Indikasi buruk percepatan Munas PBSI

Empat tahun lalu di Jakarta bulan November, PBSI menggelar Musyawarah Nasional (Munas) untuk memilih Ketua Umum Baru periode 2008-2012. Nuansa kemenangan tentu terlihat ketika poster besar bergambar Markis Kido-Hendra Setiawan mengigit medali emas yang dipersembahkan dari Olimpiade Beijing terpampang besar di dinding Ballroom Hotel Sultan. Itulah salah satu buah prestasi PBSI Sutiyoso.

Dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Adiyaksa Dault, bursa ketua umum PBSI tidak populer sehingga saat itu satu-satunya orang yang mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBSI hanya Djoko Santoso. Berada di posisi puncak federasi cabang olahraga yang sangat diharapkan menyumbang gelar di berbagai kejuaraan memang sangat berat, bahkan Sutiyoso pun tidak menginginkan jabatan periode kedua.

Sutiyoso beralasan tidak bersedia dipilih kembali karena ia ingin fokus menjadi Ketua BAC yang dijabatnya hingga 2011, padahal tahun 2009 ia mengirim sinyal mencalonkan diri sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2009. Namun karena tidak cukup dukungan, akhirnya gagal deh ia mencalonkan diri.

Sebenarnya saat itu ada figur baik menggantikan Mantan Gubernur DKI Jakarta itu, yakni Icuk Sugiarto namun karena terganjal kasus tahun 2006, ia pun tak lolos seleksi administrasi. Eh tak disangka tak dinyana, ternyata Icuk Sugiarto setahun kemudian mencalonkan diri sebagai anggota DPR di Pemilu 2009 lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sayang, ia gagal dalam pertarungan memperebutkan kursi empuk anggota DPR itu, bahkan menurut Icuk, ia sempat dilanda stoke ringan. “Meski saya berusaha tidak mempersoalkan terpilih atau tidak masuk menjadi anggota DPR RI, namun saya stres. Bahkan saya sempat dinyatakan stroke ringan oleh dokter,” ujar Icuk dikutip dari Kompas.com. Kini Icuk menjabat sebagai Ketua Pengurus Pengda PBSI DKI Jakarta.

Djoko pun dikukuhkan secara aklamasi karena tidak ada calon Ketua Umum lain. Dalam Munas itu pula ada 3 hal yang menjadi harapan PBSI ke depannya, yakni (1) Memasyarakatkan bulutangkis Indonesia, (2) Rebut kembali Thomas Cup, Uber Cup dan Sudirman Cup serta (3) Tradisi medali emas untuk Olimpiade. Hasilnya empat tahun kemudian :

  1. Bulutangkis hanya populer musiman, jika televisi menayangkan tayangan bulutangkis.
  2. Tim Thomas untuk pertama kali gagal ke 4 besar dan Tim Uber mengalami penurunan prestasi (2008 Runner Up, 2010 Semifinal, 2012 Perempat Finalis, 2014 ??)
  3. Tradisi medali emas gagal, bahkan Bulutangkis tidak membawa medali dari Olimpiade

Kegagalan itu membuat Munas tahun 2012 akan sangat penting, akankah PBSI masih dipimpin oleh Djoko Santoso, atau akan ada wajah baru yang memimpin PBSI. Dulu, menurut Icuk Sugiarto, pasca dipilih menjadi pemimpin, Djoko hanya akan memimpin sekali periode. “Pak Djoko pernah bilang ke saya bahwa akan memimpin PBSI hanya satu kali kepengu­ru­san. Jadi, saya akan menagih janji itu sekarang dan yang pasti dalam kepengurusan nanti ja­ngan ada kelompok-kelompok,” ujar Icuk dikutip dari rmol.com.

Tapi penafsiran itu berubah ketika mengetahui hal ini “MUNAS PBSI DIPERCEPAT”

Rumor yang beredar, pihak PB PBSI ingin mempercepat Munas digelar guna mengamankan posisi Ketum Djoko Santoso guna melanjutkan tongkat estafet dunia tepokbulu di tanah air. Rencana Munas tersebut akan digelar awal September mendatang. Namun pihak PBSI menggunakan gelaran PON sebagai alasan yang lebih ‘masuk akal’ untuk memajukan gelaran Munas ini.

Skenario seperti ini, apabila Munas dilaksanakan pasca PON maka di Riau kemungkinan para Pengda akan melakukan konsolidasi penurunan Djoko Santoso, jadi mungkin pihak PBSI melaksanakan sebelum PON agar konsentrasi pengurus yang memiliki hak suara jadi terpecah. Dengan begitu, langkah tim sukses Djoko Santoso menjadi lebih mudah mempertahankan tampuk pimpinan menuju 2012-2016.

Namun Rumor itu dibantah oleh Sekjen PB PBSI, Yacob Rusdianto yang seakan empat tahun belakangan menjadi Juru Bicara atas segala kasus yang menimpa PBSI. Djoko hanya keluar disaat penyambutan Juara All England di SOETTA dan Diskusi mengenai Bulutangkis Indonesia yang sedang terpuruk di Today’s dialogue Metro TV.

Yacob menganggap rumor itu memang ada, tapi datang dari luar PB PBSI. “Saya memang sempat mendengar, ada orang-orang dan pihak-pihak yang menginginkan percepatan Munas. Saya ngga tahu tujuannya apa. Kami sendiri selaku pengurus, belum memutuskan kapan akan menggelar Munas,” kata Yacob dikutip dari situs poskotanews.com. “Jika Munas lalu digelar akhir November, tapi kali ini belum tahu. Tapi yang jelas, Munas sudah harus selesai sebelum tahun 2013. Itu sesuai AD/ART PBSI. Tepatnya kapan, tentu saja pengurus harus sepakat dulu, dan itu belum kami lakukan,” tambahnya.

Siapa yang pantas?

Bursa ketua Umum PBSI masih belum diperbincangkan, tetapi Icuk Sugiarto menjadi tokoh yang kemungkinan akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PBSI, menggantikan Djoko Santoso. Tahun 2008 lalu, ia sebenarnya berminat dan didukung banyak Pengda, namun ia terganjal aturan dimana ia menerima skors dari PBSI terkait Hukuman selama dua tahun yang dituangkan dalam surat PB PBSI S.Kep/83/3/XII/2006 tanggal 8 Desember 2006 ini dijatuhkan lantaran kritik Icuk terhadap PBSI pada Mukernas di Medan 2006. Padahal, salah satu syarat untuk maju ke pemilihan adalah tidak sedang terkena skorsing organisasi.

Menjadi ketua PBSI memang tidak gambang, kepemimpinan yang kuat dan mampu mencari dana adalah salah satu kunci bagi seorang Ketua Umum PBSI agar memajukan bulutangkis. Berbeda dengan PSSI yang sudah punya kiriman uang dari tiap APBD, hingga rumornya masuk ke kas Bos VIVA Group – Nirwan Bakrie.

Namun pasti akan sulit bagi Icuk untuk menduduki posisi pemuncak itu karena tahun 2008 saja, meski banyak dukungan, issue money politic juga menimpanya. “Memang dalam SMS tersebut jelas dikatakan kalau kami harus mencabut dukungan kepada Icuk dan memberikannya kepada calon yang dia bawa. Tapi kami tetap tidak akan bergeming dan meminta Icuk supaya terus maju,” tegas Basyir Basyar, Ketua Pengda PBSI Sumbar. Basyar mengaku ada salah satu tim kampanye yang mengiming-imingi uang Rp50 juta untuk memilih figur tertentu dalam pemilihan ketua Umum PBSI.

Yang pasti dunia bulutangkis kini butuh pemimpin yang sanggup merebut kembali Piala Thomas, Uber, Sudirman, dan tentunya medali Emas Olimpiade, dan hal itu akan terwujud apabila renegerasi berjalan bagus dan tentunya regenerasi itu bisa mulus apabila bulutangkis populer. Tahukah anda mengapa banyak sekali pemain sepak bola, karena sejak kecil, para bocah-bocah sudah menonton pertandingan sepakbola. Andai saja hal yang ditulis di Novel “2” karya Donny Dirgantoro terjadi di saat modern ini dimana seorang Gusni yang punya kekurangan berhasil menjadi pebulutangkis hebat karena mengawalinya dengan menonton tayangan bulutangkis Final Olimpiade Barcelona 1992.

Iklan