Indonesia Kuasai Semifinal Ganda Putri

Dari arena Chinese Taipei Open GP Gold 2012, pebulutangkis ganda putri Indonesia tak terduga sukses mendominasi nomor ganda putri dengan mengirimkan 3 dari 4 wakil di Babak Semifinal. Ketiga pasangan ganda putri Indonesia itu sama-sama mengalahkan pebulutangkis asal tuan rumah, yang seperti kita tahu pernah memiliki ganda putri nomor 1 Dunia, Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin.

Seperti kabar yang telah kita ketahui, seusai Olimpiade, Cheng Wen Hsing memutuskan untuk gantung raket, sementara Chien Yu Chin yang di turnamen ini berpasangan dengan Ti Jung Wu di nomor ganda putri sudah tersingkir oleh Vivian Kah Mun Hoo-Khe Wei Woon (gambar) di babak kedua. Vivian-Hoo sendiri sukses melaju ke Semifinal mengalahkan Huang Mei Ching-Yu Wen Kuo dari Taipei dengan skor telak 21-12, 21-7.

Lawan yang akan dihadapi oleh Vivian-Woon adalah Pia Zebadiah Bernadet-Rizky Amelia Pradipta pada babak Semifinal besok untuk memperebutkan satu tiket sisa. Dari segi rekor pertemuan, Pia-Rizky pernah sekali bertemu dan menang, yakni di Perempat Final Vietnam Open lalu, dengan skor ketat 18-21, 21-19, 21-12.

Pia-Rizky menginjakkan kaki di Semifinal usai mengalahkan pasangan tuan rumah, Hung Shih Chiech-Wu Fang Chien dengan dua gim langsung 21-17, 21-16.

Sementara itu, Semifinal lain mempertemukan dua pasangan ganda putri Indonesia, Imawan Gebby Ristiyani-Nuraidah Tiara Rosalia dan Suci Rizky Andini-Della Destiara Haris. Gebby-Tiara yang sempat menggebrak dengan mengalahkan unggulan pertama Shinta Mulia Sari-Lei Yao dengan 21-19, 16-21, 21-12 pada Kamis lalu, hari ini menang mudah atas Chen Pai Jou-Liu Shu Chih dengan 21-9, 21-15.

Suci-Della juga tak terlalu menemui kesulitan saat menghadapi Duo Chen. Unggulan keempat itu menang 21-13, 21-19 atas Chen Szu Yu-Chen Ting Yi yang juga merupakan pebulutangkis tuan rumah.

Kalahkan adik, Hsiao Ma Pai jumpa Linda di 4 Besar

Hsiao Ma Pai (merah) harus dipertemukan dengan adiknya sendiri, Yu Po Pai di babak Perempat Final Chinese Taipei Open GP Gold nomor tunggal putri. Ma Pai dan Po Pai saling kejar mengejar angka, bahkan dari pola terlihat bahwa poin sang adik selalu lebih diatas, namun Ma Pai selalu bisa menyamakan kedudukan.

Tetapi saat poin-poin kritis, Ma Pai langsung membalikkan keadaan. Ma Pai menang 22-20, 21-19. Di Semifinal, unggulan keempat ini akan dipertemukan dengan satu-satunya wakil Indonesia, Lindaweni Fanetri yang harus memeras keringat lebih banyak di Perempat Final.

Melawan Gu Juan, Linda butuh waktu 1 jam 1 menit untuk mengalahkan wakil Singapura itu dengan skor 21-12, 20-22, 21-16. Linda memang mendominasi jalannya pertandingan, bahkan di gim kedua ia sempat memimpin jauh 17-11 namun balik terkejar 20-22. Kekalahan gim kedua itu ternyata tidak menyurutkan mentalnya di gim ketiga. Mungkin mentalnya sudah mulai terasah, yah kita tahu kekalahan Tim Uber 2012 lalu mungkin ia yang menjadi penentu. Jadi, kini kita sudah melihat Linda yang bermental pantang menyerah.

Sebuah sejarah juga, Tim Uber 2006 saat itu Maria Kristin dkk gagal menembus putaran Final di Jepang, hal ini tentu membuat mental para pebulutangkis Tim Uber saat itu, seperti Maria Kristin, Firdasari dan punggawa ganda putri seperti Liliyana Natsir dan Vita Marissa jauh meningkat. Itulah mengapa dibalik kegagalan, pasti akan ada hikmah. Linda sudah belajar dari kegagalannya itu.

Nama lain, Hera Desi Ana Rachmawati melawan bocah ajaib andalan tuan rumah yang beberapa pekan lalu sukses menjuarai Jepang Terbuka, yakni Tzu Ying Tai (gambar). Pertarungan bocah belia itu sangat atraktif di gim pertama, Hera terlihat bisa mengimbangi permainan dari Ying Tai, bahkan sempat game poin 20-18 di gim pertama.

Sayang keberuntungan tidak berpihak padanya, Hera kalah 22-24 di gim pertama. Kemenangan itu sudah membuat Ying Tai seperti kerasukan setan dan terus menerus menekan Hera hingga akhirnya menutup pertandingan 21-10.

Dulu kita sering memprotes tidak menurunkan para pebulutangkis muda, kini PBSI mungkin akan gencar menurunkan pemain lapis Pelatnas yang dipersiapkan naik ke tingkat Pelatnas Utama. Ajang-ajang seperti ini akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan hal itu. Kita harapkan dengan dorongan dari Ketua Umum PBSI yang baru, Gita Wirjawan, dana segar untuk mengirimkan pemain ke luar negeri terus berjalan.

 

 

Iklan