Galaunya W2

Ajang BWF World Junior Championship 2012 akan memasuki babak penyisihan grup untuk Suhandinata Cup pada 25-28 Oktober mendatang di Chiba, Jepang, namun justru beberapa andalan dari berbagai negara diumumkan tidak jadi tampil di Chiba Port Arena, utamanya dua negara yang tergabung di Grup W2, India dan Thailand.

Ketika Ratchanok Intanon memutuskan untuk tidak tampil di Kejuaraan Dunia Junior tahun ini, peta kekuatan di Grup W2 yang berisi Thailand, India, Finlandia dan Bulgaria berubah. India yang diperkuat PV Shindu dan Sameer Verma yang menurut berbagai kalangan berpotensi menggeser Thailand untuk menduduki posisi pemucak klasemen. Apalagi Shindu mendapatkan bekal kepercayadirian yang sangat berharga, ketika menundukkan Li Xuerui di Perempat Final China Master lalu, dengan 21-19, 9-21, 21-16.

Namun sepekan jelang kejuaraan Dunia itu digelar, India mengumumkan absennya dua andalannya itu di turnamen ini, yang artinya kembali merubah peta kekuatan di Grup W2.

“Sindhu tidak akan berpartisipasi. Dia mengalami cedera ketika tampil di Cina dan Jepang, kemudian ‘memaksakan diri’ untuk tetap tampil pada Kejurnas di Srinagar. Dia kemudian menjalani MRI (Magnetic Resonance Imaging/rontgent) dan oleh dokter disarankan untuk beristirahat,” kata pelatih kepala tim nasional India, P Gopichand kepada Times of India. Sementara Verma mengalami cedera pada pergelangan tangannya sehingga turut tidak memperkuat India di Chiba.

Setelah ditinggal Verma dan Shindu, otomatis kini tidak ada nama besar dalam skuad India yang terdiri atas RC Yadav, Pratul Joshi, Harsheel Dani, Hema Nagendra Babu, G Gopiraju, Santosh Ravuri, B Venkatesh, G Ruthvika Shivani, Rituparna Das, Aarathi Sara Sunil, K. Maneesha, J Meghan dan Ram Poorvisha S.

“Bahkan jika saya pergi, saya tidak bisa memberikan penampilan 100%. saya bertanya pada Sir Gopi dan dia mengatakan jika saya tidak bisa memberikan 100% dan setelah pergi ke sana, kalah di putaran pertama, itu akan buruk. Sekarang, saya fokus istirahat,” ujar Sindhu ketika ditanya DNA, sebuah situs India.

Dengan tidak tampilnya kedua andalan India itu, Thailand kembali diunggulkan untuk berjumpa Jepang di Perempat Final dengan skuad, terutama tim putri yang lebih baik dari India. Thailand punya Busanan Ongbumrungpan (gambar) yang menduduki peringkat 31 dunia dan pernah menjuarai kelas Grand Prix Gold di Malaysia beberapa bulan lalu.

Indonesia juga galau meskipun di Grup Y2 yang terdiri atas Indonesia, Belanda, Irlandia dan Kanada, persaingan tidak terlalu berat. Pasalnya tunggal putra andalan Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito batal tampil di Chiba dikarenakan cedera yang didapatkan sewaktu PON. Saat PON, ia terlalu memaksakan diri sewaktu bermain melawan Andre Marteen padahal Shesar memang sedang cedera kakinya.

Dalam skuad yang dirilis oleh PB PBSI, Shesar dikirim sebagai andalan tunggal putra bersama Fikri Ihsandi Hadmadi, Arief Gifar Ramadhan dan Panji Akbar Sudrajat.

Dari kabar yang terdengar, Shesar yang batal tampil rencananya akan digantikan oleh tunggal putra dari klub PB Djarum, yakni Thomi Azizan Mahbub (gambar), pemain kelahiran Malang, 22 Oktober 1994.

Kegalauan juga muncul tatkala mendengar kabar bahwa Fikri Ihsandi Hadmadi belum pulih 100% dari cedera yang menimpa mereka. Hal ini tentu menambah pesimisme Fikri yang kemungkinan akan menjadi andalan tunggal putra, sepeninggal Shesar. Apalagi ditargetkan nomor ini menyumbang poin bagi Tim Suhandinata Indonesia.

“Peluang di nomor beregu cukup berat bagi Indonesia, namun peluang tetap ada, tapi setidaknya kali ini kita harus memperbaiki pencapaian tahun lalu. Tiga nomor yang diharapkan dapat mencuri poin adalah ganda putra, tunggal putra, dan ganda campuran. Jika kita kecolongan dari nomor ini, maka peluangnya semakin berat,” ujar Christian Hadinata.

Hal yang sama juga menimpa Setyana Mapasa yang juga belum pulih dari cedera. Meskipun bukan merupakan andalan utama tunggal putri, cederanya mungkin akan mengganggu performanya dalam bertanding. Pertanyaan kini ditujukan kepada PBSI, dengan skuad yang bisa dibilang lebih buruk dibanding Kejuaraan Asia Junior lalu, masihkah gelar didapat Indonesia seperti tahun lalu? Patut dipertanyakan..

Iklan