Ajib! Langsung ke Perempat Final

Dari arena Xincheng Gymnasium, digelar turnamen Li Ning China Masters Superseries 2012. Ini merupakan turnamen Superseries pertama yang digelar pasca Olimpiade, karena itulah banyak pemain dunia yang absen dalam turnamen yang berhadiah USD400.000 itu. Alhasil, Hal itu berimbas pada drawing yang dikeluarkan pada 28 Agustus lalu.

Pada Hari selasa lalu (28/8), Drawing China Masters 2012 dikeluarkan oleh pihak panitia. Namun apa yang terjadi, karena tidak seramai tahun lalu, China Masters 2012 hanya diikuti oleh 96 kompetitor saja, yang terdiri atas 33 tunggal putra, 22 tunggal putri, 20 pasangan ganda putra, 8 pasangan ganda putri dan 13 pasangan ganda campuran.

Yang paling mengejutkan adalah draw Ganda Putri, dimana semua pemain adalah pasangan berpredikat unggulan dan langsung lolos ke Perempat Final. Jadi, para pemain yang kebanyakan bukan pemain papan atas mendapatkan poin 5040 secara cuma-cuma karena ada di Perempat Final turnamen berlevel Superseries (meskipun dipotong perolehan turnamen tahun lalu).

Nomor Ganda Putri diikuti oleh 3 Pasangan China (Bao Yixin-Zhong Qianxin, Cheng Su-Luo Yu dan Huan Xia-Tang Jinhua), 2 Pasangan Thailand (Sapsire Taerattanachai-Savitree Amitapai dan Duanganong-Kuncala), 2 Pasangan Malaysia (Liu Ying Goh-Yin Loo dan Ng Hui Ern-Ng Hui Lin) dan 1 Pasangan Jepang (Shizuka Matsuo-Mami Naito). Jawara Ganda Putri tahun lalu adalah Huan Xia-Tang Jinhua yang di turnamen ini menjadi unggulan kedua.

China melakukan kombinasi di dua nomor yang masa depan bulutangkisnya suram apabila ditinggal Cai Yun-Fu Haifeng dan Lin Dan, yakni ganda putra dan tunggal putra. Juara tahun lalu, Chung Jae Sung-Lee Yong Dae (gambar) dan seluruh tim Korea tidak tampil di Changzhou, yah mungkin Tim Korea masih mengurus masalah bulutangkis dalam negerinya. Sementara peraih medali perunggu, Chen Long akan bertarung mempertahankan gelar yang didapatkannya tahun lalu, sayang ia harus langsung berhadapan dengan bintang masa depan Denmark, Viktor Axelsen di babak pertama.

Di nomor ganda putra, duet Chai Biao-Guo Zhendong dipecah. Chai Biao dipasangkan dengan Juara Olimpiade, Zhang Nan dan dalam draw berjumpa unggulan ketiga, Liu Xiaolong-Qiu Zihan. Sementara Guo Zhendong digandengkan dengan sesama pemain senior, Xu Chen dan berjumpa unggulan kedua, Hong Wei-Shen Ye di babak 16 besar. Ini mungkin menjadi persiapan China untuk mempertahankan medali emas di nomor ganda putra apabila duo fenomenal China, Cai Yun-Fu Haifeng pensiun.

Xu Chen yang tahun lalu menjadi Juara ganda campuran bersama Ma Jin kali ini kembali diturunkan menjadi favorit juara di nomor yang sama. Pasangan papan atas lain yang tampil di Changzhou adalah Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam dan Chan Peng Soon-Goh Liu Ying.

Di Changzhou, nantinya akan dimeriahkan oleh beberapa pagelaran hiburan, baik sebelum dan selama turnamen, yakni Plaza Fitness Festival at Olympic Sports Center dideket venue nya, the Sporting Goods Expo (semacam expo produk olahraga) dan the Folk Culture Festival of Changzhou’s Intangible Cultural Heritage (Festival Rakyat gitu).

Pemain Indonesia tidak diturunkan dalam turnamen ini karena bertabrakan dengan turnamen dalam negeri, seperti PON atau persiapan mengikuti turnamen Jepang Terbuka, sepekan pasca China Masters ini.

Menjadi Anak dari Orang yang Paling Dibenci

Li Yongbo adalah pelatih yang paling dibenci oleh seluruh pecinta bulutangkis diluar China. Lalu bagaimana dengan anak-anaknya? akankah para BL membencinya?

Putra Li Yongbo, Li Gen masuk daftar list peserta turnamen yang digelar 11-16 September mendatang. Li Gen berpasangan dengan Liu Cheng, Juara Dunia Junior 2010. Di turnamen ini, Li Gen-Liu Cheng akan melawan pasangan Amerika Serikat, Phillip Chew-Sattawat Pongnairat di babak pertama. Mengenai Li Gen ini, awalnya Li Yongbo tidak menginginkan sang putra untuk mengayunkan raket. “Aku tahu bagaimana kehidupan yang sulit dan membosankan menjadi seorang pemain bulutangkis. jadi saya berharap dia (Li Gen) bisa memiliki kehidupan seperti anak muda lainnya,” ujar pelatih yang dijuluki Coach of the Champion. “Tapi saya gagal, dia mengayunkan raket pada usia 12 tahun,” tambah Li Yongbo kecewa.

Uniknya, melatih Gen ini tidak mudah (yah, namanya memarahi anak sendiri). Ia punya metode berbeda melatih anak yang terbilang tinggi ini (udah 180-an). “Dia hanya menatapku sebagai ayahnya, bukan pelatihnya. Jadi kadang dia tidak mendengarkan apa yang saya katakan. Jadi saya harus mencari cara lain untuk melatihnya. Saya akan merekam pertandingannya di lapangan, lalu memutarnya di rumah bersama Gen, dan menilainya,” ujar pelatih yang menginginkan memproduksi 100 Juara Dunia sebelum pensiun (udah 50-an Juara Dunia yang ia cetak).

Dan Li Gen ia harapkan menjadi Juara Dunia ke 100 yang dia latih sebelum ia benar-benar pensiun. “Saya bahkan berharap dia bisa menjadi juara ke-100. Setelah itu, saya bisa pensiun,” tambah Li.

Menyinggung mengenai Olimpiade, Li mendorong agar anaknya bekerja keras agar terkualifikasi ke Olimpiade, paling tidak di Rio mendatang. “Saya memintanya untuk berlatih keras dan tidak pernah menyerah. Aku percaya suatu hari ia akan bermain di Olimpiade. Dia akan berusia 24 tahun pada 2016. Saya berpikir bahwa itu akan menjadi waktu terbaik untuk dia,” katanya di situs China Daily.

Lin Dan siapkan kawinan

Peraih medali emas nomor tunggal putra, Lin Dan memutuskan untuk mundur di dua turnamen yang awalnya ia ikuti, yakni China Masters dan Japan Open. Seperti yang dikabarkan sebelumnya, Lin Dan mengundurkan diri karena ingin fokus untuk mempersiapkan pesta resepsi pernikahannya yang rencananya akan digelar 20 September mendatang di Beijing University of Technology Gymnasium.

Setelah pulang dari eksebisi tenis meja di Hongkong (dengan Tian-Zhao, Cai-Fu, Zhang Nan) dan liburan di Macau (tuh ada reruntuhan Gejera Santo Paul), Lin Dan kembali menjalani training untuk memulihkan tenaganya pasca mengunjungi kedua surga liburan itu. Berkaitan dengan rencana pesta pernikahannya, tema semangat Olimpiade akan ditampilkan oleh pasangan pengantin Juara Dunia 2006 itu.

Konon beredar kabar bahwa Pesta akan berlangsung 2 hari dan layaknya Resepsi Anang-Asyanti yang diliput oleh RCTI, pesta penikahan salah satu atlet Olahraga kenamaan China itu disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi di China, yakni stasiun CCTV3 (Central Channel TV) dan mungkin bisa ditangkap lewat Parabola.

Lin Dan sekarang akan benar-benar terjun menjadi selebriti lapangan, lewat wawancara di Macau, ia berkata bahwa ia sedang interest dengan dunia perfilman, sebuah media yang diharapkan bisa mempromosikan dunia bulutangkis ke kancah internasional.

“Saya berharap masuk ke dunia film, mencoba untuk mengetahui rasanya bermain. Ingin mencoba sebuah peran, namun belum ada waktu untuk memikirkannya,” ujar Lin diterjemahkan dari Sina. Menghadapi kamera mungkin bukan hal baru, namun pasti ada kecanggungan dimana sehari-hari dihadapkan pada raket dan net, harus berjibaku dengan kamera dan lighting.

“Awalnya saya suka iklan, meskipun sulit untuk menghadapi kamera dan sekarang saya sudah mulai menyesuaikan diri dengan hal itu, berharap di masa depan bisa lebih banyak iklan yang berbeda yang akan saya mainkan,” tambah Lin Dan.

Ambisi Lin Dan memang sudah berbeda pasca menjuarai emas keduanya, yakni mempromosikan bulutangkis di kancah dunia. Wawancara di Macau juga menguak fakta baru, dimana ia akan membuat produk dengan brand namanya “Super Dan”, untuk alat-alat olahraga penunjang bulutangkis. “Saya ingin membuat usaha, seperti bisnis.”

Iklan