Olympic Badminton Day 5

Kejutan yang lebih mengejutkan daripada kekalahan Kenichi Tago adalah terdiskualifikasinya empat pasangan ganda putri yang berlaga di Perempat Final Olimpiade, yakni Wang Xiaoli-Yu Yang, Meiliana Jauhari-Greysia Polii, Ha Jung Eun-Kim Min Jung dan Jung Kyung Eun-Kim Ha Na. Terdiskualifikasinya mereka sangat memalukan, apalagi ini terjadi di Olimpiade, ajang olahraga terbesar dan bulutangkis akan terancam hilang di Olimpiade pada masa depan akibat hal ini.

Empat ganda putri yang tersisa, Tian Qing-Zhao Yunlei, Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa, Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin dan Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl. Tian-Zhao yang punya pressure terberat karena Li Yong Bo akan membebankan medali emas kepada pasangan muda China setelah terdiskualifikasinya Wang Xiaoli-Yu Yang. Terdiskualifikasinya 4 pasangan itu membuat 4 pasangan lain yang berada di Grup A dan C lolos ke babak Perempat Final, mereka adalah Valeri Sorokina-Nina Vislova [RUS], M. Edwards-A. Viljoen [RSA], A. Bruce-Li Michelle [CAN] dan Choo L-R. Veern [AUS].

Dari delapan pasangan yang berada di Perempat Final itu, akhirnya Tian Qing-Zhao Yunlei [CHN], Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa [JPN], Valeri Sorokina-Nina Vislova [RUS] dan A. Bruce-Li Michelle [CAN] lolos ke babak Semifinal Olimpiade. Ini adalah sejarah baru dimana Untuk pertama kalinya bendera negara diluar China dan Korea akan berkibar menerima medali di nomor ganda putri sejak dipertandingan di Olimpiade dan Rusia-Jepang memiliki kans akan hal itu.

WD – Quarterfinals result

  • Valeri Sorokina-Nina Vislova [RUS] bt Edwards M-A Viljoen [RSA] : 21-9, 21-7
  • Tian Qing-Zhao Yunlei [CHN] bt Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin [TPE] : 21-10, 21-14
  • A Bruce-Li Michelle [RUS] bt Choo L-R. Veeran [AUS] : 21-9, 18-21, 21-18
  • Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa [JPN] bt Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl [DEN] : 22-20, 21-10

Selain akan ada negara baru yang meraih medali di nomor ganda putri, ada efek lain yang akan diterima Bulutangkis pasca kejadian memalukan ini. Banyak sekali protes dari penonton bahkan banyak yang meminta dikembalikannya uang hasil pembelian tiket karena memang menonton di Wembley Arena tidak murah. Dengan ketidakmurahan itu, pertandingan menurut penonton harus berkualitas karena ini adalah Olimpiade. Bukan seperti permainan Wang-Yu vs Jung-Kim atau Meiliana-Greysia vs Ha-Kim yang hanya mencoba menyangkut-nyangkutkan shuttlecock, membuat service yang tidak sempurna atau memukul keluar lapangan, sesuatu yang tidak akan dilakukan pebulutangkis yang sudah berkelas Olimpiade.

Dampak jangka panjangnya bisa parah, yakni diusirkan bulutangkis dari cabang olahraga Olimpiade. Namun karena kita memiliki IOC member, Li Lingwei, masih ada harapan negosiasi untuk bulutangkis tetap dipertandingkan di Olimpiade. IOC sendiri memuji BWF yang telah menindak dengan cepat masalah ini. “Kami memuji federasi karena telah mengambil tindakan cepat dan tegas,” kata juru bicara IOC Mark Adams ke The Associated Press. “Perilaku tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai Olimpiade,” tambahnya.

Mengenai terdiskualifikasinya 4 pasangan itu, sang kepala pelatih di berbagai negara kini bersatu menuduh Li Yongbo sebagai otak utama terjadinya insiden saling mengalah di penyisihan Grup nomor ganda putri pada Selasa kemarin. Li Yongbo pun akhirnya mendapatkan panggilan BWF pasca Olimpiade di kantor BWF, Kuala Lumpur, Malaysia usai Olimpiade. Apakah China masih akan mengontrol bulutangkis dunia setelah ini?

Yang Muda ke Perempat Final

https://i0.wp.com/cache.daylife.com/imageserve/07lb93u1n13X7/439x.jpg

Li Xuerui dan Ratchanok Intanon masuk ke Perempat Final Olimpiade London 2012. Li Xuerui harus melalui perjuangan berat melawan rekan seusia, Tzu Ying Tai dari Taipei dengan kemenangan 21-16, 23-21 sedangkan Ratchanok Intanon mengalahkan Jawara Singapura Terbuka yang diperkirakan menjadi kuda hitam, Juliane Schenk dengan pertarungan dua gim langsung 21-16, 21-15. Namun ujian berat harus dilewati Intanon untuk ke Semifinal. Ia sudah harus berjumpa Wang Xin yang mengalahkan Adrianti Firdasari dengan 21-15, 21-8 di babak Perempat Final.

Mengomentari kekalahannya, Firda mengaku tidak bisa meladeni kecepatan Xin. “Saya kalah cepat dari Wang Xin, dia bermain bagus sekali hari ini. Walaupun saya harus terhenti di babak 16 besar, namun saya sudah berusaha maksimal, lawan lebih bagus dari saya” kata Firda usai bertanding.

Tak hanya Schenk yang menjadi veteran yang tewas, Pi Hongyan dan Jie Yao kalah dari lawan-lawannya. Pi Hongyan kalah dari Yip Pui Yi sedangkan Jie Yao kalah dari pemain muda India, Saina Nehwal. Sang ungguan teratas, Wang Yihan dipaksa rubber game atas pemain Korea Selatan, Bae Youn Joo yang berakhir dengan kemenangan Yihan 15-21, 21-14, 21-14. Ia akan mengulang partai final Kejuaraan Dunia 2011 lalu dengan bertemu Cheng Shao Chiech di babak Perempat Final Olimpiade nomor tunggal putri.

Japan's Sayaka Sato reacts after retiring from her women's singles round of 16 badminton match against Denmark's Tine Baun during the London 2012 Olympic Games at the Wembley Arena

Kontroversi terjadi ketika Sayaka Sato memutuskan mundur dari Pedelapan Final atas Tine Baun. Sato terkena cedera saat melawan pebulutangkis Denmark itu di kedudukan 15-14 untuk keunggulannya. Reaksi yang ditunjukkan Sato cukup miris, ia menangis di lapangan sambil di shoot oleh Kamera. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada kalah bukan karena keunggulan lawan, tapi karena cedera.

WS – Round of 16

  • Wang Yihan [CHN] bt Bae Youn Joo [KOR] : 15-21, 21-14, 21-14
  • Cheng Shao Chiech [CHN] bt Gu Juan [SIN] : 21-18, 21-10
  • Saina Nehwal [IND] bt Jie Yao [NED] : 21-14, 21-16
  • Tine Baun [DEN] bt Sayaka Sato [JPN] : 14-15 Retired
  • Yip Pui Yin [HKG] bt Pi Hongyan [FRA] : 13-21, 21-12, 21-16
  • Li Xuerui [CHN] bt Tzu Ying Tai [TPE] : 21-16, 23-21
  • Intanon Ratchanok [THA] bt Juliane Schenk [GER] : 21-16, 21-15
  • Wang Xin [CHN] bt Adrianti Firdasari [INA]

Bye Bye Laybourn

https://i2.wp.com/sphotos-a.xx.fbcdn.net/hphotos-ash4/c85.0.403.403/p403x403/313207_10150937578526316_684519663_n.jpg

Pasangan Juara Dunia 2009, Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl akhirnya akan berpisah pasca Olimpiade. Usai Olimpiade, Laybourn akan gantung raket dan memilih menjadi pelatih bagi Tim Bulutangkis Denmark. Di Penampilan terakhirnya di babak Perempat Final, Laybourn-Juhl bertanding dengan unggulan teratas, Zhang Nan-Zhao Yunlei namun kalah 13-21, 17-21. Zhang Nan-Zhao Yunlei akan menghadapi pasangan Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen dari Denmark yang mengalahkan Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam dengan skor 21-15, 21-13.

Andalan Indonesia untuk emas, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir melangkah ke Semifinal usai menundukkan Michel Fuchs-Birgit Michels dari Jerman dengan 21-15, 21-9. “Kami masuk lapangan sudah merasa percaya diri, tapi bukan over confidence ya. Terbukti keyakinan ini membawa kami ke penampilan yang lebih baik. Dari awal leading terus sampai poin jauh, mereka mau keluarkan permainannya juga susah,” ujar Liliyana. Sementara Tontowi sendiri mengaku kelemahan mereka adalah sering terkejar poinnya. “Tadi di awal sempat nyaris terkejar poinnya, ini adalah kelemahan yang harus kami perbaiki di penampilan selanjutnya. Tapi secara umum, kami bisa tampil cukup baik. Kami selalu belajar dari pengalaman, sebelumnya pernah kalah dari pasangan Jerman ini, kali ini harus menang.”

Di babak Semifinal, Tontowi-Liliyana akan menghadapi pasangan China, Xu Chen-Ma Jin yang harus memeras keringat melawan Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba dengan skor 19-21, 21-16, 23-21. Dari pertemuan sebelumnya, Owi-Butet menang 21-16, 15-21, 21-16 di Semifinal Indonesia Open lalu, namun tidak dari segi rekor pertemuan, Liliyana-Tontowi kalah tipis 2-3. “Di olimpiade ini apa saja bisa terjadi, jadi kami anggap skor pertemuan dengan lawan kembali ke 0-0, walalupun terakhir menang, tapi tidak boleh dijadikan satu acuan bakal menang lagi,” ujar Liliyana menanggapi rekor pertemuan itu.

XD – Quarterfinals

  • Zhang Nan-Zhao Yunlei [CHN] bt Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl [DEN] : 21-13, 21-17
  • Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [DEN] bt Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam [THA] : 21-15, 21-13
  • Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [INA] bt Michael Fuchs-Birgit Michel [GER] : 21-15, 21-9
  • Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba [POL] bt Chen Xu-Ma Jin [CHN] : 19-21, 21-16, 23-21

Lin Dan masih yang terbaik

https://i2.wp.com/thestar.com.my/archives/2012/8/1/olympics/2012-08-01T105533Z_1_CBRE8700UCN00_RTROPTP_2_OLY-BADM-BDMSIN-ROUNDS-DAY5.JPG

Wembley Arena bertepuk tangan atas tersingkirkan Juara Olimpiade 2004 oleh Juara Bertahan Olimpiade 2008 di babak 16 Besar nomor tunggal putra Olimpiade yang berlangsung di pada hari Rabu. Jangan salah, tepuk tangan itu adalah tepukan apresiasi yang besar atas legenda bulutangkis Indonesia. Lin Dan dengan mudah melibas Taufik Hidayat dengan skor telak 21-9, 21-11. Dengan hasil ini, Lin Dan melangkah ke Perdelapan Final sedangann Taufik menjadi wakil bulutangkis Indonesia pertama yang tersingkir. Taufik berjalan kembali ke ruang ganti diiringi tepukan penonton Wembley Arena yang mengharu biru. Ia memang sangat terkenal di dunia Barat setelah menjuarai Olimpiade 2004 di Athena, Yunani. Mengomentari kekalahannya itu, Taufik hanya mengakui Lin lebih baik darinya. “Lin memang bermain lebih bagus, dari semua aspek dia unggul. Mulai dari skill, stamina, dan lainnya. Kami sama-sama tahu permainan masing-masing, dari segi segi fisik dia lebih tahan.”

Simon Santoso, andalan tunggal lain harus kalah dari Lee Chong Wei dengan skor telak 12-21, 8-21. Simon mengaku dalam tekanan Lee dan ketika mencoba merubah strategi, Lee sudah bisa mewaspadai hal itu. “Sulit untuk keluar dari tekanan yang diberikan Chong Wei, saya tak dapat mengimbangi kecepatannya. Begitu saya coba mengubah irama permainan, Chong Wei sepertinya sudah mengantisipasi hal ini,” ujar peraih medali emas SEA Games 2011.

Lin Dan di Perempat Final akan berjumpa dengan Sho Sasaki yang mengalahkan Kevin Cordon dari Guatemala. Sementara Pahlawan Srilanka, Niluka Karunnaratne yang mengalahkan Kenichi Tago kalah di babak Perdelapan Final oleh pebulutangkis India, Kashyap Parupalli dengan skor 14-21, 15-21, 9-21. Kemenangan Parupalli membawanya ke Perempat Final Olimpiade untuk bertemu dengan Lee Chong Wei.

Peter Gade memiliki mitos bahwa siapa yang mengalahkannya akan meraih emas dan pada Kamis hari ini, ia akan berjumpa dengan Chen Long di babak Perempat Final. Apabila Chen Long menang, bukankah ini pertanda Chen Long akan meneruskan mitos Gade di Olimpiade? Kita tidak bisa memastikan. Hanya waktu yang akan menjawab.

MS – Round of 16

  • Lee Chong Wei [MAS] bt Simon Santoso [INA] : 21-12, 21-8
  • Kashyap Parupalli [IND] bt Niluka Karunnaratne [SRI] : 21-14, 15-21, 21-9
  • Chen Long [CHN] bt Wong Wing Ki [HKG] : 21-17, 21-17
  • Peter Gade [DEN] bt Shon Wan Ho [KOR] : 21-, 21-16
  • Lee Hyun Il [KOR] bt Jan O Jorgensen [DEN] : 21-17, 21-13
  • Chen Jin [CHN] bt Marc Zwiebler [GER] : 19-21, 21-12, 21-9
  • Kevin Cordon [GUA] bt Sho Sasaki [JPN] : 23-21, 21-10
  • Lin Dan [CHN] bt Taufik Hidayat [INA] : 21-9, 21-12
Iklan