Putra Li Yongbo lengser di 16 Besar

Anak dari Kepala Pelatih China Li Yongbo, yakni Li Gen yang turun di nomor ganda putra pada turnamen China Masters 2012 tersingkir di babak 16 besar pada Hari Kamis. Bocah gempal yang awalnya tidak direstui ayahnya untuk mengayunkan raket ini dikalahkan pasangan ganda putra Malaysia, Teik Chai Gan-Soon Hock Ong, unggulan delapan.

Di gim pertama, Li Gen yang berpasangan dengan Liu Cheng sudah kecolongan start 0-5 dari pasangan Malaysia. Ketertinggalan itu membuat jarak semakin jauh hingga pasangan Malaysia mudah menutup gim pertama 21-13. di gim kedua, Li Gen yang lebih spesial di depan (tubuh gempalnya tidak mendukung sebagai penggebuk) memulai gim kedua dengan cukup bagus. Sayang saat kedudukan 17-17, pasangan China seolah tidak bisa keluar dari tekanan. Li Gen-Liu Cheng pun kalah 18-21.

Kemarin di babak pertama, Li Gen-Liu Cheng pun harus melakoni laga rubber gim melawan pemain non unggulan asal Amerika Serikat, Phillip Chew-Sattawat Pongnairat. Li-Liu menang 21-14, 17-21 and 21-8 dalam durasi 35 menit.

Teik Chai Gan-Soon Hock Ong itu akan menghadapi pasangan ganda baru China, Chai Biao-Zhang Nan di Perempat Final. Chai-Zhang menginjakkan kaki di Perempat Final setelah mengalahkan rekan satu negaranya unggulan ketiga, Liu Xiaolong-Qiu Zihan dengan 21-11, 21-17.

Di nomor ganda putra ini, China paling kritis karena hanya mewakilkan 2 wakilnya di babak Perempat Final dari 5 wakil yang diturunkan di turnamen ini, yakni Chai-Zhang dan unggulan kedua, Hong Wei-Shen Ye. Hong-Shen melaju setelah mengalahkan ganda senior Xu Chen-Guo Zhendong dengan 21-18, 21-16.

Lampu Merah buat Shixian

Wang Shixian harus waspada mengalami degradasi dari Timnas Bulutangkis China, Tampil di babak kedua setelah kemarin mendapatkan bye, Wang Shixian tersingkir dari rising star asal Jepang, Minatsu Mitani dengan pertarungan 49 menit. Skor yang tercetak sama seperti Li-Liu, yakni 21-13, 21-18 untuk kemenangan Mitani.

Dari statistik pertandingan, Mita unggul dari segi smash dan netting di kedua gim yang berlangsung, padahal kedua pemain sama-sama berpostur tidak tinggi. Mungkin spirit luar biasa ditunjukkan oleh Mitani. Mita sendiri menjadi wakil satu-satunya Jepang di Perempat Final setelah Eriko Hirose harus menyerah dari Jiang Yanjiao 12-21, 11-21 dan Nozomi Okuhara harus kalah dari Ratchanok Intanon dengan 17-21. 15-21.

Lampu merah lain ditunjukkan bagi Liu Xin, pebulutangkis tunggal putri lain yang tidak menunjukkan prospek baik, padahal ia pemain seangkatan Li Xuerui. Liu Xin yang menjadi unggulan 6 kalah dari Youth Olympic Champion, Sapsiree Taerattanachai dengan 20-22, 8-21. Selain Intanon dan Sapsiree, Thailand juga punya Busanan Ongbumrungpan yang mengalahkan Gu Juan dengan 21-18, 23-21.

Kekalahan mereka tentu akan menjadi evaluasi tersendiri bagi Li Yongbo, karena kini ia akan mempersiapkan anak didiknya untuk Olimpiade 2016, dan Wang Shixian dan Liu Xin mungkin tidak akan masuk dalam skuad China di Rio 2016.

Lapangan Cokelat di Changzhou

Diantara 4 Lapangan yang dipergunakan untuk pertandingan China Master, ada yang menarik di beberapa court, utamanya Court 4. Lapangan itu dilapisi karpet berwarna cokelat, warna yang jarang kita lihat dalam turnamen bulutangkis masa kini.

Di Main Court 4 Kamis ini, Li Xuerui mengalahkan Simone Prutsch dari Austria dengan 21-8, 21-15. Lapangan cokelat pernah dipakai dalam pertandingan Bulutangkis di awal millenium, utamanya di turnamen-turnamen Eropa. Persyaratan BWF mengenai lapangan ini adalah kelunakan bahan yang dipakai, baik kayu atau bahan sintetis yang mencegah terjadinya cedera pada kaki.

Iklan