Sengketa Politik, Unggulan China tarik diri

Pasca China Master Superseries 2012, pekan depan akan digelar turnamen Jepang Terbuka di Tokyo, tepatnya 18-23 September 2012. Namun ada kabar buruk datang dari Tim Bulutangkis China. Negeri Panda itu melarang para atlet bulutangkisnya untuk terbang ke Tokyo berlaga di Jepang Terbuka. Namun alasan yang diterima tidak logis, yakni masalah sengketa Pulau.

Saat ini antara China dengan Jepang terjadi Sengketa kepulauan di Laut China Selatan yang memanas lantaran Jepang membeli kepulauan itu dari seseorang yang mengaku pemilik Pulau. Jepang membelinya dengan harga sebesar 2,05 miliar yen (sekitar Rp250 miliar). Kepulauan itu di Jepang dinamakan Senkaku, namun di Tiongkok dikenal dengan Diaoyu.

Konflik itu berimbas pada masalah-masalah lain, dan salah satunya adalah batalnya para atlet Bulutangkis China untuk hadir di turnamen Jepang Terbuka 18-23 September, meskipun ada yang mengatakan ini berkaitan dengan Pesta Pernikahan Lin Dan-Xie Xingfang.

Kabar ini datang dari Pebulutangkis mantan Juara Dunia, Wang Lin yang menulis di microblogging miliknya. Dia menulis bahwa ia tidak akan bepergian ke Jepang, melainkan akan kembali ke Beijing. Ketika ditanya oleh salah satu penggemarnya apa alasannya, Wang mengisyaratkan bahwa tim Cina melewatkan turnamen Jepang Open Superseries 2012 karena masalah politik di Laut China Selatan.

Akibat hal ini, dipastikan Tim China yang mendominasi daftar unggulan akan keluar, ini tentu kesempatan bagi Kontingen Indonesia untuk menambah gelar Superseries untuk edisi 2012 ini. Pengobat kekecewaan di Olimpiade.

Indonesia sendiri mengirimkan beberapa jargonnya di turnamen ini, seperti duet kombinasi Muhammad Rijal-Liliyana Natsir (dipasangkan karena pasangan tetap masing-masing mengikuti PON), Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso yang menjadi unggulan keempat. Di ganda putra ada Markis Kido-Alvent Yulianto Chandra dan Hendra Aprida Gunawan-Yonathan Suryatama Dasuki.

Di turnamen ini, uniknya sama seperti tahun 2008, saat itu Beijing fourth place, Vita Marissa dipasangkan dengan Muhammad Rijal, kejadian ini terjadi lagi di tahun 2012, London fourth place, Liliyana Natsir gantian yang menjadi pasangan Rijal. Rijal-Vita tahun 2008 langsung meraih gelar Juara, kita harapkan jejak Rijal-Liliyana yang langsung menjadi unggulan 5 dalam turnamen berhadiah USD200,000 ini menjadi Juara lagi. Di babak pertama, mereka dipertemukan dengan pemain junior Jepang, Ryota Taohatta-Ayaka Takahashi.

Iklan