Honor tak jelas, Linesman mogok kerja

Perempat Final Bulutangkis PON ke 18 dimulai pada Hari Senin sore. Namun, kisruh mewarnai partai ini ketika para linesman yang seharusnya hadir sebelum pukul 15.00 WIB saat pertandingan dimulai, mereka malah tidak hadir, akhirnya ketika para wasit dari PBSI berdiskusi, wasit yang tidak bertugas dihadirkan untuk menjadi linesman.

Itulah yang terlihat dalam partai ganda campuran antara Muhammad Ahsan-Gloria Emmanuelle Widjaja (Jateng) yang melawan pasangan dari Kepulauan Riau, Fadilah Irfan-Anggraeni Weni yang menjadi unggulan pertama dalam turnamen ini. Disiarkan secara langsung oleh TVRI, Pasangan nonunggulan itu menghentikan perlawanan Irfan-Weni dalam pertarungan dua gim langsung 21-19, 21-13 dalam waktu 35 menit.

Partai itu hanya berisi 2 linesman, masing-masing berada di sudut kiri dan kanan dari lapangan Bulutangkis. Pertandingan tambah parah ketika papan skor yang ada di sudut lapangan tersorot dalam keadaan mati. Menurut sumber di twitter, ini terjadi karena masalah ketidaksepakatan atas honor yang diberi oleh pihak PB PON. Namun setelah mediasi yang dilakukan oleh panitia di Gelanggang Olahraga Remaja Pekanbaru, akhirnya para linesman kembali bertugas di partai perempat Final lain.

Di partai perempat Final lain, pasangan Jateng Tontowi Ahmad-Debby Susanto berhasil menginjakkan kaki di Semifinal setelah menundukkan pasangan kakak beradik asal DKI Jakarta, Bona Septano-Pia Zebadiah Bernadet dengan pertarungan dua gim langsung 21-18, 21-18 dalam 43 menit.

Owi-Debby akan berjumpa pasangan Jabar di Semifinal, yakni Andhika Anhar-Devi Tika Permatasari. Andhika-Devi menginjakkan kaki di Semifinal pasca menundukkan unggulan kedua asal Banten, Chrisna Adi-Rahmasari Ayu dalam tiga gim 21-13, 15-21, 21-14 dalam waktu 59 menit.

Jawa Barat masih memiliki wakil lain di Semifinal ganda campuran, yakni Ricky Karanda Suwardi (kiri) yang dipasangkan dengan Puspita Richi Dili. Mereka mengalahkan pasangan DKI Jakarta, Gideon Marcus Fernaldi-Della Destiara Haris dengan 21-19, 21-17 dalam 35 menit.

Meski kalah di babak Semifinal ini, keempat pasangan sudah memastikan membawa medali, karena masing-masing nomor dalam cabor Bulutangkis memberi dua medali perunggu bagi dua Semifinalis.

April lolos ke Semifinal usai tundukkan Linda

Pebulutangkis Jawa Timur, Aprilia Yuswandari menundukkan wakil Jawa Barat, Lindaweni Fanetri dalam perebutan tiket Semifinal pada Senin petang. Melawan Linda, April kalah 18-21 di gim pertama, namun mampu mencuri dua gim selanjutnya, 21-19, 21-12 untuk menginjakkan kaki di Semifinal sekaligus memastikan pulang membawa medali.

Di Semifinal nanti, April ditunggu unggulan kedua, Maria Febe Kusumastuti yang mengalahkan Ganis Nurramadhani dengan 21-17, 21-16. Semifinal lain mempertemukan unggulan pertama, Bellaetrix Manuputty dengan wakil Jawa Barat, Hera Desi Anna Rahmawati (gambar). Bella sukses menggulung Febby Angguni dengan 21-18, 17-21, 21-16, sementara Hera menundukkan Tike Arieda Ningrum dengan 21-17, 21-14.

Di nomor tunggal putra, Jawa Tengah mendominasi Semifinal dengan 3 wakil, yakni Riyanto Subagja, Dionysius Hayom Rumbaka dan Shesar Hiren Rhustavito sementara Tommy Sugiarto menjadi unggulan teratas yang berasal dari DKI Jakarta. Tommy ke Semifinal pasca menggulung Senatria Bagus Setia Putra dari Jawa Barat dengan 21-12, 21-14.

Lawannya di Semifinal adalah rising star, Shesar Hiren Rhustavito yang menundukkan Sukamta Evert dari DKI Jakarta dengan 21-15, 21-10.

Semifinal lain mempertemukan dua wakil Jateng, yakni Riyanto Subagja (gambar) dengan unggulan kedua, Dionysius Hayom Rumbaka. Riyanto lolos setelah mengalahkan Fikri Ihsandi dengan 21-11, 21-15. Hayom harus bekerja keras sebelum menginjak partai Semifinal. Melawan Andreas Adityawarman, Hayom butuh 65 menit untuk menang 21-13, 20-22, 21-15.

Iklan