Olympic Badminton Day 4

Denmark punya generasi emas pada Bulutangkis Olimpiade London 2012, lewat duel ganda putri hasil kombinasi dua pemain ganda campurannya, yakni Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl, mereka menaklukkan unggulan kedua asal negeri Tirai Bambu, Tian Qing-Zhao Yunlei dengan dua gim langsung 22-20, 21-12 sekaligus memastikan tiket Perempat Final sebagai Juara Grup D.

Pedersen-Juhl menyelesaikan pertandingan dalam waktu 50 menit. Awalnya pasangan Tian Qing-Zhao Yunlei lebih dahulu mencapai game point 20-19 namun pasangan Denmark berhasil membalikkan keadaan untuk memenangkan gim pertama 22-20. Di saat kritis itu pula, pasangan China terutama Zhao Yunlei mencoba mengulur-ulur waktu seperti saat melawan pasangan Greysia Polii-Meiliana Jauhari di Indonesia Terbuka. Namun naas, hal itu tidak berpengaruh terhadap mental pemain Eropa yang terkenal tidak pantang menyerah, bahkan berbalik menang.

Di gim kedua, mental pasangan China sudah jatuh, permainan apik dipadukan oleh Pedersen-Juhl membuat mereka mencuri start lebih awal hingga menyelesaikan pertandingan dengan skor 21-12. Faktor luck juga membantu kemenangan duo Denmark. Terhitung beberapa kali terjadi bola yang menggelintir di net dan jatuh di wilayah permainan pasangan China yang berbuah poin bagi Denmark.

“Kami bermain dengan percaya diri di gim kedua, Ketika tiba 20-12 saya merasa seperti seluruh energi terbang dari saya. Kami berkata satu sama lain terus bergerak, kita harus terus bergerak,” ujar Juhl. Sementara Pedersen menganggap service Juhl sangat membantu di gim kedua. “Kamilla memiliki banyak service baik di gim kedua dan mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan, kita mulai percaya diri,” ujar pasangan Joachim Fischer Nielsen itu.

Tian Qing menganggap kekalahan ini sebagai peringatan untuk ke depannya. “Kekalahan ini sebagai peringatan. Kamu tidak pernah bisa memberi sesuatu untuk diberikan (cuma-cuma).” Kemenangan pasangan Denmark tetap meloloskan pasangan China (Tian Qing-Zhao Yunlei) di babak Perempat Final, hanya sebagai Runner Up Grup D dan bertemu Juara Grup B.

Danish supporters at women's Doubles Badminton match on Day 4

Namun karena hal ini, nomor ganda putri menjadi sangat ribut. Tercatat ada 3 partai yang berimbas akibat kekalahan pasangan China. 3 partai itu adalah partai-partai yang berhubungan dengan pemain China.  3 partai itu adalah partai penyisihan Grup B dimana Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa terlihat mengalah dari pasangan Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin dengan 19-21, 11-21. Dengan hasil ini, Mizuki-Reika menjadi Runner Up Grup B dan bertemu Juara Grup A, Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl sedangkan Chien Yu Chien-Cheng Wen Hsing harus terkena imbas dengan bertemu dengan Tian Qing-Zhao Yunlei yang menjadi Runner up Grup D.

Penyisihan Grup A, karena kekalahan ini, sang pelatih kepala Li Yongbo membuat sebuah drama ketika Wang Xiaoli-Yu Yang harus ‘kalah’ dari pasangan Jung Kyung Eun-Kim Ha Na dengan 14-21, 11-21. Kekalahan ini dibuat karena China berencana membuat All Chinese Final di nomor ganda putri seperti yang terjadi di Olimpiade 2000 dan 2004. Karena apabila Wang-Yu menjadi Juara Grup A, di Semifinal nantinya mereka akan berjumpa dengan sesama rekan China, Tian Qing-Zhao Yunlei. Mereka tentu tidak mau sekedar mengamankan tempat di Final, mereka menginginkan Final sesama China.

Dan akhirnya terjadi kekacauan di Grup C akibat kekalahan Wang Xiaoli-Yu Yang dimana pasangan Indonesia Meiliana Jauhari-Greysia Polii yang bertanding melawan pasangan Korea Ha Jung Eun-Kim Min Jung terlihat saling mengalah demi tidak bertemu dengan pasangan Wang Xiaoli-Yu Yang di babak Perempat Final Olimpiade. Banyak sekali penonton yang mencela pertandingan karena di awal-awal, sangat terlihat service fault yang disengaja oleh kedua pasangan, bahkan wasit kehormatan sempat masuk ke court dan memberikan kartu hitam tanda didiskualifikasi namun ditarik kembali. Di gim ketiga, pelatih Korea sempat memprotes wasit kehormatan karena menganggap pasangan Indonesia tidak bermain sportif. Namun akhirnya dalam durasi 54 menit, Ha-Kim lah yang menang dengan skor 18-21, 21-14, 21-12. Ha-Kim akan berjumpa dengan Wang Xiaoli-Yu Yang sedangkan Meiliana Jauhari-Gresyia Polii akan bertemu pasangan dari Korea, Jung Kyung Eun-Kim Ha Na.

Women’s Double Quarterfinals

  • Jung Kyung Eun-Kim Ha Na [KOR] vs Meiliana Jauhari-Greysia Polii [INA]
  • Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin [TPE] vs Tian Qing-Zhao Yunlei [CHN/2]
  • Ha Jung Eun-Kim Min Jung [KOR/3] vs Wang Xiaoli-Yu Yang [CHN/1]
  • Christinna Pedersen-Kamilla Rytter Juhl [DEN] vs Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa [JPN/4]

China pastikan tiket Semifinal Ganda Putra

Duel China vs Denmark juga terjadi di nomor ganda putra, dimana Mathias Boe-Carsten Mogensen berhadapan dengan Chai Biao-Guo Zhendong. Pertarungan 46 menit itu berakhir dengan kemenangan Denmark lagi dengan skor 21-14, 21-19. Dengan kemenangan ini, Boe-Mogensen menjadi pemuncak Grup C dan akan berjumpa Runner Up Grup A, Fang Chieh Min-Lee Sheng Mu dari Taipei.

Sementara Chai Biao-Guo Zhendong berhadapan dengan Juara Grup A yang merupakan rekan sesama China, yakni Cai Yun-Fu Haifeng. Ini menjadi menarik dimana jika partai ganda putri China memaksakan All Chinese Final, di ganda putra justru Cai-Fu berjumpa dengan juniornya. Mungkin mereka realistis apabila berjumpa dengan Mathias Boe-Carsten Mogensen mereka akan kesulitan. Dalam partai penentuan Juara Grup A, Cai-Fu menang 21-19, 21-13 atas pasangan Fang-Lee.

Grup C yang dipimpin oleh Bodin Issara-Maneepong Jongjit berkesempatan melaju ke Semifinal karena lawannya di babak Perempat Final adalah pasangan Koo Kean Keat-Tan Boon Heong yang finish sebagai Runner Up Grup D. Melawan Koo-Tan, tipe-tipe permainan cepat, keras diselingi teriakan-teriakan membahana membuat pasangan Thailand lebih berpeluang ke Semifinal. Koo-Tan sendiri harus puas menjadi Runner Up karena kalah dari Chung Jae Sung-Lee Yong Dae dengan 16-21, 11-21.

Lee Yong Dae-Chung Jae Sung akan berjumpa pasangan Indonesia yang diharapkan membawa pulang medali untuk tetap menjaga tradisi medali di nomor ganda putra yang telah terjadi  ganda putra dipertandingkan di Olimpiade 1992. Meskipun berat, pasangan Indonesia yang tidak diunggulkan ini harus tetap flighting, karena tekanan akan ada pada pasangan Korea.

Men’s Double Quarterfinals

  • Cai Yun-Fu Haifeng [CHN/1] vs Chai Biao-Guo Zhendong [CHN]
  • Bodin Issara-Maneepong Jongjit [THA] vs Koo Kean Keat-Tan Boon Heong [MAS]
  • Mathias Boe-Carsten Mogensen [DEN/3] vs Fang Chiech Min-Lee Sheng Mu [TPE]
  • Chung Jae Sung-Lee Yong Dae [KOR/2] vs Muhammad Ahsan-Bona Septano [INA]

Tontowi-Liliyana Menang (Lagi)

Kamilla Rytter Juhl - Olympics Day 2 - Badminton

Pebulutangkis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir berhasil memetik kemenangan di partai terakhir penyisihan Grup C dimana lawannya, Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl dikalahkan dengan dua gim langsung 24-22, 21-16. Kemenangan ini membuat mereka terhindar dari unggulan pertama, Zhang Nan-Zhao Yunlei di Semifinal. Partai terlihat menegangkan dimana sempat terjadi deuce di gim pertama, Liliyana sendiri mengaku gugup karena lawan lebih bagus dibanding dua lawan sebelumnya. “Tentunya game ini berbeda. Selain ini penentuan juara grup, lawannya kualitasnya beda, mereka lebih diatas pasangan Korea dan India.”

Ditanya mengenai penampilan rekannya, Liliyana mengakui penampilan Tontowi bagus saat pertandingan melawan pasangan Denmark. “Meskipun sempat ketat, tapi kami merasa sudah tampil cukup bagus. Ini adalah pertandingan olimpiade, pressure nya sangat tinggi, bisa melewati saat-saat kritis adalah poin plus untuk kami. Selain itu menurut saya, Tontowi bermain cukup baik hari ini,” ujar harapan emas Indonesia itu. Ini merupakan ulangan dari partai Final All England 2012 lalu dimana pasangan Indonesia berhasil menyudahi penantian panjang 33 tahun akan gelar All England.

Zhang-Zhao di partai terakhir penyisihan Grup A berjumpa dengan andalan tuan rumah yang tidak lolos ke Perempat Final, yakni Chris Adcock-Imogen Bankier. Pertemuan kali ini dimenangkan oleh Zhang-Zhao dengan 21-13, 21-14. ZZ menjadi Juara Grup berjumpa dengan Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl. Dari Grup A, selain ZZ, ada Michael Fuchs-Birgit Michels yang akan menjadi lawan pasangan Indonesia di babak Perempat Final pada 1 Agustus.

Di Grup B, Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen menjadi Juara Grup dan berjumpa dengan Runner Up Grup D, Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam dari Thailand di Perempat Final. Sementara Sang Juara Grup D, Chen Xu-Ma Jin berjumpa dengan Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba dari Polandia. Jika lolos, Kemungkinan Xu-Ma akan bertarung melawan pasangan Indonesia di babak Semifinal.

Mixed Double Quarterfinals

  • Zhang Nan-Zhao Yunlei [CHN/2] vs Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl [DEN]
  • Joachim Fischer Nielsen-Christinna Pedersen [DEN/4] vs Sudket Prapakamol-Saralee Thongthoungkam [THA]
  • Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir [INA/3] vs Michael Fuchs-Birgit Michels [GER]
  • Xu Chen-Ma Jin [CHN/2] vs Robert Mateusiak-Nadiezda Zieba [POL]

Kashyap siap tembus Perempat Final

Kemenangan Kashyap Parupalli atas Chen Long di Indonesia Open lalu menjadi modal besar buat Kashyap di Olimpiade ini. Ia melangkahkan kaki di babak 16 Besar setelah menundukkan Nguyen Tien Minh dengan skor sangat telak 21-9, 21-14 di penyisihan Grup D nomor tunggal putra. Sebagai Juara Grup D, di Perdelapan Final ia dipertemukan dengan Juara Grup C, yakni Niluka Karunaratne dari Srilanka yang mengalahkan Kenichi Tago.

Diatas kertas, menghadapi Niluka, Kashyap berpeluang mengalahkannya untuk masuk ke Perempat Final Olimpiade. Di Perempat Final, lawan yang di temui adalah pemenang antara Lee Chong Wei atau Simon Santoso. Dengan keduanya, Kashyap punya rekor yang tidak terlalu bagus. Namun masuk ke Perempat Final Olimpiade bagi pemain yang tidak diunggulkan sudah termasuk luar biasa.

Kemenangan atas Nguyen ini adalah pembalasan atas kekalahannya di Kejuaraan Dunia 2011 lalu di tempat yang sama, Wembley Arena. “Nguyen mengalahkan saya di Kejuaraan Dunia disini tahun lalu di mana saya membiarkan 7 match point pergi. Hal ini datang kembali ke pikiran saya menjelang akhir pertandingan dan aku bertekad untuk tidak membiarkan itu terjadi lagi.”

Ashwini Ponnappa and Jwala Gutta - Olympics Day 1 - Badminton

Berbeda dengan Kashyap yang lolos dari fase grup, Jwala Gutta-Ashwini Ponappa gagal lolos ke Perempat Final setelah Cheng Wen Hsing-Chien Yu Chin mengalahkan Mizuki Fujii-Reika Kakiiwa dan menjadi pemuncak klasemen, sementara Reika-Fujii lolos sebagai Runner Up. Di laga penyisihan grup terakhir, meski Jwala-Ashwini menang atas Shinta Mulia Sari-Lei Yao dengan 21-16, 21-15, tetapi mereka harus finish di peringkat ketiga dan tidak lolos ke Perempat Final.

Pada laga penyisihan terakhir di Grup B, Fujii-Reika seperti sengaja ‘mengalah’ karena pasangan Tian Qing-Zhao Yunlei finish di posisi Runner Up Grup D yang kemungkinan ditemui Jepang apabila Jepang menang, sehingga untuk menghindari mereka, pasangan Jepang memilih mengalah sehingga lolos sebagai Runner Up Grup dan berjumpa pasangan Denmark, Kamilla Rytter Juhl-Christinna Pedersen yang menjadi Juara Grup B.

Taufik dan Simon berat di 16 besar

Badminton - Day 4

Dua pebulutangkis tunggal putra Indonesia harus dihadapkan pada lawan yang berat pada babak 16 besar Olimpiade pada 1 Agustus mendatang. Taufik harus berjumpa rival lamanya, Lin Dan sedangkan Simon harus berjumpa andalan Malaysia, Lee Chong Wei. Taufik melangkah ke babak Perdelapan Final setelah menaklukan Pablo Abian dari Spanyol lewat pertarungan ketat 22-20, 21-11.

“Ini adalah hal yang biasa, saya juga perlu penyesuaian dengan permainan lawan karena ini pertama kalinya kami bertemu. Selain itu, saya juga mendapat jadwal bertanding yang pagi sekali, masih sedikit mengantuk,” ujar Taufik mengomentari kemenangan tipis di set pertama. Sementara di gim kedua ia sudah mengontrol permainan lawan sehingga dapat menang mudah. “Pada gim kedua saya sepenuhnya bisa mengontrol permainan, skor nya pun jauh sekali dibanding gim pertama. Saya rasa Pablo adalah pemain yang cukup bagus.”

Mengomentari lawannya di 16 Besar, Taufik menganggap duel Perempat Final All England itu sebagai suatu pertandingan yang seru. “Saya siap hadapi Lin Dan. Kalau bermain di olimpiade kita harus siap bertemu siapapun. Pertemuan besok pasti seru.” Sementara Lin Dan menganggap Taufik masih sebagai lawan yang dia hormati, meskipun ia juga mengakui bahwa power Taufik tidak seperti dulu, namun Taufik punya teknik bermain yang menurutnya tidak dimiliki oleh pemain lainnya (termasuk dirinya mungkin).

Sementara sang kompatriot, Simon Santoso melangkah setelah mengalahkan pebulutangkis Austria, Michael Lahnstainer dengan skor telak 21-11, 21-7. Langkah Simon akan lebih mudah ke Semifinal seandainya ia dapat menaklukkan Lee Chong Wei di 16 Besar karena lawannya di Perempat Final adalah pemenang antara Kashyap dan Niluka, dimana keduanya sudah pernah dikalahkan atau berperingkat jauh dibawah Simon. Simon harus bisa memanfaatkan statement Chong Wei yang masih merasa dalam tekanan setelah sembuh dari cedera yang menimpa engkelnya saat pergelaran Piala Thomas di Wuhan lalu. Jika Ville Lang yang berperingkat 45 saja mampu mengajak main rubber game atas Chong Wei, harusnya Simon bisa menang, setidaknya rubber game.

Di nomor tunggal putri, andalan Indonesia berhasil lolos ke 16 besar, ia adalah Adrianti Firdasari. Di partai penentuan Grup O, Firda mengalahkan Petya Nedhelceva dengan 21-10, 21-15. Di Perdelapan Final, ia berjumpa dengan unggulan kedua asal China, Wang Xin. Firda mengaku senang lolos ke 16 besar. “Saya senang sekali bisa lolos ke babak 16 besar, hari ini saya mainnya enak, lebih lepas, tidak kaku seperti kemarin. Semoga besok bisa lebih lepas lagi” kata Firda dikutip dari situs PB PBSI.

Fokus di ganda putra

Yongdae Lee - Olympics Day 4 - Badminton

Juara Bertahan Olimpiade nomor ganda campuran, Lee Yong Dae tersingkir dari nomor dimana empat tahun lalu ia meraih medali emas. Meski mengalahkan Diju V-Jwala Gutta dengan 21-15, 21-15 di penyisihan Grup C nomor ganda campuran, namun Lee Yong Dae dan Ha Jung Eun harus tersingkir setelah di dua pertandingan sebelumnya kalah dari pasangan Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir dan Thomas Laybourn-Kamilla Rytter Juhl.

Namun di London ia tidak berhenti di situ saja, ia bertekad menyumbang medali di nomor ganda putra, nomor yang diharapkan oleh Tim Korea dapat membawa pulang medali emas. “Ini adalah draw yang sulit di ganda campuran. Tapi sekarang saya fokus di ganda putra dimana saya masih berpeluang meraih medali,” ujar Lee mengomentari kemenangan atas pasangan India itu.

Juara bertahan lain, yakni Lin Dan (tunggal putra) dan Yu Yang (ganda putri) masih berpeluang meraih medali emas di Olimpiade kali ini. Lin Dan akan berjumpa dengan Taufik Hidayat di babak 16 besar sementara Yu Yang yang kali ini berpasangan dengan Wang Xiaoli menjadi unggulan pertama akan memperebutkan tiket Semifinal melawan Ha Jung Eun-Kim Min Jung.

Brokenheart for the host

Kevin Cordon of Guatemala celebrates

Wakil tuan rumah habis di Wembley Arena pada hari keempat Olimpiade. Dua pebulutangkis Britania Raya yang tampil di nomor tunggal putra (Rajiv Ouseph) dan tunggal putri (Susan Egelstaff) gagal lolos dari fase grup. Ini menjadi hal yang buruk ketika harusnya Rajiv diunggulkan ke Perdelapan Final, namun terhenti oleh Kevin Cordon di babak penyisihan grup terakhir. Cordon dari Guatemala menang rubber gim 12-21, 21-19, 21-17. Kemenangan ini membawanya ke Perdelapan Final, dimana ia akan berjumpa dengan harapan terakhir Jepang setelah tumbangnya Kenichi Tago, yakni Sho Sasaki.

Kita pernah tahu bahwa di 16 besar Kejuaraan Dunia lalu, Cordon sampai di Perempat Final karena mengalahkan Chen Long dalam adu rubber gim yang menguras energi. Peraih medali emas Pan American Games ini berpeluang mengalahkan Sasaki untuk ke Perempat Final berjumpa Taufik atau Lin Dan. Mengomentari kekalahannya, Ouseph mengaku tidak baik di poin kritis. “Di gim ketiga saya mencoba untuk tetap memimpin tetapi menjadi ketat di akhir. Dia hanya bermain lebih baik di akhir-akhir poin dari saya,” ungkapnya dikutip dari Badminton England.

Susan Egelstaff sendiri sempat membuat Sayaka Sato berkeringat sebelum menjuarai Grup H di nomor tunggal putri. Sato menang 18-21, 21-12, 21-16. Di Perdelapan Final, Sato akan berjumpa wakil Denmark, Tine Baun yang mengalahkan Anastasia Propokenko dengan 19-21, 21-15, 21-16. Sebelumnya, wakil tuan rumah yang digadang-gadang meraih medali karena di Kejuaraan Dunia lalu meraih medali perak, yakni Chris Adcock-Imogen Bankier gagal lolos ke Perempat Final dan menjadi bulan-bulanan pasangan yang tergabung dalam Grup A, Adcock-Bankier menjadi juru kunci.

Bulutangkis sempat dikejutkan oleh pasangan Britania, Nathan Robertson dan Gail Emms (gambar mewawancarai Bankier) yang sampai di Final Olimpiade Athena 2004 meskipun kalah dari pasangan China Zhang Jun-Gao Ling. Hingga saat ini, belum ada pemain Britania Raya yang mencatatkan prestasi membanggakan seperti Emms dan Robertson di Olimpiade.

Iklan