Linda jumpa Gu Juan di Perempat Final

Semifinalis Indonesia Terbuka pekan lalu, Lindaweni Fanetri melanjutkan trend positif permainannya di Taiwan. Melawan unggulan delapan asal Malaysia, Jing Yi Tee di babak kedua, Linda menang tiga gim, 21-17, 18-21, 21-9 dalam durasi 52 menit. Hasil itu menghantarkannya ke Perempat Final, berjumpa dengan pebulutangkis asal singapura, Gu Juan.

Gim pertama tentu menjadi kunci bagi setiap pemain Indonesia. Linda mengunci gim pertama dengan 21-17 lewat permainan dengan reli-reli yang mirip dengan tipe Maria Kristin Yulianti. Entah kenapa, dari data statistik Linda justru tidak mendapatkan poin dari smash-smash. Mungkin pebulutangkis Malaysia ini sudah tahu bahwa Linda memiliki smash yang cukup keras dan mematikan.

Di gim kedua, awalnya Linda memimpin pertandingan, bahkan sempat unggul jauh 14-9. Namun Yi Tee mampu menyamakan kedudukan 15-15 dan balik unggul 21-18. Di gim ketiga, Linda terlihat lebih sabar dan hasilnya terlihat dari papan skor yang tercetak (lihat gambar). Linda menutup pertandingan 21-9 dan melaju ke Perempat Final.

Lawan yang menunggunya adalah pebulutangkis Singapura, Gu Juan yang di partai Semifinal lain mengalahkan Chiu Yi Ju dari Taipei dengan 21-10, 21-12. Dari rekor pertemuan, Gu Juan masih unggul 4-1 dan pertemuan terakhir terjadi di Perempat Final German Open GP Gold lalu, dimana Linda kalah 17-21, 19-21.

Permainan Linda memang terlihat mewarisi variasi teknik yang mengarah ke pola permainan Maria Kristin yang bisa dianggap pemain dengan teknik yang komplit, bahkan saat Semifinal Olimpiade Beijing lalu, skill Maria sempat disamakan dengan Susi Susanti yang disebut dengan ‘The Great Susy Susanti” oleh sang komentator.

Kemenangan Linda juga diikuti oleh pemain pelatnas lain yang dikirim ke Taipei Open ini. Dialah Hera Desi Ana Rachmawati yang sukses menginjak Perempat Final pasca menumbangkan Hung Shih Han dari Taipei dengan 21-10, 21-14 dalam 28 menit. Di Perempat Final, Hera sudah harus berjumpa dengan Jawara Jepang Terbuka, Tzu Ying Tai andalan tuan rumah yang mengalahkan rekan satu pelatnas, Mazziyah Nadhir dengan skor yang cukup ketat 21-19, 21-17 dalam 30 menit.

Namun Jawara Bertahan tunggal putra, Tommy Sugiarto harus mengakui keunggulan Muhammad Arif Abdul Latief asal Malaysia. Memang Malaysia mulai mendominasi nomor tunggal putra untuk junior-juniornya, hal ini juga didukung oleh pengiriman setiap pemain junior ke event internasional sehingga jam terbang para pemain mereka cukup tinggi.

Sparring partner yang bagus, seperti Lee Chong Wei dan Muhammad Hafiz Hashim tentu menjadi salah satu keuntungan dari junior Malaysia yang mulai menunjukkan taringnya di level Grand Prix dan Grand Prix Gold. Nama seperti Daren Liew dan si kidal Chong Wei Feng rasanya sudah tak terlalu asing ketika menumbangkan unggulan.

Unggulan lain asal Indonesia, Fadilah Irfan-Anggraeni Weni harus terhenti di babak kedua setelah kalah mental tanding dari pebulutangkis Hongkong Lee Chun Hei-Chau Hoi Wah yang menang 21-23, 21-10, 24-22 dalam 49 menit

Indosiar resmi siarkan Partai Puncak Taiwan Open

Indosiar yang terkenal dengan drama Korea nya kini mulai memasuki ranah olahraga bulutangkis. Lewat account twitter resmi mereka, @IndosiarTVtwit, mereka mengumumkan bahwa babak Semifinal dan Final Taiwan Open GP Gold 2012 akan disiarkan oleh Indosiar.

“Bintang2 muda bulutangkis Indonesia kembali bertarung demi nama bangsa! CHINESE TAIPEI OPEN Sabtu&Minggu, 6-7 Okt’ pk.11.00 WIB di INDOSIAR,” begitu bunyi tweet dari account yang mengaku official Indosiar.

Kabar gembira lagi, setelah penyiaran Chinese Taipei Open ini, rencananya Indosiar akan menyiarkan turnamen Ducth Open 2012 sepekan setelah Chinese Taipei. Tentu kabar gembira bagi para pecinta bulutangkis yang merindukan penyiaran bulutangkis yang terkesan mahal. Hal ini sudah dipastikan lewat situs resmi Ducth Open 2012.

“The organisers has booked allready a lot of broadcasters in Asia. The following tv-companies had allready booked for the semi-finals and finals: Astro Supersport Malaysia; Sport TV Slovenia; True Sports Thailand; Guangzhou City TV China; Pioneer Channel Central China; Indosiar Indonesia; TV5 Philippines,” begitu yang tertera di situs resmi Ducth Open 2012 (http://www.dutchopen.nl/news_item.aspx?id=65938).

Ayo bagi kalian yang sudah lama merindukan tayangan bulutangkis, saksikan Indosiar pada 6-7 Oktober mulai pukul 11.00 di Indosiar.

Iklan