Dari London ke Pekanbaru

Gagal meraih medali di Olimpiade, Bulutangis Indonesia masih belum mati. Para Pebulutangkis andalan Indonesia, baik yang berada di Pelatnas atau luar Pelatnas akan memperebutkan medali di ajang multievent empat tahunan terbesar, PON yang tahun ini digelar di Pekanbaru, Riau pada September mendatang.

Jadwal Upacara Pembukaan sebenarnya dulu pada 9 September, tepat di Hari Olahraga Nasional (HUT-nya Butet juga), namun dilansir dari situs resmi PON Riau ternyata jadwalnya berubah menjadi 11 September. Menurut pihak Panitia PON, mundurnya pembukaan PON 2012 dikarenakan Orang nomor 1 di Indonesia yang empat taun lalu membuka PON Kaltim, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang kali ini kembali dijadwalkan untuk membuka PON Riau, tidak bisa hadir karena pada saat bersamaan berada di luar negeri menghadiri tugas kenegaraan.

Alhasil, beberapa cabang olahraga harus melakukan perubahan jadwal termasuk Bulutangkis. 7 nomor yang dipertandingkan di cabor ini, yakni tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri, ganda campuran, beregu putra dan beregu putri dilaksanakan selama 11 hari, yakni 8 hingga 10 September dilanjutkan pada 12-19 September di Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau (gambar atas).

Ini tentu berbeda dengan apa yang terjadi di Kaltim empat tahun lalu, Justru di Kaltim, Pembukaan PON dimajukan satu hari yang harusnya 6 Juli maju menjadi 5 Juli. Untuk Pembukaan PON tahun ini, panitia memilih Konsep Ombak Bono untuk diatraksikan di Stadion Utama Riau. Menarik untuk diinformasikan bahwa Ombak Bono ini adalah salah satu keunikan yang ada di Riau karena Ombak Bono ini adalah pertemuan antara air laut dan air sungai Kampar.

Air laut mengalir masuk dan bertemu dengan air sungai Kampar sehingga terjadi gelombang dengan kecepatan yang cukup tinggi, dan menghasilkan suara seperti suara guntur dan suara angin kencang. Wisata Bono terletak di Desa Teluk Meranti, sepanjang sungai Kampar. Bayangkan jika ombak bertemu ombak, akan tercipta tabrakan ombak ini banyak dimanfaatan para turis untuk berselancar, dan menurut Panitia, suara-suara gemuruh inilah yang akan ditampilan dalam suasana Pembukaan PON ke 18 itu.

Namun sayang karena adanya PON, para pebulutangkis Indonesia harus absen di dua turnamen Superseries yang dilaksanaan bulan September, yakni China Masters yang dilaksanakan pada 11-16 September dan Jepang Terbuka yang dilaksanakan 18-23 September. Bahan setelah PON ini, Para Pebulutangkis harus langsung terbang ke Palembang untuk mengikuti Indonesia Open Grand Prix Gold. Bulan yang sangat melelahkan pastinya…

Menengok Samarinda dan Palembang

Empat tahun lalu di GOR Palaran, Samarinda (gambar) digelarlah Bulutangkis PON ke 17 pada bulan Juli 2008, sebulan pasca Indonesia Open 2008. Karena berdekatan dengan event Olimpiade Beijing, alhasil para pebulutangkis yang tampil di Olimpiade kala itu, seperti Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Maria Kristin Yulianti, Markis Kido-Hendra Setiawan, Luluk Hadiyanto-Alvent Yulianto, Vita Marissa, Liliyana Natsir, Nova Widianto dan Flandy Limpele tiak dapat memperkuat provinsinya masing-masing.

Alhasil, Tim Jawa Tengah, provinsi yang dijuluki gudang para pebulutangkis itu hanya membawa satu keping medali emas dari nomor beregu putra, mengalahkan DKI Jakarta dengan 3-0 di Final. Sementara DKI Jakarta sukses memimpin klasemen medali di cabor ini dengan menggondol 3 emas, 3 perak dan 2 perunggu, disusul Jawa Tengah dengan 1 emas, 2 perak dan 4 perunggu.

Dari 7 medali emas yang diperebutkan, Sulawesi Utara menjadi provinsi diluar pulau Jawa yang sukses meraih medali emas lewat pasangan ganda putri, Greysia Polii-Nathalia C. Poluakan yang mengalahkan Jo Novita-Pia Zebadiah Bernadet dari DKI Jakarta dengan pertarungan ketat 18-21, 21-14, 21-16. Di Palembang 2004, Sulawesi Utara juga meraih emas lewat Nathalia yang berpasangan dengan Liliyana Natsir. Mereka mengalahkan Jo Novita-Vita Marissa dari DKI Jakarta dengan 15-2, 15-6.

Begitu sentralnya Pulau Jawa, jadi diibaratkan bahwa Jika Indonesia itu Miniatur Dunia, dalam dunia bulutangkis Pulau Jawa adalah Benua Asia yang mendominasi cabang olahraga ini sejak dulu. Lebih dominan lagi, DKI Jakarta diibaratkan sebagai China-nya bulutangkis. Selain karena banyak pemain Pelatnas yang membela Jakarta, Pelatda DKI juga sudah lebih baik dibanding provinsi lain, bahkan Pelatprov DKI sering mengirim pemain ke turnamen Sirkuit Nasional, dan terbukti menghasilkan gelar.

Keperkasaan Jakarta bahkan sangat terlihat delapan tahun lalu di Palembang, DKI Jakarta membawa pulang 5 emas, 3 perak dan 1 perunggu. Bahkan terjadi All DKI Final di nomor ganda putra saat itu. Pasangan Markis Kido-Hendra Setiawan nyaris saja mengalahkan atas pasangan Candra Wijaya-Nova Widianto, namun dengan senioritas Candra-Nova, mereka membalikkan keadaan dengan menang 13-15, 17-16, 15-13. DKI pun mengawinkan emas beregu putra dan beregu putri, masing-masing mengalahkan 3-0 atas Jawa Timur dan 2-0 atas Jawa Tengah.

Saat itu memang DKI Jakarta diperkuat oleh atlet-atlet yang berbakat seperti Simon Santoso, Adrianti Firdasari, Vita Marissa, Nova Widianto dan duet Markis Kido-Hendra Setiawan. Tak heran lah bagi DKI Jakarta untuk mendapatkan 5 emas, bahkan Jawa Tengah pun harus puas dengan 1 perak saja. Benar-benar China-nya Indonesia.

Namun selain dari dominannya DKI di PON delapan dan empat tahun lalu itu, ada hal sama yang menimpa Palembang dan Samarinda pasca diselenggarakannya PON. Tahun 2010 dan 2011, Samarinda ditunjuk sebagai venue turnamen Bulutangkis Indonesia Open GP Gold di venue tempat digelarnya Bulutangkis PON 2008. Hal yang sama terjadi pada Palembang untuk tahun 2012, kota empek-empek ini ditunjuk sebagai venue Indonesia GP Gold pasca PON ini.

Tapi venue yang dipergunakan untuk Indonesia GP Gold bukan bekas PON 2004, tapi venue yang dipergunakan adalah GOR PSCC (Palembang Sport & Convention Center). Gambar diatas adalah venue nya. GOR ini bukan GOR Bulutangkis karena biasa digunakan untuk kegiatan Futsal atau Basket. Namun kini venue itu akan disulap menjadi arena Bulutangkis pada September mendatang. Sebelumnya venue ini pernah digunakan untuk Djarum Badminton All Star 2012 pada April lalu yang diikuti oleh beberapa legenda bulutangkis asal Djarum seperti Christian Hadinata, Ivana Lie, Alan Budikusuma, Lius Pongoh bahkan Maria Kristin Yulianti. Jangan lupa saksikan Indonesia Open GP Gold 2012 yang kabarnya bakal ditayangkan oleh MNCTV, semoga mengulang kesalahan yang sama.

Jawa Tengah berpotensi geser Jakarta

Podium ganda campuran PON 2008 lalu (gambar) hanya menempatkan dua wakil Jawa Tengah, Muhammad Rijal-Yulianti dan Fran Kurniawan-Meiliana Jauhari di podium kedua dan ketiga. Tahun 2012 ini, Jawa Tengah akan diperkuat oleh bintang ganda campuran, Tantowi Ahmad yang menjadi Semifinalis Olimpiade London dan kemungkinan Debby Susanto menjadi pasangannya.

Selain itu, ada Dionysius Hayom Rumbaka, Muhammad Ahsan, Shesar Hiren Rustavito, Riyanto Subagja, Fernando Kurniawan, Afiat Yuris Wirawan, Maria Febe Kusumastuti, Anna Rovita, Rosaria Yusfin Pungkasari, Gloria Emmanuel Widjaja, Anisa Wahyuni, ditambah pelatih Christian Hadinata  yang mempercerah muka Bulutangkis Jawa Tengah di PON 2012.

Hal itu ditunjang dengan pembatasan usia atlet PON yang harus berusia dibawah 25 tahun dan belum pernah meraih medali emas, perak, dan perunggu Olimpiade serta emas pada Asian Games. Hal itu membuat atlet-atlet berbakat yang medali emas empat tahun lalu, terutama dari DKI Jakarta harus batal tampil di PON, seperti Adrianti Firdasari maupun Simon Santoso. Sehingga atlet-atlet berprestasi Jateng yang rata-rata masih berusia muda berpeluang melampaui prestasi Bulutangkis Jateng di PON empat tahun lalu.

Jateng sendiri menargetkan 2 medali emas dari 7 emas yang diperebutkan di Bulutangkis PON ke 18. 2 emas itu didapatkan di nomor tunggal lewat Maria Febe dan Hayom Rumbaka. Di PON mendatang, saingan utama Febe mungkin Febby Angguni (Jateng) dan Aprilia Yuswandari (Jatim). Sementar saingan utama Hayom adalah Tommy Sugiarto (DKI Jakarta) dan Senatria Agus Setia Putra (kanan) akan menjadi pengganti Taufik Hidayat sebagai pimpinan Tim Jawa Barat di PON ke 18.

Raja Sirnas yang empat tahun lalu gagal di Perempat Final, Alamsyah Yunus (tengah) tidak tampil karena telah berusia 26 tahun. Tapi secara umum, persaingan di Bulutangkis PON 2012 akan lebih ketat, apalagi sekarang pemain Pelatnas sudah berasal dari berbagai daerah. Namun Jawa masih akan mendominasi perolehan medali emas di Bulutangkis PON ke 18, terutama Jawa Tengah, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

But, ada yang menarik, akankah Jawa Barat yang tiap PON mendapatkan medali emas akan terputus, mengingat Taufik Hidayat tidak terkualifikasi dan Febby Angguni berpindah ke Jateng? Nasib tragis Indonesia di Bulutangkis Olimpiade akankah dialami Jawa Barat di Bulutangkis PON seperti Jawa Tengah yang gagal meraih medali emas PON di tahun 2004?

Hasil Kejurnas beda dengan PON

Berbeda dengan Hasil Kejuaraan Dunia yang berimbas kurang lebih sama dengan Olimpiade, untuk Kejurnas akan berimpact berbeda di PON, karena Juara di Kejurnas belum diuji dengan para atlet Pelatnas. Seperti Senatria Bagus yang menjadi Juara di Kejurnas belum diuji dengan Hayom atau Tommy yang kemungkinan akan ditemuinya di PON mendatang. Juga Ganis Nur Ramadhani yang menjadi Juara tunggal putri masih belum diuji dengan Aprilia Yuswandari atau Maria Febe Kusumastuti yang sudah mengecap level internasional, meskipun prestasinya tidak terlalu bagus.

Di Kejurnas tahun lalu, Kontingen DKI Jakarta mencatatkan diri meraih emas untuk beregu putri dengan mengalahkan Jawa Timur di Final, sedangkan Jawa Barat meraih perunggu. Sementara kejutan di beregu putra dimana Banten meraih emas mengalahkan DKI Jakarta, perunggu diraih oleh Jawa Barat. Kejurnas ini adalah ajang Pra PON yang selain menguji coba arena juga menentukan kuota atlet yang dikirim oleh setiap daerah. Tapi kita sendiri tahu, di Kejurnas, Tim Jateng tidak diperkuat oleh para pemain andalannya yang sebagian besar harus berada di Pelatnas November tahun lalu (untuk persiapan Korea GP Gold sepertinya). Jadi, Hasil Kejurnas akan jauh berbeda dengan hasil PON nantinya.

Meski tidak mendapatkan banyak medali di Kejurnas, Jateng tetap mendapatkan tiket penuh atlet tanpa kualifikasi di Bulutangkis PON ke 18 bersama Tim dari Jawa Barat, Jatim, DKI Jakarta dan Riau yang menjadi tuan rumah. Selain Riau, empat provinsi lolos ke PON tanpa harus melalui babak kualifikasi karena mampu menyumbangkan pebulu tangkis cukup banyak ke pelatnas. Sementara menurut data, hanya 5 provinsi lain yang lolos setelah melalui babak Kualifikasi seperti DI Yogyakarta, Bali, dan Banten. Jadi, Bulutangkis PON ke 18 akan diikuti oleh atlet dari 10 provinsi.

Fenomena Jual Beli Atlet Jelang PON ke 18

Mirip-mirip PON sebelumnya, berbagai daerah mengiming-imingi berbagai hadiah bagi atlet yang bisa meraih medali emas di ajang PON, termasuk Jawa Barat yang menyiapkan ribuan rumah untuk para atlet peraih emas di PON. Bahkan ada berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah provinsi, seperti jual beli atlet.

“Saya mengharapkan para atlet bulu tangkis DKI Jakarta jangan mendua. Jangan hanya dengan iming-iming mendapat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan uang saku mereka lantas bisa pindah membela provinsi lain di PON. Pada PON 2008 lalu ada lebih dari 10 pebulu tangkis DKI yang pindah ke provinsi lain. Maka dari itu, saya mengambil kebijakan ini supaya PON tidak lagi jadi ajang olahraga yang menghalalkan segala cara, termasuk membeli atlet secara instan,” ujar Icuk Sugiarto menanggapi hal ini.

Kita melihat banyak perpindahan atlet, seperti Febby Angguni, Muhammad Ahsan dan Fernando Kurniawan yang empat tahun lalu membela provinsi berbeda kini berada di Jawa Tengah. Bagi Icuk, hal ini awajar tetapi ada syarat. “Jual beli pemain sebenarnya boleh saja, dengan syarat provinsi yang ingin membelinya tidak hanya merekrut pada saat menjelang PON saja, akan tetapi juga membuat klub resmi sebagai tempat bernaung bagi atlet selepas PON. Ini sekaligus pembelajaran bagi provinsi lain yang tertidur lantas seolah-olah ingin menjadi pahlawan pada PON nanti. Padahal olahraga bukan instan,” tukasnya.

Bulutangkis PON 2012

Maskot : Serindit bermain Bulutangkis

Tanggal : 8-10, 12-19 September

Venue : Gelanggang Remaja Pekanbaru, Riau

Event : Putra (tunggal, ganda, beregu), Putri (tunggal, ganda, beregu), Ganda Campuran

Juara Bertahan :

  • Tunggal Putra : Simon Santoso (DKI Jakarta)
  • Ganda Putra : Bambang Supriyanto-Tony Gunawan (Jawa Timur)
  • Beregu Putra : Jawa Tengah
  • Tunggal Putri : Adrianti Firdasari (DKI Jakarta)
  • Ganda Putri : Greysia Polii-Nathalia C. Poluakan (Sulawesi Utara)
  • Beregu Putri : DKI Jakarta
  • Ganda Campuran : Devin Lahardi Fitriawan-Lita Nurlita (Jawa Barat)
Iklan