Banding memperingan Hukuman

Keempat pebulutangkis ganda putri Korea Selatan, yakni Ha Jung Eun, Kim Min Jung, Jung Kyung Eun dan Kim Ha Na beserta pelatih ganda putri mereka, Kim Moon Soo pada hari Selasa, 21 Agustus lalu mengajukan banding atas keputusan hukuman yang dikeluarkan oleh asosiasi bulutangkis Korea (lihat https://duaribuan.wordpress.com/2012/08/17/drama-korea-terjadi-di-bulutangkis). Dan pada Hari Rabu, 22 Agustus kemarin, pihak BKA telah mengeluarkan keputusan atas banding yang diajukan oleh 5 orang yang terlibat dalam drama main sabun di Olimpiade London 2012.

Sebelumnya ada 6 orang yang dijatuhi hukuman atas keterlibatan di kasus ganda putri Olimpiade, yakni 4 orang pebulutangkis (Ha Jung Eun, Kim Min Jung, Jung Kyung Eun dan Kim Ha Na) dan 2 orang pelatih, yakni pelatih ganda putri Kim Moon Soo dan kepala pelatih Sung Han Kook. Namun, Sung Han Kook memilih untuk tidak mengajukan banding karena ia menganggap dirinya yang paling bersalah dan meminta keringanan hukuman bagi para pemain. Ayah dari Sung Han Kook ini telah melatih di Tim Nasional Bulutangkis Korea sejak 14 tahun lalu.

Lima orang lain yang mengajukan banding pada hari Selasa, di Rabu kemarin mendapatkan putusan akhir atas kasus ganda putri yang juga melibatkan dua pasangan dari Korea. Keempat pebulutangkis yang awalnya dijatuhi hukuman 2 tahun tidak boleh bermain di turnamen profesional, baik domestik maupun internasional, diperingan dengan hukuman nonaktif sebagai anggota Timnas Korea selama 1 tahun dan 6 bulan larangan bermain di turnamen domestik maupun internasional. Jadi, sekitar akhir Januari atau awal Februari mendatang, keempat ganda putri Korea dapat kembali bertanding di turnamen nasional maupun internasional, namun tidak dapat mengikuti kejuaraan beregu, seperti Sudirman Cup 2013 sampai bulan Agustus tahun depan.

Sementara untuk kedua pelatih, baik Kim Moon Soo yang mengajukan banding atau Sung Han Kook yang tidak mengajukan, BKA memberikan keringanan hukuman. Sebelumnya mereka dilarang melatih di Tim Nasional maupun tim profesional di dalam negeri seumur hidup, diperingan menjadi 2 tahun larangan melatih di Tim Nasional (di tim profesional dalam negeri mungkin diperbolehkan). Jadi, Han Kook maupun Moon Soo dapat kembali melatih di Timnas Korea pada 2014 mendatang.

Pasangan Greysia Polii-Meiliana Jauhari yang juga terlibat dalam kasus main sabun di Bulutangkis Olimpiade London juga mendapatkan sanksi dari PBSI. PBSI yang sedang sibuk mempersiapkan Munas pada 20-21 September mendatang memberi sanksi, bukan untuk ikut-ikut Korea yang terlebih dulu menjatuhkan sanksi berat kepada pemain dan pelatih yang terlibat dalam kasus ‘Bulutangkis Gajah’ itu.

“Kami tak mau dipengaruhi oleh keputusan yang diambil oleh Korea atau China, karena setiap organisasi memiliki kebijakan masing-masing. Walaupun demikian, kami menghargai IOC dan BWF yang telah memutuskan bahwa Greysia/Meiliana bersalah, hal ini tidak boleh terulang lagi kedepannya. PBSI akan memberikan sanksi, namun belum bisa diumumkan bentuk sankisnya seperti apa,” ujar Yacob Rusdianto.

Sanksi belum diumumkan karena pihak PBSI masih mempertimbangkan kesaksian dari para ofisial dan pelatih tim Indonesia yang berada di sana, termasuk Erick Thohir, selaku CDM (Chief de Mission) Kontingen Olimpiade Indonesia, PBSI juga melakukan pendekatan kekeluargaan agar pihak Greysia-Meiliana tidak kaget apabila dijatuhi keputusan.

“Pendekatan secara kekeluargaan sudah kami lakukan, jadi andaikan ada sanksi mereka tidak kaget. Kami menyadari ini adalah cobaan yang berat bagi Greysia/Meiliana, kami menjelaskan kepada mereka bahwa ada aturan yang terlanggar dan tak ada yang menginginkan semua ini terjadi. Semua berharap persoalan ini cepat selesai dan mereka kembali percaya diri untuk bermain lagi,” lanjut Yacob.

Meskipun begitu, santer terdengar kabar bahwa pihak PBSI telah menjatuhi hukuman pada Greysia-Meiliana, yakni pemisahan pasangan ganda putri ini (terlihat ketika Meiliana dipasangkan dengan Liliyana Natsir dan direncanakan memulai debut di Jepang Terbuka namun batal) dan tidak dikirimnya Greysia maupun Meiliana ke turnamen internasional seperti China Masters, Jepang Terbuka dan Indonesia Terbuka. Ini masih rumor yang beredar, belum ada kepastian.

Joong Soo jadi kepala pelatih sementara

Setelah diputuskan untuk melarang mereka melatih di Timnas selama 2 tahun, akhirnya Kim Joong Soo, anggota Komite Disiplin BKA menjadi kepala pelatih Timnas Korea Selatan untuk sementara. Joong Soo pernah menduduki jabatan yang sama selama 9 tahun (2001-2010) dan membawa Korea Selatan meraih Piala Sudirman tahun 2003 dan Piala Uber 2010. Setelah Piala Uber, ia digantikan oleh Sung Han Kook yang ia jatuhi hukuman (karena ia anggota Komite Disiplin).

 

Di Piala Thomas 2008, ia dituduh menginstruksikan Tim Thomas Korea untuk menjadi juru kunci Grup B agar terhindar dari China di Semifinal. Strategi ini cukup berhasil, dimana akhirnya Tim Korea Selatan menembus babak Final, meskipun kalah dari China dengan 1-3.  Kejadian inilah yang membuat BWF mengubah sistem pertandingan di ajang Piala Thomas dan Uber. Mulai edisi 2010, pasca babak penyisihan grup, akan digelar undian untuk babak knock out.

Joong Soo akan menjadi kepala pelatih Timnas Korea Selatan untuk sementara sampai bulan Januari tahun depan, dimana saat itu sudah ada pengganti permanen yang akan menduduki jabatan Kepala Pelatih Timnas Korea Selatan.

Iklan