandinata 2012 pada Hari Kamis, 25 Oktober esok. Sementara sehari setelahnya (Jumat), Indonesia akan berjumpa dengan Irlandia dan Belanda. Diperkirakan Indonesia bisa menjuarai Grup Y2 untuk berjumpa dengan pemuncak Y1, yang diperkirakan adalah sang juara bertahan, Malaysia.

Manajer tim Indonesia, Maria Fransisca mengaku partai melawan negara-negara yang tidak diunggulkan itu akan menjadi ajang pemanasan bagi para pemain. “Diatas kertas, kita masih lebih unggul dibandingkan Kanada, pertandingan besok lebih dimanfaatkan untuk pemanasan dan penyesuaian lapangan saja.”

Pertandingan pertama Indonesia melawan Kanada dijadwalkan dilaksanakan pada Kamis esok pada sesi kedua pukul 12.30 Waktu Chiba (GMT+9) atau 10.30 WIB, jadi jangan lupa saksikan livescor pada fanpage bulutangkis yang pastinya kudu updet. Buat catatan saja, penyisihan grup dibagi menjadi tiga sesi, yakni sesi pertama dimulai pukul 09.00 waktu Chiba, sesi kedua dimulai pukul 12.30 waktu Chiba dan sesi ketiga dimulai pukul 16.00 waktu Chiba.

Dinginnya Chiba

Suhu udara Jepang kini memasuki 20 derajat celcius, apalagi angin yang bertiup menambah dingin Kota di pantai barat Jepang itu. Tentunya suhu udara yang berbeda dari Jakarta bisa membuat para pemain sakit, tapi beberapa pemain yang sudah pernah dikirim ke daerah dengan suhu dingin, semisal para pemain Indonesia yang dikirim ke Badminton Asia Youth U-19 Championship bulan Juli lalu bisa menyesuaikan, seperti Setyana Mapasa.

Dikutip dari situs PB PBSI, Setyana tidak mempermasalahkan cuaca dingin di Chiba. “Cuaca seperti ini tidak masalah buat saya, walaupun agak dingin, tapi masih bisa menyesuaikan karena saya pernah merasakan bertanding di tempat yang lebih dingin. Kondisi kami baik, hanya perlu istirahat saja setelah perjalanan jauh.”

Para pemain Indonesia berangkat dari Jakarta pada hari Senin lalu dan tiba di Chiba pada hari Selasa setelah menjalani perjalanan selama 7 jam.

Arya tegang di event Beregu

Pasangan ganda putra, Arya Maulana yang berpasangan dengan Edi Subaktiar dilansir oleh sang pelatih mengalami kegugupan ketika dihadapkan pada event Beregu, hal ini sangat terlihat ketika di Kejuaraan Asia Junior lalu, dimana Arya seringkali melakukan kesalahan saat melawan pasangan Jepang di partai Perempat Final Beregu Campuran.

Ketegangan Arya inilah yang membuat Sigit harus turun tangan, ia melakukan pendekatan untuk menghilangkan ketegangan Arya. “Saya sudah melakukan pendekatan dengan Arya, supaya kalau diturunkan di pertandingan beregu, dia tidak terlalu tegang. Pertandingan beregu memang pressure nya beda dengan perorangan, jangankan yang junior, yang senior saja sering mengalami hal seperti ini,” begitu ujar Sigit dikutip dari situs PB PBSI.

Padahal seperti yang kita ketahui, nomor ini menjadi andalan Indonesia untuk mencuri poin, baik di nomor beregu maupun perorangan di Kejuaraan Dunia Junior ini nantinya. “Melihat materi pemain di ganda putra, kami optimis bisa mengamankan poin di nomor ini,” kata Sigit.

Arya dan Edi yang menjadi Juara Asia Junior tahun ini ditargetkan kembali untuk meraih medali emas di perorangan. “Nomor ganda putra ditargetkan untuk meraih medali emas di perorangan. Melihat grafik penampilan para pasangan ganda putra kita, saya cukup optimis,” begitu ujar Sigit sebelum keberangkatan Tim Junior Ke Chiba. Selain Arya-Edi, ada Hafiz Faisal-Putra Eka Rhomas, Semifinalis Indonesia Open GP Gold lalu serta Kevin Sanjaya-Rafiddiakas Akhdan Nugroho yang memperkuat Tim ganda putra Indonesia di Chiba.

Iklan