Juara Bulutangkis bermain Tenis Meja

Beberapa hari yang lalu, Lin Dan yang sedang disibukkan dengan pesta pernikahan yang rencananya akan digelar pada akhir September mendatang terlihat berada di Hongkong untuk mengisi sebuah acara di salah satu pameran yang diadakan di stadion indoor di Hongkong. Namun ada yang menarik disana, Lin Dan tidak bermain bulutangkis, Juara Bulutangkis itu justru bermain tenis meja.

Lin Dan bermain tenis meja di depan ribuan penonton yang berada di stadion indoor yang cukup megah itu. Dalam pertandingan hiburan itu, Lin Dan yang biasa mengayunkan raket dipaksa membawa raket pingpong (tenis meja) sementara sang lawan adalah ahlinya cabang olahraga ini, yakni Zhang Jike, peraih medali emas tunggal putra tenis meja.

Namun sang ahli tenis meja pun tidak mulus untuk menang melawan Lin Dan, pasalnya Zhang Jike justru dipaksa menggunakan raket bulutangkis (gambar bawah). Alhasil, Jike kesulitan dan bola pingpong yang ia pukul dengan raket bulutangkis sering nyangkut di net atau tidak memantul di meja tanding.

Bahkan seluruh isi stadion sempat dibuat terpikal ketika Jike hendak memukul keras bola pingpong namun tidak kena raket bulutangkisnya. Namun tak hanya Jike, Lin Dan pun juga kesulitan menerima pukulan bola dari Jike. Ada cuplikan video pertandingan tenis meja antara Table Tennis Men’s Single Gold Medalist, Zhang Jike vs Badminton Men’s Single Gold Medalist Lin Dan di link http://www.youtube.com/watch?v=IjkD-VvixFQ&feature=youtu.be.

Sepulangnya dalam acara itu, Lin Dan menyempatkan untuk berjalan-jalan berdua dengan Xie Xingfang. Disana, Ia terlihat baru pulang dari sebuah toko perhiasan dengan bergandengan tangan, sudah pasti hadiah istimewa dari sang Raja bulutangkis pada permaisuri. Tak Hanya Lin Dan, beberapa pebulutangkis yang menjadi Juara Olimpiade, seperti Cai Yun-Fu Haifeng, Tian Qing, Zhao Yunlei dan Zhang Nan juga tampil bermain tenis meja di dalam pameran itu.

Tak diketahui akankah di Hongkong, Lin Dan juga mempromosikan buku autobiografi tentang dirinya, yang pasti tanpa mempromosikan pun, buku itu sudah meluas, bahkan pihak Malaysia juga telah membeli ribuan eksemplar buku itu untuk sebuah pameran di Kuala Lumpur, bersaing dengan biografi Lee Chong Wei yang lebih dulu terbit.

Buku autobiografi yang berjudul “Until the End of the World” atau “Sampai Akhir Dunia” ini diterbitkan untuk menandai 12 tahun karier Lin Dan di dunia bulu tangkis. Dalam buku itu diceritakan secara detail mengenai kerja keras Lin Dan di masa lalu. Pada awal kariernya sebagai pebulutangkis, Lin Dan sempat mendapat julukan ejekan “Lin Yi Lun” atau “Lin Si Babak Pertama”. Julukan yang merupakan ejekan bahwa dia selalu kalah di pertandingan awal (terjadi juga di Olimpiade Athena 2004).

Karena itu, Ia pun mengaku sempat gamang dengan pilihannya untuk menjadi pebulutangkis profesioneal. Namun, kekalahan demi kekelahan itu akhirnya justru jadi pelecut Lin Dan untuk berlatih lebih gila lagi. “Saya terus bekerja keras dan pada akhirnya berhasil memenangi gelar-gelar besar. Saya harap cerita dan dedikasi saya akan memotivasi banyak orang,” ucap peraih dua emas Olimpiade.

Mengenai judul bukunya, “Sampai Akhir Dunia” itu sendiri merupakan tiga kata yang menggambarkan hubungan Lin Dan dengan pasangannya, Xie Xingfang yang ia harapkan sampai akhir dunia (so sweeettt).

Iklan