Lee Yong Dae kecewa

Lee Yong Dae sedang dalam keadaan kekecewaan yang tinggi ketika target emas yang harusnya ia raih di Olimpiade kali ini harus pupus di tangan pasangan ganda putra Denmark, Mathias Boe-Carsten Mogensen yang mengalahkannya 17-21, 21-18, 22-20 pada babak Semifinal yang digelar Sabtu pagi.

Lee mengaku sangat gugup dalam pertarungan itu, ini mirip dengan apa yang terjadi dengan pasangan Indonesia Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir saat melawan Xu Chen-Ma Jin. Gugupnya mereka membuat permainan cantik pasangan Korea tidak keluar. “Meskipun kami mempersiapkan pertandingan ini, itu jauh lebih sulit dari yang kita duga,” katanya. “Mereka bermain sangat baik hari ini. Kami lebih dan lebih gugup sepanjang pertandingan,” ujar peraih medali emas nomor ganda campuran di Beijing empat tahun lalu.

Di akhir pertarungan, Lee pun tidak langsung menjabat tangan pasangan Denmark, ia berdiri termenung di dekat penghitung skor Omega, pasangannya pun (Chung Jae Sung) sepanjang pertandingan beberapa kali mendapatkan omongan-omongan pedas. Lee pun termenung sendiri saat menyantap makanan bersama rekannya, bahkan teman-temannya menepuk bahu tanda simpati pada pemain berusia 23 tahun itu, sampai di lobi Hotel pun terlihat sang pelatih masih mencoba menenangkannya.

Pelatih Denmark, Claus Poulsen pun percaya bahwa memang anak didiknya mampu mengalahkan Chung-Lee. “Kami telah memainkan banyak pertandingan tiga gim melawan pasangan Korea jadi kami tahu kami bisa menang,” katanya. “Kami tidak pernah menyerah. Kami memainkan permainan terbaik yang kami bisa, seperti yang kita selalu lakukan. Besok akan ada yang berbeda,” tambahnya.

Sementara Boe mengaku pasangan Chung-Lee terlalu percaya diri menang atas mereka, itulah yang menyebabkan kekalahan pasangan Korea. “Ini pertarungan 50/50. Pasangan Korea percaya mereka menang, kami mencoba untuk bermain santai dan tidak berpikir ini semifinal. Strategi kami dengan pelatih adalah kami memberi tekanan pada Chung seperti ia sedang berada di Semifinal dan membuatnya gugup. Lee adalah pemain ganda putra terbaik di dunia, jadi kami mencoba berbuat hal yang sama dengan Lee tapi ia bermain sangat baik sehingga sulit untuk membuat ia keluar dari permainanya. Kami mencoba untuk memberi tekanan mental pada mereka namun mereka mencoba untuk istirahat. Pada akhirnya kami memiliki luck tapi saya percaya di gim ketiga kami bermain lebih baik,” ujar Runner Up Indonesia Open 2012 itu.

Ini tentu kekecewaan bukan hanya Yong Dae, tapi juga Bulutangkis Korea yang seperti Indonesia, sama-sama sedang dalam keterpurukan karena tidak mendapatkan medali emas dari cabang bulutangkis. Berikut ini gambar-gambar kekecewaan Lee Yong Dae atas kekalahannya dari Boe-Mogensen di partai Semifinal.

Iklan