Hu Yun injak Final

Pebulutangkis Hongkong yang berparas layaknya Taufik Hidayat, yakni Hu Yun menginjakkan kaki di Final turnamen Superseries pertamanya setelah memenangi laga Semifinal melawan Ajay Jayaram di ajang China Masters 2012. Melawan pebulutangkis India itu, ia menang dua gim langsung 21-16, 21-18.

Di gim pertama, Hu Yun sempat tertinggal 2-6, namun pasca interval, pemain Hongkong ini mendominasi pertandingan lewat smash keras dan netting tipis sehingga bisa balik memimpin 18-12 dan menutup gim pertama 21-16. Kemenangan itu lantas meningkatkan kepercayadiriannya sehingga awal gim pertama, ia menduri start 6-0 dan menutup interval 11-7.

Ajay sempat menipiskan skor dari 8-15 menjadi 14-15, namun Hu Yun bisa menutup kemenangan 21-18, dimana dalam statistik pertandingan, Hu Yun mencatatkan 9 kali poin dari smash, lebih banyak dibandingkan Ajay Jayaram.

Di babak kedua, Hu Yun awalnya dijadwalkan berjumpa unggulan kedua dari tuan rumah sekaligus Finalis tahun lalu, Chen Jin, namun Chen menyatakan mundur, membuat Hu Yun mendapatkan tiket Perempat Final dengan cuma-cuma. Di Perempat Final, ia cukup mudah menang atas Qiao Bin dengan 21-17, 21-9 dalam durasi 36 menit.

Hu Yun merupakan pemain potensial yang selain mampu menembus Final di China Master, juga berhasil menjadi Semifinalis di Indonesia Terbuka lalu. Di Final China Master esok, ia berpeluang berjumpa unggulan teratas sekaligus Juara Bertahan, Chen Long yang masih bertanding melawan Du Pengyu.

Hentikan Juara Olimpiade, Shindu cuma sampai Empat Besar

Setelah Saina Nehwal mengalahkan Li Xuerui di Indonesia Terbuka lalu, kali ini ganti juniornya, PV Shindu yang mengalahkan tunggal putri China itu di babak Perempat Final China Masters 2012. Bedanya, status Li Xuerui saat ini adalah Juara Olimpiade, ini lah yang membuat ini menjadi sebuah berita besar di Changzhou.

Juara Asia Junior itu terus menerus membobol pertahanan Juara Olimpiade London dengan smash-smash keras. Dari statistik pertandingan, Shindu mendapatkan 26 poin dari pukulan smash menukik, didukung oleh posturnya yang tinggi. Sementara Li sendiri bertarung tidak dalam performa terbaiknya, banyak sekali error yang sebenarnya tidak perlu. Pertarungan 45 menit itu berakhir dengan skor 21-19, 9-21, 21-16 untuk kemenangan Shindu atas unggulan kedua itu. Shindu pun lolos ke Semifinal.

Memang Sindrome pasca Olimpiade akan selalu dialami oleh setiap pebulutangkis yang pulang dari Olimpiade, tak termasuk Li Xuerui yang Jumat malam belajar banyak dari Shindu, bahwa Konsistensi itu perlu dalam setiap pertandingan, meskipun gelar Juara Olimpiade dan All England sudah didapatkannya.

Sayang, kemenangan atas Juara Olimpiade itu tidak membuat ia lolos ke Final. Di babak Semifinal, Shindu yang menghadapi Jiang Yanjiao (gambar) harus takluk dalam pertarungan tiga gim 10-21, 21-14, 19-21. Berbeda dengan babak Perempat Final, smash Shindu kali ini susah menembus tembok Putri China itu. Jiang Yanjiao lolos ke Final, ia berharap membalas kegagalan tahun lalu saat ia ditaklukkan oleh Wang Shixian.

Di Final, Yanjiao diprediksi berjumpa unggulan teratas sekaligus favorit juara, Wang Yihan yang masih bertarung melawan Youth Olympic gold medalist, Sapsiree Taerattanachai.

Iklan