Debut yang sukses

Debut ganda putra baru Pelatnas, Rahmat Adianto-Hardianto di Sirkuit Nasional Banten Open 2012 berbuah hasil. Pasangan baru hasil perombakan besar-besaran itu sukses meraih gelar Juara di Sirnas mengalahkan unggulan kedua, Ronald Alexander-Selvanus Geh (gambar), rekan satu pelatnas.

Perjuangan mereka ke Final tentu tidak mudah, mereka harus menemui unggulan pertama, Rendra Wijaya-Rian Sukmawan di babak 16 besar. Tapi ternyata, Hardianto-Rahmat Adianto mampu menang dari unggulan pertama itu dengan skor ketat 22-20, 17-21, 21-18 untuk memastikan tiket Perempat Final.

Di babak Perempat Final, lawan yang mereka hadapi adalah pasangan Djarum lain, Albert Saputra-Darmiko. Dengan modal kepercayadirian atas kemenangan di 16 besar itu, mereka berhasil menang atas Albert-Darmiko dengan 23-21, 23-21.

Di Babak Semifinal, Rahmat Adianto (kanan) dan Hardianto berjumpa dengan unggulan keenam asal Pelatprov Banten, Krisna Adi Wijaya-Ridho Akbar. Tak terduga, mereka menang cukup telak, 21-12, 21-16 untuk memastikan All Pelatnas Final.

Lawan yang ia hadapi di Final adalah unggulan kedua, Ronald Alexandr-Selvanus Geh. Melawan rekan satu pelatnas, Hardianto-Rahmat Adianto menang cukup mudah 21-16, 21-10.

Ini merupakan debut pertama Hardianto-Rahmat Adianto di turnamen. Meskipun hanya sebatas gelar Sirnas, kemampuan dan prospek mereka ini bisa menjadi catatan buat PBSI kedepannya.

Febby tetap menang

Berdasarkan berita yang termuat di situs Djarumbadminton.com, tunggal putri asal PB Djarum, Febby Angguni berhasil menjadi juara di seri Sirnas Banten Open ini usai mengalahkan rekan satu klubnya, Dinar Dyah Ayustine.

Febby yang langganan juara Sirnas itu berhasil mengalahkan Dinar lewat pertarungan panjang 75 menit yang berakhir dengan skor ketat 19-21, 22-20, 21-19.

Dalam pertarungan itu diwarnai peristiwa dimana Febby mengalami kram pada kakinya di tengah-tengah pertandingan gim ketiga. Namun, ia tetap kembali melanjutkan pertandingan dan berhasil meraih kemenangan.

Usai bertanding, Febby harus keluar lapangan dengan bantuan tandu dari pihak medis. Hal ini tentu tidak bagus untuk prospek Febby kedepannya.

“Di poin-poin terakhir, Febby merubah pola permainannya menjadi lebih cepat dan saya tidak siap,” ujar Dinar mengomentari kekalahannya atas seniornya itu.

Modal buat Thomi ke Chiba

Thomi Azizan Mahbub berhasil meraih titel Juara di nomor tunggal dewasa putra usai melibas pemain Tangkas Specs, Gesstano Ganendra Adwitya dua game langsung, 21-15 dan 21-12 dalam partai final yang berlangsung Sabtu, 20 Oktober 2012.

Disiarkan oleh TVRI secara langsung, penampilan Thomi sangat menjanjikan, apalagi ia memiliki variasi smash yang cukup mematikan hingga Gestano pun tidak bisa berbuat banyak.

“Saya lihat Gesstano agak tegang dan nampak tidak yakin dengan permainannya, disitulah saya mulai menyerang,” ungkap Thomi.

Titel Perdana Thomi ini didapatkannya dengan susah payah, terutama di Semifinal kemarin. Ia melakoni pertarungan panjang melawan unggulan teratas, Alamsyah Yunus yang berakhir dengan kemenangan 22-20, 19-21, 7-2 Retired. Alamsyah mundur setelah mengalami gangguan pada kaki nya.

Usai meraih gelar ini, Thomi rencananya bakal menggantikan Shesar untuk tampil di BWF World Junior Championship 2012 di Chiba mendatang karena Shesar sedang menderita cedera kaki pasca PON lalu.

Iklan