Hari Penuh Frustasi

Babak 16 Besar turnamen Denmark Terbuka diwarnai banyaknya para atlet yang frustasi, utamanya para atlet tuan rumah. Diantara yang paling frustasi adalah Joachim Fischer Nielsen, juara bertahan ganda campuran tahun lalu yang kali ini harus angkat koper setelah tumbang di tangan pasangan Indonesia, Muhammad Rijal dan Debby Susanto dalam pertarungan dua gim langsung, 19-21, 18-21.

Pasangan yang menjadi andalan tuan rumah untuk meraih gelar ini dikejutkan oleh pola permainan pasangan Indonesia yang baru pertama kali dilawannya itu. Tipe Rijal-Debby yang terkenal dengan no lob ini berhasil diterapkan dengan baik, apalagi agresifitas kedua pasangan Indonesia, baik net dari Debby maupun smash keras Rijal mampu meredam pukulan keras Joachim yang terkenal mematikan.

Debby Susanto mengaku sudah lama ingin berjumpa dengan pasangan Denmark yang terbilang konsisten ini. “Kami sudah lama ingin bertemu Joachim/Christina, karena menurut kami mereka adalah pasangan yang konsisten, dimana pemain-pemain China sulit mengalahkan mereka, begitu juga rekan kami yang lebih senior, Tontowi/Liliyana” ujar Debby dikutip dari situs PB PBSI.

Dalam pertarungan itu, Rijal-Debby awalnya kesulitan dengan pukulan keras Fischer yang tidak mudah dikembalikan, namun berhasil in setelah unggul 9-4 hingga 16-12. Dalam kedudukan 16-12 itu, Fischer Nielsen dan Pedersen meminta wasit menghentikan jalannya pertandingan sementara karena Fischer merasa sakit pada bagian pinggangnya, sehingga meminta pihak medis untuk menyemprotkan penahan rasa sakit. Alhasil pasca kembali tanding, konsentrasi pasangan Indonesia buyar, sehingga pasangan Denmark mampu menyamakan kedudukan 16-16.

Tak ingin kehilangan momentum, Rijal dan Debby berani menyerang hingga menutup pertarungan gim pertama dengan 21-19. Kekalahan di gim pertama sudah membuat Fischer Nielsen frustasi, sehingga sempat membanting raketnya dan berteriak memegang pinggangnya yang cedera, sementara pasangan Indonesia semakin percaya diri hingga menutup pertandingan di gim kedua dengan skor 21-18 untuk memegang tiket Perempat Final.

Di babak Perempat Final, Rijal-Debby akan berjumpa ganda campuran negeri Jiran, Chan Peng Soon-Goh Liu Ying yang menjadi unggulan kelima dalam turnamen ini.

Tentu kita mengharapkan trend positif dari permainan mereka bisa menghantarkan mereka ke Final, bersua dengan andalan Indonesia lainnya, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir, seperti yang pernah terjadi beberapa tahun lalu, dimana All Indonesian Final nomor ganda campuran sering kali terjadi di kelas Superseries, dimana biasanya Flandy-Vita sering kali berjumpa Nova-Butet.

Ini merupakan kali kedua harapan Christinna Pedersen digagalkan pemain Indonesia, setelah kemarin Anneke Feinya-Nitya Krishinda mengalahkan duet Pedersen dengan Juhl di ganda putri.Ketika diwawancara oleh situs berbahasa Denmark, Pedersen mengaku penampilan ganda Indonesia memang lebih baik. “Joachim cedera dan ia merasakan rasa sakit selama pertandingan. Tapi itu bukan alasan, Indonesia bermain lebih baik,” begitu ujarnya.

Sementara Kekalahan ini bagi Joachim Fischer Nielsen selain mengubur impian mempertahankan gelar di ganda campuran, debutnya bersama Jonas Rassmussen di ganda putra juga harus terhenti, karena cedera pinggang yang dialaminya itu.

Pelatih Denmark, Lars Uhre mengatakan cedera pinggang yang dialami Fischer tidak terlalu serius. “Ini bukan cedera serius, tetapi mengganggu baginya. Kami berharap dia akan siap lagi segera,” ujar Uhre.

Uhre juga mengaku, kemarin saat partai ganda putra babak pertama dimana Fischer berpasangan dengan Rassmusen melawan pasangan Denmark lainnya, Mads Conrad Petersen-Rasmus Bonde, Fischer sempat terjatuh saat pemanasan dan kemungkinan saat itulah cedera mulai menimpanya

Meskpun berhasil menang atas rekan senegaranya itu, namun di babak 16 besar, Fischer Nielsen-Rassmusen memutuskan walkover akibat cedera ini, sehingga memuluskan jalan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong ke Perempat Final.

Indonesia kuasai Perempat Final Ganda Campuran

Mengirimkan 4 wakil di babak utama nomor ganda campuran, kemarin keempat-empatnya berhasil lolos ke Perempat Final setelah melawan para pasangan yang terbilang berat, diantaranya Mads Pieler Kolding-Kamilla Rytter Juhl (gambar) yang melawan andalan Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir.

Duet baru Denmark yang diperkirakan akan mempersulit pasangan Indonesia ternyata salah, justru pasangan Indonesia mendominasi jalannya pertandingan sejak awal. Unggul 8-3 hingga mampu menutup 11-7 di interval gim pertama, pasangan Indonesia terus menembus pertahanan dari duet baru Denmark itu hingga menutup gim pertama 21-16.

Di gim kedua, Pasangan Denmark ganti yang lebih in, hingga sempat unggul 8-5, namun pasangan Indonesia mampu membalikkan keadaan dari kedudukan 10-10. Sejak kedudukan itu, pasangan Indonesia terus memimpin hingga menutup gim kedua dengan 21-14 sekaligus memastikan tiket Semifinal buat Indonesia, karena lawan yang dihadapi di Perempat Final adalah pasangan Markis Kido-Pia Zebadiah Bernadet mengalahkan unggulan keenam, Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam dari Thailand di babak 16 besar dengan skor 21-13, 21-15.

Pia Zebadiah yang sudah malang melintang di dunia ganda campuran tentunya sudah hafal benar pukulan-pukulan dari Saralee maupun Sudket, ditunjang oleh pengamalaman sang kakak yang pernah menyabet gelar Juara Olimpiade, tentunya kombinasi yang komplit. Namun duet ini akan kerja keras untuk melawan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir di Perempat Final pada hari Jumat ini.

Di dua pertemuan sebelumnya, pasangan Owi-Butet menang, namun kemenangan itu didapatkan lewat pertarungan yang cukup ketat, semisal pertemuan terakhir mereka di Indonesia Open GP Gold, dimana pasangan Owi-Butet menang 21-19, 21-19.

Pemenang antara partai sesama Indonesia ini akan berjumpa dengan pemenang pertandingan antara unggulan kedua, Zhang Nan-Zhao Yunlei dengan pasangan Indonesia lainnya, Fran Kurniawan-Shendy Puspa Irawati. Fran-Shendy menginjakkan kaki di Perempat Final usai mengalahkan Pemain Thailand, Sungphon Anugritayawon-Kunchala Voravitchitchaikul dengan 21-16, 21-11.

Kedua pasangan memang belum pernah berjumpa, sehingga ini menjadi kesempatan berharga untuk mengalahkan unggulan kedua yang merupakan Juara Olimpiade itu karena mereka belum tahu pola permainan Fran-Shendy. Meskipun berat, kans untuk menang tetap ada.

Frustasi menguras Hati

Partai tunggal putri antara Saina Nehwal melawan Minatsu Mitani tercatat menjadi partai tercepat, yakni hanya 19 menit meskipun diwarnai keterlambatan Livescore mengupdate nilai, dimana di gim pertama, tahu-tahu muncul angka 21-15 dimana semuanya berasal dari smash winner. 15 angka pertama diraih Mita, sedangkan Saina langsung meraih 21 angka selanjutnya. Baru di gim kedua, Livescore berjalan normal.

Saina Nehwal menunjukkan permainan yang apik melawan Minatsu Mitani yang sempat dibuat frustasi oleh peraih medali perunggu Olimpiade London itu hingga ia sempat jatuh terduduk saat meladeni pukulan-pukulan Saina. Saina Nehwal pun menang 21-14 di gim kedua untuk berjumpa Tine Baun di Perempat Final. Tine melangkah ke Perempat Final usai mengalahkan Poon Lok Yan dari Hongkong dengan 21-19, 21-13, padahal di gim pertama ia sempat tertinggal jauh 1-11.

Tine Baun tentu menjadikan ajang Denmark Terbuka ini sebagai tujuan puncaknya, karena tahun depan ia akan mundur dari dunia bulutangkis, tepatnya usai All England 2013. Di tahun 2009, ia sempat meraih gelar Denmark Terbuka di nomor tunggal putri, dan ia berharap sebelum pensiun kembali meraih gelar itu lagi.

Frustasi juga dirasakan oleh Nichaon Jindapon (gambar) saat melawan pebulutangkis China, Wang Shixian, dimana Jindapon sempat unggul 20-18 di gim penentuan, justru pemain muda berusia 19 tahun itu gagal setelah Wang Shixian mengambil 4 poin beruntun untuk balik menang 22-20, 17-21, 22-20 dalam pertarungan yang memakan waktu 79 menit itu.

Frustasi lain juga terjadi pada duet ganda putri Suci Rizky Andini-Dela Destiara Haris yang berpeluang masuk ke Perempat Final sebenarnya, namun digagalkan oleh ganda putri China unggulan ketiga, Bao Yixin-Zhong Qianxin. Bao-Zhong yang terkenal dengan julukan Deuce Couple. Bao-Zhong berhasil menang dengan pertarungan 21-14, 13-21, 22-20 dalam 74 menit. Di gim ketiga, pasangan Suci-Della sudah unggul jauh 17-10 dan match poin 20-17, namun pasangan China ini berhasil meraih 5 angka beruntun untuk memegang tiket Perempat Final.

Sony satu-satunya

Sony Dwi Kuncoro menjadi satu-satunya wakil Indonesia di Perempat Final setelah andalan Indonesia, Simon Santoso yang menjadi unggulan keempat dikalahkan dari pemain Malaysia, Chun Seang Tan dengan 14-21, 19-21.

Sony menginjakkan kaki di Perempat Final setelah mengalahkan Sourabh Varma, pemain India yang mampu mengalahkan Peter Gade di babak pertama. Melawan Varma, Sony menang 21-19, 21-17 dalam 44 menit. Varma mendominasi jalannya pertandingan, namun Sony lebih unggul dalam hal finishing, sehingga saat kedudukan 19-19, Sony mampu menutup pertandingan dengan 21-19.

Di gim kedua, pertarungan juga berjalan ketat, bahkan Varma sempat unggul 6-2, namun Sony berhasil membalikkan keadaan di poin 11-11. Sony melaju 20-13 sebelum berhasil menutup pertandingan dalam kedudukan 21-17.

Kemenangan Sony ini menghantarkannya ke Perempat Final untuk berjumpa dengan unggulan kedua, Chen Long dari China yang mengalahkan Wang Zhengming dengan 21-19, 21-14. Ini menjadi satu-satunya partai pemain Indonesia yang berada di TVCourt.

Partai 16 besar yang menarik terjadi di poll atas, dimana Lee Chong Wei berjumpa dengan Boonsak Ponsana (gambar). Tidak seperti pertemuan terakhir mereka di Jepang Terbuka lalu dimana pertarungan berjalan ketat, justru di Denmark Terbuka ini, Lee lebih siap menghadapi Boonsak. Alhasil, kesiapan Lee membawanya memetik kemenangan 21-11, 21-16 dalam durasi 33 menit.

Di Perempat Final, Lee Chong Wei berjumpa rekan senegaranya, Daren Liew yang meraih kemenangan 21-17, 21-14 atas unggulan kelima, Sho Sasaki. Memang, kalau ada senior yang telah mendunia, seperti Lee ini, biasanya Juniornya lebih mudah memasuki panggung dunia. Junior Malaysia di tunggal putra kini terbukti lebih banyak yang telah mendunia, seperti Daren Liew ini.

Di nomor ganda putra, China kehilangan asa meraih gelar usai wakil satu-satunya, Chai Biao-Zhang Nan dikalahkan pasangan Jepang, Hirokatsu Hashimoto-Noriyasu Hirata dengan dua gim langsung 16-21, 16-21. Padahal banyak prediksi yang memperkirakan duet China ini akan mendunia, serta siap menggantikan Cai Yun-Fu Haifeng.

Dalam pertandingan itu, Pasangan Jepang tampil dengan penampilan baru, dimana Hashimoto tampil dengan potongan rambut baru, serta Hirata yang mencukur bulu-bulu wajahnya. Freshnya tampilan Jepang didukung penampilan konsisten dari duet Jepang ini. Hashimoto-Hirata terus menerus menekan pasangan China dengan melakukan smash-smash keras, tercatat 23 poin bagi Jepang diraih dari smash winner.

Kemenangan Hirata-Hashimoto ini menghantarkannya berjumpa Shin Baek Cheol-Yoo Yeon Seong. Sementara satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa di nomor ini adalah Muhammad Ahsan-Hendra Setiawan yang mengalahkan Yonathan Suryatama Dasuki-Hendra Aprida Gunawan dengan 21-23, 21-10, 22-20.  Di Perempat Final, Ahsan-Hendra akan berjumpa unggulan keempat asal Jepang, Hiroyuki Endo-Kenichi Hayakawa.

Di hari ketiga pelaksanaan turnamen ini, Indonesia kedatangan tamu istimewa, yakni Duta Besar Indonesia untuk Denmark, yakni Bomer Pasaribu.

Dalam kunjungannya itu, Pak Bomer disambut oleh maskot turnamen ini, sekaligus menyalami maskot yang bernama Rosa itu. Tak lupa, Pak Dubes berjumpa dan ramah tamah dengan para pemain Indonesia. Kedatangannya juga turut membawa makanan khas Indonesia.

Iklan