Drama Korea terjadi di Bulutangkis

Sudah jatuh tertimpa tangga, begitulah hal yang dialami oleh keempat ganda putri Korea, Jung Kyung Eun-Kim Ha Na dan Ha Jung Eun-Kim Min Jung. Didiskualifikasi dalam drama main sabun di Olimpiade London 2012. Layaknya drama-drama Korea yang didominasi adegan-adegan yang sering mengundang haru para pemirsanya, kejadian serupa drama Korea terjadi di bulutangkis.

Jung-Kim dan Ha-Kim akhirnya dikenai sanksi oleh Badminton Korea Association (BKA) beberapa hari lalu. Sanksinya tak tanggung-tanggung, mereka tidak boleh tampil di kejuaraan domestik maupun internasional selama 2 tahun. Ini adalah kenyataan pahit, dan kado yang terburuk dalam 28 tahun usia Kim Min Jung. Bagi Jung Kyung Eun maupun Kim Ha Na yang masih muda, setelah usia 2 tahun mereka masih bisa bertanding, namun bagaimana Ha Jung Eun-Kim Min Jung? sungguh malang…

BKA serasa tidak memperlihatkan sisi humanisme nya, mungkin secara fisik mereka tidak melanggar kemanusiaan, namun tidakkah mereka memperhatikan perasaan dari putri-putri cantik Korea (2 tahun puasa melihat Kim Ha Na yang cantik nih). Mereka berjuang 4 tahun untuk terkualifikasi di Olimpiade, bahkan Jung-Kim lolos di detik-detik terakhi saat mereka harus berkali-kali menyeka keringat di lapangan saat periode pengumpulan poin Olimpiade. Namun karena dilema antara 2 pilihan, akhirnya mereka pun terdiskualifikasi. Dilema antara mematuhi instruksi pelatih atau perintah wasit untuk bermain fair sesuai semangat olahraga.

Peraih medali perak Olimpiade London, Mathias Boe menganggap skorsing 2 tahun bagi empat putri Korea itu dilakukan tanpa memikirkan kesalahan dari sisi lainnya. “Seriously S. Korea, banned the 2 ladies doubles for two years?It was not their decision, it was made by the leaders.HateTheGameNotThePlayers,” begitu tweet yang dikeluarkan oleh Boe di account twitternya. Kita tidak boleh menyalahkan players, tapi menyalahkan game (format pertandingan) yang dibuat oleh BWF yang memungkinkan terjadinya kasus seperti ini.

Tidak hanya pemain, ternyata BKA juga memecat kedua pelatih, yakni kepala pelatih Korea Selatan Sung Han Kook (kiri) dan pelatih ganda putri Kim Moon Soo (kanan) yang dianggap terlibat dalam hal ini. Moon Soo ini lah yang sempat mengantarkan Lee Hyo Jung-Lee Kyung Won meraih medali perak Olimpiade dan Juara All England 2008 serta menghantarkan Tim Uber Korea menjadi Juara di tahun 2010 lalu. Memang benar peribahasa Nila setitik, Rusak susu sebelanga. Hanya karena satu kesalahan, karir bisa hancur.

Namun, BKA masih memberi kesempatan bagi keempat pebulutangkis dan dua pelatih untuk mengajukan banding sampai 21 Agustus. Banding itu akan diterima atau tidak oleh BKA akan diputuskan dalam pertemuan komite eksekutif pada 22 Agustus. Jika Hukuman benar-benar terjadi, saingan berat akan berkurang, karena kedua pasang ganda Korea ini memang sering menyulitkan pasangan Indonesia.

Jika Bulutangkis Korea memilih menjatuhkan hukuman pada atlet-atlet nya itu, atlet-atlet China lebih mempunyai inisiatif dini menghadapi putusan terdiskualifikasinya mereka dari Olimpiade. Yu Yang memutuskan untuk pensiun dini dari dunia bulutangkis, sesuai dengan status yang dikeluarkan di Weibo miliknya. Sang pasangan, Wang Xiaoli berencana berpindah bendera menyusul kegagalannya menjadi Juara di Olimpiade.

Sementara dari pihak Indonesia yang juga terlibat dalam drama main sabun di London, pasangan Meiliana Jauhari-Greysia Polii mungkin akan tetap bertanding, itu pun diamini Greysia dan Meiliana. Meiliana sendiri sempat dikabarkan akan pensiun, namun ia batal untuk pensiun. Mereka pantas diberi kesempatan kedua, bukan hukuman kedua seperti yang dilakukan BKA. Kesempatan kedua bukan untuk disia-siakan, ini kesempatan untuk menebus kekecewaan mereka. Untuk menunjukkan bahwa meskipun diskualifikasi, bangsa mereka masih bangga terhadap mereka. Mereka berhak untuk bersinar kembali.

Iklan