Gelang Keseimbangan bawa Tien Minh ke Final

Hal menarik datang dari Semifinal Tunggal Putra dari turnamen Chinese Taipei Open  GP Gold 2012 yang mempertemukan unggulan kedua, Nguyen Tien Minh dengan pebulutangkis kidal negeri Jiran Malaysia, Chong Wei Feng. Tampil dengan busana biru, sempat tersorot tangan kiri Tien Minh (lihat gambar) memakai gelang yang sempat nge-trend, “Gelang Keseimbangan”.

Gelang yang ngetrend dengan julukan Power Ballace itu berhasil menghantarkannya ke babak Final, setelah bermain selama 35 menit dengan hasil akhir 21-8, 21-19. Di gim kedua, Tien Minh sebenarnya sempat tertinggal 13-17 hingga 15-18, namun berhasil menyamakan kedudukan, bahkan balik unggul 19-18. Berada diatas angin, Tien Minh menutup kemenangan 21-19 dan melaju ke Final.

Di Final esok hari, Tien Minh akan menghadapi pebulutangkis tuan rumah, Chou Tien Chen yang menggagalkan langkah junior Indonesia, Wisnu Yuli Prasetyo di babak Semifinal hari ini dengan skor 21-11, 23-21 dalam durasi 41 menit. Wisnu sebenarnya berpeluang melakukan rubber game saat di gim kedua ia sudah 4 kali game point dari 20-17  hingga 21-20. Namun ketika Chou mendapatkan sekali match point, ia tak lengah dan langsung mengunci 23-21.

Kekalahan Wisnu ini tak diikuti oleh pebulutangkis Indonesia lainnya. Di Final esok, Indonesia mengirimkan 5 wakil di 4 nomor, dan satu diantaranya terjadi All Indonesian Final, yakni di nomor ganda putri, dimana Pia Zebadiah Bernadet-Rizky Amelia Pradipta yang akan melawan Suci Rizky Andini-Della Destiara Haris di Final.

Pia-Rizky melakoni pertarungan yang ketat dengan Vivian Kah Mun Hoo-Khe Wei Woon yang berakhir dengan skor 21-15, 21-15 dalam 33 menit. Dalam pertarungan yang disiarkan oleh Indosiar itu, sempat terlihat banyak poin yang terlihat subjektif, seperti bola yang keluar. Tak pelak, saat menyelesaikan pertarungan, pasangan Malaysia unggulan ketiga itu serasa tidak ikhlas ketika berjabat tangan dengan Wasit.

Semifinal lain terjadi All Indonesian Final, dimana Suci Rizky Andini-Della Destiara Haris berhasil mengalahkan Imawan Gebby Ristiyani-Nuraidah Tiara Rosalia dengan skor 21-8, 20-22, 21-15 dalam 52 menit. Sangat terlihat smash Suci yang keras sering menyulitkan pertahanan Gebby-Tiara.

Dominasi Suci-Della sudah terlihat di awal gim pertama dimana mereka langsung unggul 9-0 dan menyelesaikan pertarungan dengan skor telak 21-8. Gim kedua Gebby-Tiara mulai menemukan pola permainan mereka dan memaksakan rubber gim 22-20. Di gim ketiga, Suci-Della mulai menyerang dengan smash-smash keras dan mematikan hingga skor di papan tercetak 21-15.

All Indonesian Final lain juga terjadi di nomor ganda campuran, dimana unggulan teratas, Muhammad Rijal-Debby Susanto berhasil mengalahkan unggulan keempat, Riky Widianto-Puspita Richi Dilli dengan skor 21-14, 21-15. Mereka akan melawan ganda campuran Hongkong, Lee Chun Hei-Chau Hoi Wah di Final esok.

Tak hanya Suci-Della, putri-putri Indonesia yang punya smash-smash keras, di nomor tunggal putri, Lindaweni Fanetri hari ini tampil dengan dominasi poin yang berasal dari pukulan smash keras miliknya. Smash-smash keras Linda berhasil menghantarkannya ke Final, usai menundukkan unggulan keempat andalan tuan rumah, Hsiao Ma Pai dengan pertarungan tiga gim 21-14, 19-21, 21-10.

Yang menurut saya hebat adalah stamina luar biasa yang dimiliki oleh Linda yang melakoni rata-rata satu jam bertanding setiap harinya, mulai dari ketika mengalahkan unggulan delapan, Jing Yi Tee (Malaysia) dalam 52 menit, menumbangkan unggulan kedua Gu Juan (Singapura) dalam 61 menit dan hari ini mengalahkan Hsiao Ma Pai (Taipei) dalam 70 menit. Semoga masih ada stamina untuk Final besok.

Lawan yang dihadapinya adalah Jawara Jepang Terbuka, Tzu Ying Tai yang juga andalan utama bagi tuan rumah untuk mendapatkan gelar. Ying Tai sukses melaju ke babak Final usai menundukkan pebulutangkis veteran asal Hongkong, Yip Pui Yin dengan pertarungan tiga gim 18-21, 21-10, 21-9 dalam 56 menit.

Final Ideal Ganda Putra

Di nomor ganda putra terjadi pertemuan ideal antara unggulan pertama, Angga Pratama-Ryan Agung Saputra melawan unggulan kedua asal Malaysia, Mohamad Zakry Abdul Latif-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari. Angga-Ryan harus bertarung dengan skor ketat melawan junior Malaysia, Chooi Kah Ming-Ow Yao Han dengan skor 25-23, 21-18 dalam 38 menit.

Malaysia sempat game poin terlebih dahulu 20-17, namun Angga-Ryan memaksakan pertarungan deuce hingga balik menang 25-23. Di gim kedua, Angga-Ryan sudah lebih percaya diri, namun sempat beberapa kali terkejar dan dalam tekanan pasangan Malaysia. Namun untungnya mereka bisa lebih dulu menyelesaikan pertarungan 21-18 dan mengunci tiket Final.

Partai lain mempertemukan si Harry Potter, Chen Hung Ling yang berpasangan dengan Lu Chia Bin dengan unggulan kedua yang juga veteran Malaysia, Mohd Zakry Abdul Latief-Mohd Fairuzizuan Mohd Tazari. Namun andalan tuan rumah ini tak berdaya melawan smash dan penempatan bola yang apik. Alhasil Chen Hung Ling harus gugur dari turnamen ini setelah kalah 13-21, 15-21 dalam 31 menit.

Iklan