Fight Hard P’Man!!

Boonsak Ponsana atau yang kerap dijuluki P’man oleh masyarakat pecinta bulutangkis di Thailand akan mengulangi laga Final Jepang Terbuka di babak 16 besar Denmark Open 2012 pada malam hari ini. Boonsak berhasil menginjakkan kaki di babak 16 besar setelah menundukkan adik iparnya, Brice Leverdez asal Perancis.

Boonsak berhasil mengalahkan Brice Leverdez dengan skor 21-12, 21-15 dalam 39 menit. Di gim kedua sebenarnya Leverdez sempat memberikan perlawanan saat tertinggal jauh 5-17 untuk perlahan-lahan menempel Boonsak hingga kedudukan 15-19. Dari kedudukan itu, Boonsak mengambil dua poin untuk memastikan tempat di babak 16 besar. Brice Leverdez adalah suami dari pebulutangkis tunggal putri Thailand, Salakjit Ponsana yang merupakan adik dari Boonsak.

Di babak 16 besar, lawan yang harus dihadapinya adalah pemain unggulan teratas sekaligus Runner Up tahun lalu, Lee Chong Wei yang menginjakkan kaki di babak 16 besar usai mengalahkan Viktor Axelsen dengan 21-8, 21-18.

Pada pertarungan itu, Axelsen sempat membuat kejutan dengan unggul 11-2 di interval gim kedua dan melanjutkan unggul 16-10 sebelum Lee mampu membalikkan keadaan dan menang 21-18. “The first set was bad for me. Too many errors and bad defensive play. I got a good start on the second set and played well. I am a bit disappointed now, but I guess, in a couple of days, I will be quite happy when I look back on second set,” ujar Axelsen.

Pertemuan Lee dengan Boonsak ini merupakan ulangan dari partai Final Jepang Terbuka beberapa pekan lalu, dimana saat itu Boonsak kalah dua gim langsung 18-21, 18-21. Tapi saat itu Boonsak mengeluarkan penampilan yang sempat mengejutkan Lee, dimana sempat beberapa kali dia unggul, atau ketika Lee sudah unggul jauh, Boonsak mampu menipiskan ketertinggalannya itu.

Lewat account fanpage yang bernama Boonsak Ponsana, ia membuat sebuah status untuk tetap flight hard melawan Lee Chong Wei. “won his first round match at the YONEX Denmark open against Brice Leverdez of France in straight set, 21-12 21-15 in 39 minutes. He will next play against Lee Chong Wei of Malaysia in the second round. Fight hard P’Man!!”

Ditengah rencana untuk segera pensiun akhir tahun ini, Boonsak malah memiliki grafik penampilan yang menanjak, seperti raihan gelar Singapura Terbuka lalu, serta berhasil menginjakkan kaki di Final Jepang Terbuka. Bulan Juli lalu, ia sempat mengutarakan keinginannya untuk Pensiun. “Sepertinya karier saya selesai. Saya merasa sakit jika bermain,” ujarnya seperti dikutip situs BWF.

Tahun lalu, Boonsak sudah menjalani operasi, namun beberapa pertandingan yang dijalaninya selalu berakhir di babak awal, seperti di Korea Terbuka, Malaysia Terbuka, Jerman Tebuka, All England, dan Swiss Terbuka. Namun justru keuletannya untuk tetap bermain dan tidak kenal menyerah yang membuahkan hasil kemenangan, sebuah catatan yang harus diingat bagi para pebulutangkis Indonesia.

Gade: ‘He played intelligently’

Legenda hidup Peter Gade harus menyudahi perjalanan di turnamen Denmark Terbuka lebih awal setelah dikalahkan oleh pebulutangkis India, Sourab Verma dalam pertarungan 42 menit yang berakhir dengan skor 18-21, 14-21.

“He played intelligently,” begitu ujar Gade pada pemain India peringkat 32 dunia itu. “He was very patient and didn’t rush in as I expected him to. He looks like a good prospect for India, but he will have to be consistent,” ujarnya mengingatkan bahwa Verma memiliki prospek yang cukup bagus kedepannya bila ia konsisten.

Mengomentari kekalahannya itu, Gade mengaku tidak bermain pada performa terbaiknya terutama banyak sekali kesalahan yang dibuatnya, ditambah penampilan Verma yang bermain sangat baik. “I did’t have the best day. If I had won the first set there might have been opportunities. He played well, but sometimes things do not go as planned,” ujar Gade.

Sang lawan, Sourabh Verma berujar di situs berita India bahwa kemenangannya atas legenda Eropa itu adalah mimpi yang telah menjadi kenyataan. “It’s a dream come true, to beat him,” ujar Verma. “While preparing for the match, I didn’t want to worry that I was playing Gade. I just concentrated on playing my game,” tambahnya. Kunci kemenangan Verma adalah bermain sebaik mungkin, tanpa melihat siapa lawannya.

Banyak yang menduga Kekalahan Gade ini diduga juga akibat masalah yang menimpa lengan kirinya, dimana Setelah gim pertama usai, ia sempat berkonsultasi dengan kru medis mengenai lengan kirinya, namun ia tetap melanjutkan pertandingan. Setelah dikonfirmasi, Lengan kirinya sempat di gips beberapa bulan lalu karena patah akibat jatuh saat naik sepeda.

Meskipun kalah, Gade diberikan standing applause oleh para hadiri ketika pertandingan usai. Ia memang sudah memberikan perjalanan karir yang luar biasa bagi Denmark, dari 1994 hingga 2012.

Kekalahan Gade ini diikuti oleh dua juniornya, Hans Kristian Vithingus dan Viktor Axelsen (atas). Vithingus sempat memberikan perlawanan berarti terhadap Kenichi Tago. Vithingus sempat unggul 21-17 di gim pertama, namun gagal di gim kedua dan ketiga dengan skor 17-21 dan 17-21.

Satu-satunya tunggal putra tuan rumah yang tersisa adalah Jan O Jorgensen yang mengalahkan Vladimir Ivanov dari Rusia dengan 21-16, 21-16 dalam 30 menit. “I am happy to win in two sets, because it was a tough game. And now I am saving both energy and power for the rest of the tournament,” ujar Jan Ø. Jørgensen.

Anneke-Nitya hentikan andalan tuan rumah

Andalan Tuan Rumah di nomor ganda putri, Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl harus gugur di babak pertama di tangan ganda putri Indonesia, Anneke Feinya Agustin-Nitya Krishinda Maheswari dalam pertarungan yang ketat di gim pertama yang berakhir dengan skor 26-24 untuk Indonesia. Di gim kedua, Denmark sudah tidak punya kepercayadirian, mereka diterjang pukulan-pukulan keras dari Nitya hingga menang 21-14.

Di babak 16 besar, ganda putri Indonesia ini akan menghadapi pasangan Petya Nedelcheva-Dimitria Popstoikova asal Bulgaria. Menghadapi ganda putri Bulgaria yang berasal dari kualifikasi ini rasanya cukup mudah bagi mereka. Jika lolos ke Perempat Final, kemungkinan unggulan keenam, yakni Misaki Matsumoto-Ayaka Takahashi dari Jepang yang akan menjadi lawan mereka.

Misaki Matsumoto-Ayaka Takahashi sendiri sukses melaju ke 16 besar usai menundukkan andalan Indonesia lainnya, Pia Zebadiah-Rizky Amelia Pradipta yang sebenarnya berpeluang menang dalam pertarungan berdurasi 54 menit itu. Diduga kekalahan dari Indonesia lebih disebabkan banyaknya error yang dilakukan pasangan Indonesia menjelang poin-poin akhir di gim ketiga.

Di gim pertama, Pia-Rizky kalah 11-21, namun di gim kedua berhasil membalikkan keadaan dengan unggul 21-15. Di gim ketiga sebenarnya Indonesia sempat unggul 11-8, namun pasca rehat pasangan Jepang mampu menipiskan ketertinggalan. Disaat intgerval gim itu, pelatih Jepang terlihat sangat sigap memberikan instruksi dan para pemain pun bisa mengerti dan melaksanakan strategi sehingga mampu menipiskan ketertinggalan dari 11-16 menjadi menang 21-19.

Kemenangan Ayaka-Takahashi ini seperti winner terrific come back dari Nathan Robertson-Gail Emms di Olimpiade Beijing lalu, tertinggal 12-17 atas Gao Ling-Zheng Bo pada akhirnya berbalik menang 21-19.

Iklan