Jateng berpeluang pertahankan Emas

Suporter DKI Jakarta kembali harus menerima kekecewaan pasca kegagalan Tim Beregu Putra DKI Jakarta untuk memasuki babak Final seperti yang terjadi empat tahun lalu di Kaltim. DKI Jakarta takluk di tangan Tim Jabar dengan agregat 1-3. Lawan Tim Jabar adalah sang juara bertahan, Jawa Tengah yang menundukkan Jawa Timur dengan 3-1 pada laga Semifinal kamis petang.

Melawan Tim Jabar, DKI Jakarta sebenarnya punya peluang setelah tunggal pertamanya, Tommy Sugiarto mampu membekuk Dharma Alrie Guna dengan 21-6, 15-21, 21-16. Namun di ganda pertama, Bona Septano yang berpasangan dengan Angga Pratama gagal mengalahkan pasangan Juara Indonesia International Challenge, Ricky Karanda-Muhammad Ullinuha. Bona-Angga takluk 15-21, 21-15, 18-21.

Di tunggal kedua, Andre Marteen mengalahkan rekan sesama dari Pelatnas, Sukamta Evert dengan 21-14, 21-19. Jabar pun berbalik unggul 2-1. Di partai keempat, giliran DKI Jakarta yang menurunkan ganda orisinil, Gideon Markus Fernaldi-Agripinna Prima. Gideon-Agri ternyata tidak mampu mengalahkan Ganda Jabar, Andhika Anhar-Berry Angriawan meskipun sempat membuat jatuh mental Jabar saat memaksakan rubber gim. Agri-Gideon kalah 12-21, 22-20, 17-21. Kegagalan Tim DKI Jakarta ini tentu merupakan penurunan prestasi dari PON sebelumnya.

“Seharusnya kami bisa mencuri poin lewat Agri/Marcus karena mereka lebih dijagokan, namun mungkin karena terbebani, mereka tidak tampil bagus. Partai kedua memang sudah kami perkirakan akan sulit bagi Bona/Angga, karena lawan mereka, Ricky/Ulin, memang pasangan tetap,” itulah ujaran dari pelatih DKI mengomentari kekalahan anak didiknya.

Gagal lolosnya DKI tidak diikuti sang Juara bertahan, Jawa Tengah yang dimotori oleh Dionysius Hayom Rumbaka. Melawan Jawa Timur, Hayom yang dipertemukan dengan Wisnu Yuli Prasetyo harus menguras keringat sebelum menang 21-18, 19-21, 21-19. Jatim sempat menyamakan kedudukan saat Rian Agung Saputro-Tri Kusuma Wardana mengalahkan Runner Up Vietnam Terbuka, Afiat Yuris-Yohanes Rendy Sugiarto dengan dua gim langsung 21-14, 21-15.

Dua partai selanjutnya dimenangkan Jawa Tengah. Shesar Hiren Rhustavito mengalahkan Fauzi Adnan dalam pertarungan yang cukup melelahkan 17-21, 21-14, 21-16 namun diakhiri dengan manis saat Muhammad Ahsan-Tontowi Ahmad (gambar) dengan mudah mengalahkan Christopher Rusdianto-Riky Widianto dengan 21-12, 21-7.

Empat tahun lalu di Kaltim, Tim Beregu Putra Jateng mengalahkan DKI Jakarta dengan 3-0. Kali ini, Jateng berpeluang mempertahankan medali emas itu karena sebelumnya di penyisihan Grup B, Jateng mengalahkan Jabar dengan agregat meyakinkan 4-1.  Berikut hasil saat Jateng kalahkan Jabar.

  • Dionysius Hayom Rumbaka vs Alrie Guna Dharma 21-18, 21-9
  • Afiat Y Wirawan/Rendy Sugiarto vs Muhammad Ulinnuha/Ricky K Suwardi 21-15, 19-21, 17-21
  • Shesar Hiren Rhustavito vs Andre Marteen 10-21, 21-13, 21-18
  • Fernando Kurniawan/Mohammad Ahsan vs Andhika Anhar/Berry Angriawan 21-13, 21-19
  • Riyanto Subagja vs Senatria Agus Setia Putra 21-15, 21-19

Namun formasi yang akan diturunkan di Final menurut Fung Permadi tidak akan sama saat penyisihan Grup. Di Final, kemungkinan ganda yang dipasang adalah ganda yang diturunkan pada babak Semifinal, yakni Yuris-Rendy dan Ahsan-Owi. “Kami akan coba ambil poin dari tunggal pertama dan kedua, serta satu nomor ganda. Kuncinya akan ada di Shesar yang akan turun sebagai tunggal kedua,” ujar Fung yang pernah membela Taipei.

Iklan