Triyatno bawa Indonesia ke Peringkat 24

Triyatno membawa Kontingen Indonesia ke peringkat 24 di Klasemen Medali Olimpiade setelah berhasil menyumbang medali perak di nomor 69 kg putra cabang olahraga Angkat Besi. Penampilan Triyatno di angkatan snatch kurang bagus, namun di Clean & Jerk ia membuktikannya, ia mengangkat beban 188 kg sekaligus memastikan medali perak bagi Indonesia menggeser lifter asal Romania.

Triyatno mampu menduduki peringkat kedua karena total angkatannya mencapai 333 kilogram. Lifter peraih medali SEA Games 2011 itu awalnya tampil kurang meyakinkan pada angkatan snatch setelah mengangkat beban seberat 145 kg. Ia bahkan mengaku kecewa di angkatan snatch. “Di snatch hanya 145kg, saya agak kecewa dengan hasil tersebut,” kata Triyatno. Tetapi, pada saat angkatan clean and jerk, ia secara dramatis berhasil mengangkat beban seberat 188 kg pada kesempatan ketiga atau terakhir.

Raihan perak ini membuat matanya berkaca-kaca sambil memeluk sang pelatih. “Saya sangat teramat senang. Puji syukur atas apa yang diberikan Allah karena saya tidak menyangka akan memperoleh perak,” ujar Triyatno. Di Beijing empat tahun lalu ia hanya meraih medali perunggu, sedangkan kali ini ia meraih medali perak, semoga empat tahun ke depan meraih emas.

Medali emas di kelas 69 kg putra diraih oleh lifter China, Lin Qingfeng, yang membukukan total angkatan 344 kg. Sementara medali perunggu direbut lifter Romania, Martin Razvan Constantin, dengan angkatan seberat 332 kg. Lifter Indonesia lainnya yang juga berlaga di kelas ini, Deni, belum mampu unjuk gigi. Peraih perak SEA Games 2011 ini hanya menempati peringkat 12 dengan total angkatan seberat 311 kg.  Deni mengangkat beban 140 kg pada angkatan snatch dan 171 kg pada saat clean and jerk.

Dengan raihan medali perak oleh Triyatno ini, Tim Angkat Besi Indonesia meraih 1 perak dan 1 perunggu sekaligus menempatkan Indonesia di peringkat 24 klasemen Medali dengan raihan 1 perak dan 1 perunggu, menjadi negara Asia Tenggara tertinggi yang meraih medali untuk sementara. Sebelumnya, 1 perak disumbang oleh Eko Yuli Irawan yang turun di nomor 62 kg putra.

Iklan